Dentmas.id – Lonjakan popularitas robot humanoid di China ternyata tidak hanya mendorong percepatan teknologi secara gila-gilaan, tetapi juga sukses menciptakan miliarder baru yang kekayaannya melejit dalam sekejap. Salah satu sosok yang paling mencuri perhatian adalah Howard Huang (45), sang pendiri sekaligus CEO Orbbec, yang kekayaannya tiba-tiba meroket tajam setelah saham perusahaannya melambung lebih dari 315 persen hanya dalam waktu satu tahun. Sebagai buktinya, Forbes dengan jelas mencatat bahwa nilai kapitalisasi Orbbec di Bursa Shanghai kini telah mencapai angka fantastis, yaitu 5,2 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 86,25 triliun. Perlu kamu tahu, perusahaan yang berbasis di Shenzhen sejak 2013 ini awalnya hanya bermula dari penelitian mendalam Huang di bidang teknologi pengukuran optik.

Robot Humanoid Berlari, Nilai Saham pun Terbang
Seiring dengan perkembangannya yang pesat, Orbbec akhirnya berhasil merancang teknologi kamera visi 3D yang revolusioner, di mana teknologi ini dengan pintarnya membuat mesin mampu mengenali kedalaman ruang persis seperti cara penglihatan manusia bekerja. Alhasil, teknologi mutakhir inilah yang kemudian menjadi pilar utama dan memicu kebangkitan besar-besaran industri robot humanoid di China. Sebagai contoh yang paling nyata, kita bisa melihat kesuksesan Tiangong Ultra, robot humanoid dari X-Humanoid yang dengan gagah berani berhasil menjuarai ajang setengah maraton humanoid pertama di dunia pada April lalu. Bahkan, Forbes dengan tegas menyebut teknologi Orbbec sebagai pemicu utama yang menyulut tumbuhnya sektor robot humanoid di China.
Kinerja Finansial yang Meledak-ledak
Meskipun robot humanoid memang belum sepenuhnya diproduksi secara massal, namun kinerja keuangan Orbbec justru sudah menunjukkan sinyal yang sangat positif dan menjanjikan. Terbukti, pada semester pertama tahun 2025 lalu, perusahaan ini berhasil mencatatkan laba bersih sebesar 30 juta yuan (sekitar 4 juta dolar AS); sebuah pencapaian yang sangat kontras karena berbalik dari rugi 81 juta yuan di periode yang sama pada tahun sebelumnya. Tidak berhenti di situ, pendapatan Orbbec bahkan melesat dua kali lipat menjadi 436 juta yuan, dan yang mengejutkan, 62 persen dari pendapatan tersebut ternyata berasal dari penjualan modul pengenalan wajah yang banyak digunakan di sektor ritel dan kesehatan. Lonjakan hebat ini juga turut didorong oleh pemakaian kamera visi 3D mereka untuk sistem pembayaran nirsentuh canggih seperti Alipay milik Ant Group.
Ngomong-ngomong soal Ant Group, perusahaan fintech legendaris yang dibangun oleh Jack Ma ini tercatat sebagai pemegang saham eksternal terbesar Orbbec, dengan kepemilikan mencapai 9 persen melalui Shanghai Yunxin Venture Capital. Kemudian, pada paruh pertama 2025, kita bisa melihat bahwa 31 persen pendapatan Orbbec secara mengejutkan berasal dari sektor robotika, 4 persen dari sektor “lainnya”, sementara sisanya secara konsisten berasal dari aplikasi industri seperti pemindaian 3D untuk deteksi cacat hingga simulasi perakitan. Perlu dicatat, pelanggan setia mereka mencakup banyak perusahaan besar, seperti Pudu Robotics dan Gausium (untuk robot pembersih), Robocare (untuk robot perawatan pasien), serta Twinny dari Korea Selatan (untuk robot gudang). Dengan bangga, perusahaan ini mengklaim bahwa mereka menguasai lebih dari 70 persen pangsa pasar kamera visi 3D untuk robot layanan di China.
Dari Lab Kampus ke Panggung Dunia
Belakangan ini, teknologi Orbbec juga semakin banyak dipakai oleh para pengembang humanoid ternama, contohnya adalah Tiangong Ultra yang merupakan hasil kolaborasi apik antara X-Humanoid dan Ubtech Robotics milik miliarder Zhou Jian. Selain itu, robot humanoid lain yang juga memanfaatkan teknologi Andalan Orbbec adalah R1 “Robbyant” milik Ant Lingbo Technology yang baru saja dirilis pada September 2025. Melihat besarnya potensi pasar yang terbentang di depan mata, Orbbec kini berencana untuk menghimpun dana segar sebesar 1,9 miliar yuan melalui penempatan saham privat. Konon, dana besar ini akan dialokasikan secara khusus untuk pengembangan chip, perangkat lunak, serta teknologi “AI vision” mutakhir yang memungkinkan robot meniru cara pandang manusia dengan sangat akurat. Oleh karena itu, perusahaan ini dengan optimis memproyeksikan bahwa pendapatan dari sektor robotika mereka bisa meningkat hingga 100 persen setiap tahun dalam tiga hingga lima tahun ke depan.
Lalu, bagaimana sebenarnya perjalanan karier Howard Huang hingga bisa sesukses ini? Ternyata, sebelum akhirnya mendirikan Orbbec, Huang adalah seorang peneliti pasca-doktoral di Singapore-MIT Alliance for Research and Technology, sebuah institusi prestisius. Dia berhasil meraih gelar doktor teknik dari City University of Hong Kong, kemudian gelar magister dari National University of Singapore, dan gelar sarjana dari Peking University. Tonggak awal kesuksesan Orbbec sendiri terjadi pada 2017, ketika mereka secara tak terduga mendapat kontrak besar dari Ant Group untuk menyematkan kamera visi 3D mereka ke dalam sistem pembayaran wajah Alipay. Tak lama setelah itu, yaitu setahun berikutnya, Orbbec kembali membuat kejutan dengan bekerja sama dengan Oppo untuk menghadirkan ponsel Android pertama di dunia yang dilengkapi teknologi pengenalan wajah 3D; dan yang lebih hebatnya lagi, ini terjadi hanya tujuh bulan setelah Apple merilis fitur serupa di iPhone.
Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Guangdong Radio and Television pada 2023 silam, Huang sempat mengenang dengan haru awal mula kerja sama mereka dengan pabrikan ponsel Oppo, yang saat itu berhasil membuat ponsel Android pertama dengan teknologi pengenal wajah. “Awalnya mereka jelas ragu karena perusahaan kami masih terbilang kecil,” ujar Huang, “tetapi pada akhirnya mereka tidak menemukan teknologi yang lebih andal dari kami. Kalau Apple saja bisa (dengan Face ID), mengapa kami tidak bisa?” ujarnya penuh keyakinan. Orbbec, yang sempat menarik investor-investor besar seperti SAIF Partners dan MediaTek Ventures, akhirnya berhasil melantai di Star Market Shanghai pada 2022 dengan IPO yang nilainya mencapai 1,2 miliar yuan. “Meraih pengaruh global dalam industri robotika adalah puncak ambisi kami,” kata Huang dengan penuh semangat menutup pernyataannya, sekaligus menegaskan visi besarnya untuk dunia.
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Exposenews.id










