Dentmas.id – Bersiaplah untuk menghadapi guncangan besar di dunia teknologi! Pasar komputer pribadi (PC) global diprediksi akan terempas badai krisis yang serius pada 2026, dan semua ini berawal dari kelangkaan memori yang mencekik. Menurut lembaga riset ternama International Data Corporation (IDC), krisis chip memori ini berpotensi mengerek harga komputer melambung tinggi sekaligus melorotkan penjualan secara signifikan di tahun depan. Lebih jelasnya, IDC memprediksi pengiriman PC global bisa merosot drastis hingga 8,9 persen pada 2026 dalam skenario terburuk.
Namun anehnya, prediksi suram ini justru muncul di saat pasar PC masih menunjukkan performa yang cukup cemerlang. Tercatat, pada kuartal ketiga 2025 (Juli-September), pertumbuhan pengiriman tahunan masih menggembirakan di angka 9,4 persen. Meski IDC belum merilis data resmi untuk kuartal keempat 2025, mereka memperkirakan kinerja di akhir tahun berpeluang melampaui proyeksi sebelumnya.
Tapi jangan terkecoh dulu! Lonjakan ini rupanya lebih dipicu oleh strategi licik para produsen yang menimbun stok lebih awal karena takut kenaikan harga komponen, bukan karena permintaan konsumen yang benar-benar sehat dan pulih.
Pusat Data AI ‘Maling’ Pasokan Memori PC

Lalu, apa sebenarnya penyebab utama ancaman ini? Jawabannya adalah krisis pasokan memori, khususnya DRAM dan NAND, yang kini semakin langka dan mahal. Kok bisa? Ternyata, produsen chip memori raksasa sekarang lebih fokus memproduksi untuk kebutuhan pusat data AI yang sedang booming.
Mari kita bedah sebentar. DRAM (Dynamic Random Access Memory) adalah memori kerja sementara yang membuat perangkatmu tetap responsif saat dinyalakan—inilah yang biasa kita sebut RAM. Sementara itu, NAND adalah memori penyimpanan permanen untuk sistem operasi, aplikasi, hingga file pribadimu. Di laptop dan HP, NAND ini kita kenal sebagai storage atau SSD, misalnya kapasitas 256 GB atau 1 TB itu.
Nah, perusahaan besar seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron kini lebih memprioritaskan pembuatan memori kelas high-end untuk AI, seperti high-bandwidth memory (HBM) dan DDR5 berkapasitas raksasa. Alhasil, produksi memori konvensional untuk laptop dan PC rumahan justru mereka tekan.
Dampaknya langsung terasa: pasokan RAM dan SSD untuk PC menyusut tajam, sementara harganya meroket karena permintaan tetap ada. IDC dengan tegas menyebut situasi ini sebagai “mimpi buruk” bagi kalian para konsumen yang berencana merakit PC sendiri di tahun depan.
Peringatan Resmi dari Raksasa PC: Harga Naik 15-20%!
Faktanya, kondisi mengerikan ini sudah mulai tercium di pasar. Beberapa raksasa PC seperti Lenovo, Dell, HP, Acer, dan Asus konon sudah mengonfirmasi bahwa harga PC pada 2026 kemungkinan besar akan naik gila-gilaan, sekitar 15 hingga 20 persen! Mereka secara resmi telah memperingatkan pelanggan tentang masa sulit yang akan datang, lengkap dengan penyesuaian kontrak sebagai respons seluruh industri.
Ironisnya, krisis memori ini datang justru di saat industri PC sedang berharap bangkit lewat tren “AI PC”. Komputer canggih yang dibekali chip AI (NPU) ini malah membutuhkan RAM yang lebih besar, minimal 16 GB bahkan hingga 32 GB untuk model high-end. Bayangkan, di saat kebutuhan memori membesar, pasokan justru menipis dan harga melambung! Situasi ini menciptakan badai sempurna yang sulit dihindari.
Di satu sisi, ada dorongan untuk upgrade karena dukungan Windows 10 akan berakhir pada Oktober 2025. Namun di sisi lain, produsen harus menghadapi kenyataan pahit berupa biaya produksi yang membengkak tak terkendali.
Siapa Paling Terpukul? Rakitan dan Pasar DIY!
IDC kemudian memaparkan dua skenario. Dalam skenario moderat, pasar PC ‘hanya’ akan turun 4,9 persen pada 2026. Akan tetapi, dalam skenario pesimistis, penurunannya bisa lebih dalam lagi, mencapai 8,9 persen.
Meski demikian, dampak krisis ini tidak akan dirasakan secara merasa oleh semua pihak. Produsen PC besar dengan volume pembelian tinggi dinilai lebih punya daya tawar kuat dan kemampuan untuk bertahan. Sebaliknya, produsen kecil, usaha perakitan PC rakitan, hingga pasar DIY (Do-It-Yourself) diperkirakan akan paling terpukul habis-habisan.
Akibatnya, diperkirakan banyak konsumen—khususnya gamers yang biasanya suka merakit—akan mengalihkan pilihan mereka untuk membeli PC merek lengkap yang sudah dirakit dari pabrik. Jadi, bersiaplah menyambut era di mana upgrade RAM dan SSD mungkin menjadi kemewahan yang harganya bikin mengelus dada!
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Desapenari.id










