Dentmas.id – Di tengah gempuran kebutuhan kecerdasan buatan (AI) yang meledak-ledak, Intel diam-diam menemukan jurus andalan yang super tidak biasa untuk menggenjot pendapatan. Bayangkan, perusahaan raksasa chip asal Amerika Serikat itu kini dengan percaya diri menjual kembali chip-chip yang dulu dianggap “rongsokan” alias sampah pabrik. Yang menarik, mereka berhasil mengubah barang tak berharga ini menjadi sumber cuan baru yang menggiurkan!
Informasi menggemparkan ini diungkap langsung oleh Ben Bajarin, analis kondang dari firma riset pasar Creative Strategies. Melalui akun X miliknya (dulu Twitter), ia membeberkan bahwa divisi hubungan investor Intel sendiri yang memberikan penjelasan mengejutkan ini kepadanya.
Dari Limbah Pabrik Menuju Ladang Emas AI
Menurut penuturan Ben, yang dimaksud dengan chip “rongsokan” di sini sebenarnya adalah kepingan chip atau die Intel yang sebelumnya secara otomatis dicoret karena cacat produksi. Pabrik biasanya tidak akan pernah menggunakan produk ini untuk konsumen akhir.
Kepingan chip bermasalah ini berasal dari proses produksi wafer, yaitu lembaran silikon bundar yang berfungsi sebagai “wadah” bagi puluhan bahkan ratusan chip sekaligus. Dalam satu wafer, kualitas setiap chip ternyata tidak pernah seragam, melainkan berbeda-beda di setiap bagiannya.
Baca Juga: Sony Umumkan Kenaikan Harga PS5 di Indonesia Mulai 1 Mei 2026, Tembus Hingga Rp11,3 Juta
Pada praktik standar industri, chip yang berada di posisi paling tengah wafer memang memiliki kualitas prima sehingga produsen memakainya untuk lini produk utama. Sebaliknya, chip di bagian tepi wafer jauh lebih rentan mengalami cacat kecil karena tekanan dan suhu proses manufaktur yang tidak merata.
Akibatnya, pabrik secara otomatis menganggap chip bagian tepi tidak layak pakai untuk produk premium. Dalam beberapa kasus, chip tersebut hanya bisa diturunkan spesifikasinya untuk produk kelas ekonomi, atau bahkan lebih parahnya tidak dimanfaatkan sama sekali alias berakhir di tempat pembuangan.
Intel Memodifikasi Chip Tak Layak Pakai, Papan Atas AI Justru Antre
Namun, situasi berubah drastis seiring dengan melonjaknya permintaan prosesor (CPU) akibat tren AI yang menggila. Kebutuhan komputasi yang meroket membuat hampir semua chip, termasuk yang sebelumnya tidak terpakai, tiba-tiba memiliki nilai jual tinggi.
Intel kemudian langsung “memutar otak” dan mulai mengemas ulang chip-chip tak bernilai tersebut. Mereka melakukan proses penyortiran berdasarkan kualitas, yang dalam industri dikenal dengan sebutan chip binning.
Baca Juga: Pasokan CPU Desktop Menipis Parah di 2026, Akibatnya Lebih Buruk dari Sekadar Harga Melambung
Melalui proses binning yang sistematis ini, chip dengan kualitas lebih rendah tetap mereka desain ulang menjadi produk jadi yang fungsional, meskipun dengan spesifikasi yang sudah diturunkan secara signifikan. Setelah itu, mereka melepas chip tersebut ke pasar untuk memenuhi kebutuhan komputasi AI yang sedang panas-panasnya.
Hebatnya, pasar tetap menyerap chip ini dengan lahap meskipun performanya tidak akan pernah bisa menyaingi varian premium. Ini membuktikan bahwa pasokan CPU saat ini sangatlah ketat, sampai-sampai pelanggan rela memakai chip berkualitas rendah demi memenuhi kebutuhan komputasi AI mereka.
Kondisi kelangkaan ini secara tidak terduga menjadi sumber pendapatan tambahan yang luar biasa bagi Intel. Padahal, sebelumnya chip-chip rongsokan ini hanya memakan biaya produksi tanpa memberi kontribusi apa pun.
Baca Juga: Anthropic Kebanjiran Dana: Google Siap Kirim Rp 670 Triliun, Valuasi Lampaui OpenAI
Sebagai produsen CPU terbesar, terutama untuk lini server seperti Intel Xeon, produk Intel memang banyak terpasang di pusat data dan perusahaan AI global. Intel agaknya sudah meraup untung besar dari bisnis utama ini. Namun, ceruk baru dari chip rongsokan ini menjadi kejutan manis.
Nah, chip “rongsokan” yang kini berhasil dikemas ulang dengan cerdik itu tampaknya menjadi tambahan margin dan ladang cuan baru yang sangat potensial. Pendapatan ini tadinya sama sekali tidak masuk dalam perhitungan proyeksi laba perusahaan. Informasi menarik ini dirangkum dari laporan Wccftech yang kredibel. Jadi, jangan remehkan sampah pabrik—di tangan Intel, ia bisa berkilau menjadi emas batangan di era AI!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










