Dentmas.id – Jagat maya mendadak heboh! Kabar mengejutkan baru saja mengguncang dunia teknologi. Rumor liar tentang perusahaan roket milik Elon Musk, SpaceX, disebut-sebut tengah meracik smartphone revolusioner. Bayangkan saja, ponsel canggih ini konon bisa langsung menyedot sinyal internet dari satelit Starlink di orbit Bumi. Keren banget kan?
Namun, jangan buru-buru bermimpi punya gawai antikarat ini. Semua rasa penasaran dan spekulasi liar tentang HP Starlink itu ternyata harus kita pending dulu. Pasalnya, kabar yang sudah menyebar bak api di padang rumput kering ini langsung dipatahkan oleh bos besarnya sendiri. Elon Musk angkat bicara dan memberikan klarifikasi mengejutkan! Dengan tegas, pria jenius di balik Tesla dan SpaceX ini menyatakan bahwa perusahaannya sama sekali tidak sedang mengembangkan ponsel pintar.
Bantahan Keras Elon Musk Soal Rumor HP Starlink
Lantas, bagaimana awal mula gosip liar ini bisa merebak? Ceritanya, Reuters selaku kantor berita kelas kakap tiba-tiba melempar “bom” dengan mengutip pernyataan tiga sumber internal perusahaan. Dalam laporan eksklusif itu, mereka menyebut SpaceX diam-diam bergerilya menggarap proyek raksasa. Proyek tersebut terkait erat dengan rencana ambisius membangun pusat data raksasa di luar angkasa.
Sumber-sumber yang dikutip Reuters itu bahkan dengan percaya diri mengklaim bahwa ponsel besutan Starlink nanti akan menjadi pesaing berat smartphone mainstream. Mereka membayangkan perangkat ini bakal menggebrak pasar dan mengubah cara manusia berkomunikasi. Meski begitu, sayangnya spesifikasi detail maupun bocoran desain perangkat misterius ini masih diselimuti kabut tebal, belum ada satu pun yang terungkap.
Lebih lanjut, “orang dalam” misterius itu juga membocorkan bahwa rencana gila ini sejatinya sudah dipendam dan dicanangkan SpaceX selama bertahun-tahun lamanya. Mereka mengisyaratkan bahwa ini adalah visi jangka panjang yang sudah dimatangkan sejak lama.
Nah, menanggapi riuhnya pemberitaan ini, sang raksasa teknologi Elon Musk buka suara. Pria yang dinobatkan Forbes sebagai orang terkaya di dunia ini langsung angkat bicara dan meluruskan kesalahpahaman publik. Ia dengan gamblang membantah total laporan tersebut dan menegaskan bahwa timnya tidak sedang merakit smartphone.
“Kami tidak sedang mengembangkan ponsel,” tulis Musk singkat namun tajam di akun X/Twitter pribadinya, @elonmusk. Pernyataan ini ia lontarkan sebagai respons langsung terhadap postingan seseorang yang membahas pengembangan smartphone oleh SpaceX sembari menyertakan tautan artikel Reuters.
Ponsel Versi SpaceX: Bukan Mustahil, Tapi…
Menariknya, meski ia menyangkal habis-habisan kabar tersebut, Musk pada akhir Januari lalu sebenarnya sempat menyiratkan pemikiran lain. Ia menyatakan bahwa bagi SpaceX, mengembangkan ponsel bukanlah sesuatu yang mustahil atau di luar nalar. Perusahaan yang sudah terbiasa mendaratkan roket secara vertikal ini pasti sanggup melakukannya.
Hanya saja, dengan nada misterius, ia menekankan satu syarat mutlak. Ponsel yang bakal dikembangkan perusahaan wahana antariksa ini haruslah sangat berbeda dan tidak bisa disamakan dengan ponsel-ponsel biasa yang sudah bertaburan di masyarakat saat ini. Ia ingin menciptakan sesuatu yang benar-benar revolusioner, bukan sekadar ikut-ikutan tren.
Ketimbang menjadi smartphone mainstream yang penuh aplikasi hiburan, ponsel versi SpaceX justru akan dioptimalkan secara ekstrem. Perangkat ini dirancang khusus untuk menjalankan jaringan saraf tiruan atau neural network dengan rasio performa per watt yang maksimal. Artinya, fokus utamanya adalah pada kecerdasan buatan dan efisiensi energi tingkat dewa.
Pernyataan teknis ini bukan berarti SpaceX diam-diam sudah memulai produksi smartphone. Justru ini adalah penegasan bahwa bagi perusahaan milik miliarder eksentrik ini, mengembangkan perteknologi gila seperti ponsel bukanlah hal yang sulit. Apalagi Musk pada dasarnya selalu berkata terbuka bahwa SpaceX memiliki segudang proyek futuristik yang sedang mereka garap di balik layar.
Apalagi kini situasinya semakin menarik. SpaceX baru saja melakukan langkah korporasi raksasa dengan bergabung bersama xAI, yaitu perusahaan rintisan (startup) miliknya yang fokus mengembangkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), seperti dihimpun dari Teslarati.
SpaceX Resmi Akuisisi xAI: Demi Data Center di Orbit!
Diberitakan secara terpisah, hebohnya penggabungan dua perusahaan raksasa ini bukan isapan jempol. Perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, benar-benar telah mengakuisisi perusahaan AI bikinannya sendiri, yaitu xAI. Kabar penting dan bersejarah ini diumumkan langsung melalui blog resmi SpaceX pada Senin (2/2/2026) waktu Amerika Serikat.
Dalam pengumuman resmi tersebut, Musk menyebut langkah ini sebagai strategi fundamental. Menurutnya, ini adalah fondasi awal untuk membangun ekosistem teknologi paling terintegrasi yang pernah ada, baik di Bumi maupun di luar angkasa. Ambisinya sungguh luar biasa!
Setelah resmi bergabung, SpaceX dan xAI akan membentuk mesin inovasi vertikal yang sangat kuat. Mereka akan mengintegrasikan semuanya, mulai dari pengembangan AI tercanggih, roket yang dapat digunakan kembali, internet berbasis satelit Starlink, hingga teknologi komunikasi langsung ke perangkat seluler biasa.
Musk menegaskan dengan gamblang bahwa tujuan utama penggabungan ini adalah untuk mendukung rencana besarnya yang paling gila: membangun pusat data AI raksasa di luar angkasa. Ide ini muncul bukan tanpa sebab. Kebutuhan listrik global untuk mengoperasikan pusat data AI terus melonjak tajam dan menurut Musk, sudah tidak realistis lagi jika hanya mengandalkan pembangkit listrik di Bumi.
“Permintaan energi untuk AI secara global tidak akan pernah bisa dipenuhi dengan solusi terestrial yang terbatas,” tulis Musk dengan penuh keyakinan dalam pengumuman tersebut.
Menurut kalkulasi sang visioner, satu-satunya solusi paling masuk akal dalam jangka panjang adalah memindahkan semua operasi yang sangat boros sumber daya ini ke lokasi ideal. Lokasi itu adalah angkasa luar yang memiliki pasokan energi surya tak terbatas dan ruang hampa yang sangat luas.
Dengan gaya khasnya yang humoris, Musk pun melontarkan celetukan jenius. “Maksud saya, ‘space’ (angkasa) disebut ‘space’ (ruang) itu tentu ada alasannya, kan?” kelakar Musk, merujuk pada luasnya ruang di orbit Bumi.
Karena itulah, ia dengan lantang menyebut pusat data berbasis orbit atau data center di luar angkasa sebagai satu-satunya solusi logis dan tak terelakkan untuk masa depan kecerdasan buatan umat manusia. Jadi, lupakan dulu soal HP Starlink, karena proyek raksasa selanjutnya sudah menanti di orbit!
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Desapenari.id










