Dentmas.id – Sorotan kini tertuju pada ranah digital Indonesia! Nama-nama domain strategis di balik ekstensi .ai.id akhirnya resmi dibuka untuk umum. Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (Korika) dengan berani mengumumkan dimulainya Fase 3 atau Landrush .ai.id yang berlangsung mulai 24 Agustus hingga 24 September 2026. Momen ini menjadi babak baru yang sangat dinanti, terutama bagi mereka yang ingin mengukuhkan eksistensi di dunia kecerdasan buatan.
Tak Lagi Eksklusif! Pintu Landrush Dibuka Lebar untuk Dunia
Tentu saja, fase ini terasa sangat istimewa karena berbeda dengan dua periode sebelumnya yang masih membatasi akses. Pada Landrush kali ini, Korika secara gamblang membuka pintu pendaftaran bagi masyarakat umum dari seluruh penjuru dunia. Pendaftar tidak perlu pusing mengurus merek dagang terdaftar atau bahkan memiliki domain .id sebelumnya. Kebijakan ini jelas memberikan angin segar bagi para pegiat digital, start-up, hingga inovator perorangan yang selama ini terganjal aturan administrasi.
Namun, tunggu dulu! Ada satu poin krusial yang perlu dicermati. Korika dengan tegas menerapkan skema harga premium pada fase Landrush. Artinya, nama domain yang dianggap memiliki nilai strategis dan prospek cerah berpotensi menjadi rebutan sengit antar pihak. Jangan heran bila nama-nama besar atau istilah populer di dunia AI akan diperebutkan dengan intensitas tinggi. Semua orang pasti memburu peluang emas ini, dan mereka yang bergerak lebih cepat tentu memiliki kesempatan lebih besar!
Sistem Lelang Terbuka, Jaminan Adil bagi Para Pemburu Domain
Untuk mengantisipasi potensi konflik kepentingan, Korika telah menyiapkan mekanisme khusus yang terjamin keadilannya. Apabila hanya ada satu pihak yang mengajukan pendaftaran untuk sebuah nama domain, maka nama tersebut dapat langsung diamankan oleh pendaftar tersebut. Namun, situasi menjadi seru ketika lebih dari satu pihak menginginkan nama domain yang sama. Dalam kasus seperti ini, klaim akan diselesaikan melalui jalur lelang terbuka yang dikelola secara profesional. Mekanisme transparan ini diterapkan agar proses perebutan nama berlangsung adil dan tidak ada pihak yang dirugikan.
Ketua Umum Korika, Hammam Riza, dengan penuh semangat menyatakan bahwa Landrush membuka peluang luas bagi siapa saja yang ingin mengambil bagian dalam identitas digital kecerdasan buatan Indonesia. Ia menegaskan bahwa fase ini bukan lagi monopoli pemilik merek dagang atau registran .id, melainkan ajang terbuka untuk seluruh komunitas global. Ujar Hammam dalam keterangan tertulis yang diterima detikINET pada Minggu (23/8/2026), bahwa momen ini menjadi kesempatan strategis bagi pelaku AI untuk mengamankan nama domain yang mencerminkan visi dan kredibilitas mereka. Dengan begitu, mereka bisa tampil lebih percaya diri sebelum domain .ai.id dibuka sepenuhnya untuk publik.
Tidak hanya itu, persyaratan administrasi pun tetap diberlakukan secara ketat. Setiap pendaftar wajib melampirkan dokumen identitas yang sah secara hukum. Hal ini memastikan bahwa meskipun akses Landrush terbuka secara global, proses registrasi tetap terkelola dengan baik dan memenuhi aturan yang berlaku. Korika secara konsisten menjaga kredibilitas sistem registrasi agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Ekosistem AI Meledak, Program Pioneer Siap Beri Hadiah Jutaan Rupiah!
Yang menarik, pembukaan Landrush terjadi di tengah perkembangan ekosistem AI Indonesia yang semakin hari semakin matang. Korika dengan bangga mencatat bahwa saat ini terdapat lebih dari 198 startup AI dan sekitar 4.000 pelaku ekosistem yang menjadi bagian dari jaringan mereka. Jumlah ini tentu saja menjadi pasar potensial yang sangat besar bagi domain .ai.id. Para penggiat startup dan inovator ini diprediksi menjadi kelompok calon pengguna utama yang akan memanfaatkan domain ini sebagai identitas digital mereka.
Di sisi lain, akses global pada fase Landrush juga memberikan ruang bagi pelaku AI internasional yang memiliki kegiatan di Indonesia. Mereka pun kini bisa mengamankan identitas digital yang menunjukkan keterkaitan erat dengan ekosistem AI Indonesia. Ini menjadi daya tarik tersendiri karena Indonesia dianggap sebagai pasar yang potensial dan sedang berkembang pesat di bidang kecerdasan buatan. Jelas bahwa momen ini bukan hanya penting bagi pelaku lokal, tetapi juga bagi aktor global yang ingin menancapkan bendera digitalnya di tanah air.
Perlu diingat, kesempatan emas untuk mengamankan nama domain lebih awal ini tidak berlangsung selamanya. Korika telah menetapkan batas waktu yang tegas, yaitu hingga 24 September 2026. Setelah Landrush resmi ditutup, .ai.id akan memasuki fase General Availability pada 5 Oktober 2026. Pada fase tersebut, pendaftaran akan dibuka dengan sistem first come, first served yang lebih kompetitif. Dengan kata lain, persaingan akan berlangsung lebih sengit dan tidak ada lagi mekanisme khusus seperti pada masa Landrush. Oleh karena itu, bagi mereka yang serius ingin memiliki domain incaran, tidak ada pilihan lain selain bergerak cepat sekarang juga!
Selain kesempatan mengamankan domain lebih awal, Korika juga menghadirkan Program Pioneer yang sangat menarik. Program ini diperuntukkan bagi 500 pelaku AI pertama yang berhasil mendaftarkan domain .ai.id selama fase Landrush. Para Pioneer ini berkesempatan memperoleh segudang manfaat, mulai dari status istimewa sebagai early adopter .ai.id, kesempatan memamerkan produk di hadapan publik, akses istimewa ke ekosistem AI Indonesia yang dinamis, hingga reward menarik mencapai Rp1 juta. Keuntungan ini tentu menjadi nilai tambah yang sayang untuk dilewatkan.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










