Dentmas.id – Dunia fotografi smartphone baru saja diguncang! realme secara resmi mengumumkan kolaborasi strategis dengan RICOH, legenda kamera asal Jepang. Pengumuman ini disampaikan dalam acara megah di Beijing, China, pada Selasa, 14 Oktober 2025.
Chase Xu, Wakil Presiden dan CMO realme, menyatakan kolaborasi ini menjadi tonggak penting. Tujuannya untuk menghadirkan inovasi mobile photography yang lebih otentik dan bermakna.
Lebih Dari Sekadar Peningkatan Software
Kolaborasi ini bukan sekadar klaim marketing belaka. realme benar-benar menyematkan teknologi dan fitur ikonik dari kamera RICOH GR ke dalam smartphone mereka.
Teknologi hasil kolaborasi ini akan debut perdana di flagship terbaru, realme GT 8 Pro. Perangkat ini rencananya akan meluncur global pada November 2025 mendatang.
“Kerja sama dengan RICOH GR menandai lompatan besar dalam fotografi smartphone,” tegas Xu. “Kami berkomitmen menghadirkan perangkat yang mencerminkan kebebasan dan kreativitas.”
Tim Insinyur Langsung Ditempatkan di Markas RICOH
Kedua perusahaan melakukan co-engineering mendalam untuk memastikan kualitas terbaik. Proses ini dirancang khusus untuk memenuhi standar tinggi RICOH GR.
Bahkan realme menempatkan tim insinyurnya langsung di markas RACOH di Jepang. Hal ini memungkinkan koordinasi harian yang lebih efisien antara kedua tim.
“Kedua tim bekerja setiap hari menggabungkan keahlian RICOH GR dengan AI realme,” papar Xu. “Targetnya adalah menghadirkan reproduksi warna dan detail yang lebih akurat.”
Lima “Jiwa” Warna RICOH GR yang Legendaris
Hasil kolaborasi ini terwujud dalam lima tone khas RICOH GR yang dihadirkan di realme GT 8 Pro. Kelima tone tersebut adalah Positive Film, Negative Film, High Contrast B&W, Standard, dan B&W Monotone.
Positive Film menampilkan warna kontras yang cocok untuk street photography. Warna yang dihasilkan terlihat lebih “pop” dan hidup.
Negative Film memberikan hasil warna yang lebih lembut dan kalem. Saturasinya sengaja dibuat lebih rendah untuk menciptakan nuansa film analog klasik.
High Contrast B&W menawarkan tampilan hitam putih dengan kontras tinggi. Tone ini secara dramatis menonjolkan siluet dan bentuk objek.
Mode Standard hadir sebagai pilihan paling netral dan serbaguna. Tone ini menjaga keseimbangan warna alami untuk penggunaan sehari-hari.
B&W Monotone menampilkan hasil hitam putih dengan tone abu-abu lembut. Tekstur halus yang dihadirkannya memberikan kesan elegan dan timeless.
Mode Khusus RICOH GR dengan Antarmuka Eksklusif
Kolaborasi ini juga melahirkan Mode RICOH GR yang sama sekali baru. Mode ini dirancang dengan antarmuka sederhana untuk memudahkan komposisi dan pengaturan eksposur manual.
Opsi RICOH GR ditempatkan berdampingan dengan mode lain seperti Photo dan Video. Tampilan Viewfindernya dibuat bersih tanpa gangguan visual.
Tombol shutter dirancang menyerupai kamera GR asli. Hal ini memberikan pengalaman memotret yang lebih autentik dan memuaskan.
Mode ini khusus tersedia untuk kamera belakang. Tujuannya untuk menjaga kualitas optik dan kontrol manual yang optimal.
Dukungan Hardware dan Fitur Kreatif yang Lengkap
Di sisi hardware, realme GT 8 Pro menawarkan dua pilihan panjang fokus: 28 mm dan 40 mm. Fleksibilitas ini mirip dengan kamera profesional.
Perangkat ini juga dibekali lensa anti-glare dengan lima lapisan coating optik. Fitur ini membantu meminimalkan pantulan dan menjaga kejernihan gambar.
Aplikasi kamera menyediakan berbagai mode kreatif seperti Stage, Silhouette, dan Fireworks. Dukungan format mencakup JPG, RAW, hingga RAW MAX.
Fitur AI Telescope Zoom mampu mencapai 120x dengan menjaga detail. Juga tersedia watermark bergaya RICOH GR dan album khusus GR.
Kemampuan berbagi “tone recipes” turut disematkan. Fitur ini ditujukan untuk membangun komunitas street photography di kalangan kreator muda.
Visi Sama: Demokratisasi Fotografi untuk Generasi Muda
realme dan RICOH menegaskan kolaborasi ini bukan sekadar gimmick pemasaran. Ini adalah pengembangan teknologi kamera menyeluruh dari hardware hingga software.
Menurut Xu, alasan menggandeng RICOH karena kesamaan visi. Kedua perusahaan memandang fotografi sebagai pengalaman menyeluruh, bukan sekadar aktivitas menjepret.
Fokus kolaborasi diarahkan pada peningkatan pengalaman snapshot yang ramah anak muda. realme banyak belajar dari RICOH GR yang merupakan legenda street photography.
“Kami percaya satu tambah satu bisa menghasilkan lebih dari dua!” tegas Xu keyakinannya.
Pandangan serupa disampaikan Kazunobu Saiki dari RICOH. “Sejak awal, kami dan realme punya tujuan sama: mempromosikan fotografi di kalangan pengguna muda.”
Menurut Saiki, kolaborasi ini membantu orang merekam momen secara lebih jujur dan natural. Filosofi kedua brand tercermin dalam slogan mereka: Get Real (RICOH) dan Make it Real (realme).
Keselarasan inilah yang menjadi fondasi kuat kolaborasi kedua merek. Mereka bertekad membawa pengalaman fotografi otentik ke genggaman generasi muda.
Dentmas.id – Dunia fotografi smartphone baru saja diguncang! realme secara resmi mengumumkan kolaborasi strategis dengan RICOH, legenda kamera asal Jepang. Pengumuman ini disampaikan dalam acara megah di Beijing, China, pada Selasa, 14 Oktober 2025.
Chase Xu, Wakil Presiden dan CMO realme, menyatakan kolaborasi ini menjadi tonggak penting. Tujuannya untuk menghadirkan inovasi mobile photography yang lebih otentik dan bermakna.
Lebih Dari Sekadar Peningkatan Software
Kolaborasi ini bukan sekadar klaim marketing belaka. realme benar-benar menyematkan teknologi dan fitur ikonik dari kamera RICOH GR ke dalam smartphone mereka.
Teknologi hasil kolaborasi ini akan debut perdana di flagship terbaru, realme GT 8 Pro. Perangkat ini rencananya akan meluncur global pada November 2025 mendatang.
“Kerja sama dengan RICOH GR menandai lompatan besar dalam fotografi smartphone,” tegas Xu. “Kami berkomitmen menghadirkan perangkat yang mencerminkan kebebasan dan kreativitas.”
Tim Insinyur Langsung Ditempatkan di Markas RICOH
Kedua perusahaan melakukan co-engineering mendalam untuk memastikan kualitas terbaik. Proses ini dirancang khusus untuk memenuhi standar tinggi RICOH GR.
Bahkan realme menempatkan tim insinyurnya langsung di markas RACOH di Jepang. Hal ini memungkinkan koordinasi harian yang lebih efisien antara kedua tim.
“Kedua tim bekerja setiap hari menggabungkan keahlian RICOH GR dengan AI realme,” papar Xu. “Targetnya adalah menghadirkan reproduksi warna dan detail yang lebih akurat.”
Lima “Jiwa” Warna RICOH GR yang Legendaris
Hasil kolaborasi ini terwujud dalam lima tone khas RICOH GR yang dihadirkan di realme GT 8 Pro. Kelima tone tersebut adalah Positive Film, Negative Film, High Contrast B&W, Standard, dan B&W Monotone.
Positive Film menampilkan warna kontras yang cocok untuk street photography. Warna yang dihasilkan terlihat lebih “pop” dan hidup.
Negative Film memberikan hasil warna yang lebih lembut dan kalem. Saturasinya sengaja dibuat lebih rendah untuk menciptakan nuansa film analog klasik.
High Contrast B&W menawarkan tampilan hitam putih dengan kontras tinggi. Tone ini secara dramatis menonjolkan siluet dan bentuk objek.
Mode Standard hadir sebagai pilihan paling netral dan serbaguna. Tone ini menjaga keseimbangan warna alami untuk penggunaan sehari-hari.
B&W Monotone menampilkan hasil hitam putih dengan tone abu-abu lembut. Tekstur halus yang dihadirkannya memberikan kesan elegan dan timeless.
Mode Khusus RICOH GR dengan Antarmuka Eksklusif
Kolaborasi ini juga melahirkan Mode RICOH GR yang sama sekali baru. Mode ini dirancang dengan antarmuka sederhana untuk memudahkan komposisi dan pengaturan eksposur manual.
Opsi RICOH GR ditempatkan berdampingan dengan mode lain seperti Photo dan Video. Tampilan Viewfindernya dibuat bersih tanpa gangguan visual.
Tombol shutter dirancang menyerupai kamera GR asli. Hal ini memberikan pengalaman memotret yang lebih autentik dan memuaskan.
Mode ini khusus tersedia untuk kamera belakang. Tujuannya untuk menjaga kualitas optik dan kontrol manual yang optimal.
Dukungan Hardware dan Fitur Kreatif yang Lengkap
Di sisi hardware, realme GT 8 Pro menawarkan dua pilihan panjang fokus: 28 mm dan 40 mm. Fleksibilitas ini mirip dengan kamera profesional.
Perangkat ini juga dibekali lensa anti-glare dengan lima lapisan coating optik. Fitur ini membantu meminimalkan pantulan dan menjaga kejernihan gambar.
Aplikasi kamera menyediakan berbagai mode kreatif seperti Stage, Silhouette, dan Fireworks. Dukungan format mencakup JPG, RAW, hingga RAW MAX.
Fitur AI Telescope Zoom mampu mencapai 120x dengan menjaga detail. Juga tersedia watermark bergaya RICOH GR dan album khusus GR.
Kemampuan berbagi “tone recipes” turut disematkan. Fitur ini ditujukan untuk membangun komunitas street photography di kalangan kreator muda.
Visi Sama: Demokratisasi Fotografi untuk Generasi Muda
realme dan RICOH menegaskan kolaborasi ini bukan sekadar gimmick pemasaran. Ini adalah pengembangan teknologi kamera menyeluruh dari hardware hingga software.
Menurut Xu, alasan menggandeng RICOH karena kesamaan visi. Kedua perusahaan memandang fotografi sebagai pengalaman menyeluruh, bukan sekadar aktivitas menjepret.
Fokus kolaborasi diarahkan pada peningkatan pengalaman snapshot yang ramah anak muda. realme banyak belajar dari RICOH GR yang merupakan legenda street photography.
“Kami percaya satu tambah satu bisa menghasilkan lebih dari dua!” tegas Xu keyakinannya.
Pandangan serupa disampaikan Kazunobu Saiki dari RICOH. “Sejak awal, kami dan realme punya tujuan sama: mempromosikan fotografi di kalangan pengguna muda.”
Menurut Saiki, kolaborasi ini membantu orang merekam momen secara lebih jujur dan natural. Filosofi kedua brand tercermin dalam slogan mereka: Get Real (RICOH) dan Make it Real (realme).
Keselarasan inilah yang menjadi fondasi kuat kolaborasi kedua merek. Mereka bertekad membawa pengalaman fotografi otentik ke genggaman generasi muda.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com










