Dentmas.id – Bagi kamu yang lagi ngumpulin duit buat beli laptop atau PC baru, siap-siap aja hati-hati! Soalnya, harga perangkat dari raksasa teknologi seperti Dell dan Lenovo dalam waktu dekat ini bakal melambung tinggi, lho! Ternyata, semua ini berawal dari berkurangnya pasokan komponen kunci, yaitu DRAM untuk SSD. Alhasil, harga memori langsung naik dan akhirnya berdampak langsung ke harga PC atau Laptop yang kita incar.
Nah, berdasarkan laporan dari perusahaan riset ternama, TrendForce, kedua vendor besar ini akhirnya memutuskan untuk menaikkan harga produk mereka. Bahkan, mereka sudah secara resmi mengirimkan pemberitahuan ke pelanggan tentang rencana kenaikan ini. Dell, misalnya, dengan terpaksa akan menaikkan harganya mulai Desember 2025 nanti, dan yang bikin kaget, kenaikannya bisa mencapai 15% sampai 20%! Sementara itu, Lenovo memilih untuk baru menaikkan harga mulai Januari 2026, meski persentase pastinya masih mereka simpan rapat-rapat.
Selain kedua brand ternama itu, produsen PC rakitan CyberPower juga ikut-ikutan mengambil langkah serupa. Mereka bahkan akan memberlakukan kenaikan harga ini lebih cepat, yaitu di akhir pekan kedua Desember 2025. Intinya, gelombang kenaikan harga ini benar-benar mulai melanda pasar Laptop & PC.

Penyebab Utama: Demam AI Borong Semua Memori!
Lalu, apa sih yang sebenarnya memicu semua ini? Jawabannya ternyata datang dari industri kecerdasan buatan (AI) yang sedang sangat masif! Permintaan memori atau RAM untuk membangun data center AI itu luar biasa besar. Berbeda dengan prosesor yang punya segmen konsumen dan bisnis yang jelas, klasifikasi produk DRAM dan memori ini cukup samar. Akibatnya, kelangkaan di satu sektor langsung menggoyang seluruh rantai pasokan.
Jadi, bisa dibayangkan, ketika perusahaan AI raksasa memborong RAM dan SSD dalam jumlah sangat besar, pasokan memori untuk perangkat konsumen seperti laptop dan PC kita pun jadi langka dan harganya melonjak. Masalahnya kemudian merambat ke mana-mana, karena produsen DRAM pun kini enggan memberikan harga jangka pendek. Mereka justru meminta pelanggan untuk menandatangani kontrak jangka panjang. Walhasil, banyak perusahaan yang sudah teken kontrak pun jadi was-was akan ketersediaan stok mereka ke depan.
Tidak berhenti di situ, TrendForce juga memprediksi masalah lain yang mungkin bikin kita kecewa. Konfigurasi PC kelas atas tahun 2026 diprediksi bakal turun kualitasnya! PC flagship yang biasanya menawarkan RAM 64 GB dan SSD 2 TB, bisa jadi hanya akan datang dengan RAM 32 GB dan SSD 1 TB. Miris, kan?
Bukti Nyata: Harga RAM di Indonesia Sudah Meroket!
Fenomena kenaikan harga RAM ini sudah benar-benar terjadi dan bisa kita rasakan langsung, termasuk di Indonesia! Harga RAM global memang sudah meroket sejak pertengahan 2025, dengan kenaikan yang ekstrem hingga ratusan persen. Lonjakan harga untuk DDR4 dan DDR5 terjadi di berbagai negara, dan banyak pengguna yang mengeluh kesulitan merakit PC karena harganya yang terus naik.
Mari kita lihat datanya! Berdasarkan pantauan PCPartPicker, harga RAM sudah naik sejak Juni dan berlanjut hingga Oktober 2025. Contohnya, RAM DDR5-6000 32 GB yang sebelumnya bisa dibeli di bawah 100 dollar AS (sekitar Rp 1,6 juta), kini harganya sudah menembus di atas 200 dollar AS (sekitar Rp 3,3 juta)! Begitu juga dengan DDR4-3600 32 GB, harganya melonjak dari kisaran 80 dollar AS (Rp 1,3 juta) menjadi sekitar 150 dollar AS (Rp 2,4 juta).
Kalau kita cek marketplace di Indonesia, kondisinya juga sama. Pada akhir November 2025, harga RAM DDR5 32 GB terpantau berada di kisaran Rp 3 juta sampai Rp 5 juta. Untuk varian 64 GB, harganya bahkan bisa menyentuh Rp 10 juta ke atas! DDR4 pun ikut terdampak, dengan varian 64 GB dijual di kisaran Rp 5 juta hingga Rp 7 juta.
WPG Indonesia, salah satu distributor komponen PC ternama di dalam negeri, mengonfirmasi bahwa lonjakan harga di tingkat global ikut mendorong kenaikan di pasar ritel Indonesia. Mereka menyebutkan, kit DDR5 32 GB secara global melonjak lebih dari 170% dibanding akhir 2024, dari sekitar 80 dollar AS menjadi 160–170 dollar AS.
Prediksi Suram: Kapan Krisis Ini Berakhir?
Yang lebih mengkhawatirkan, sejumlah analis memprediksi bahwa kenaikan harga RAM ini mungkin akan berlangsung selama beberapa tahun ke depan dan belum akan membaik dalam waktu dekat. Kok bisa? Ternyata, banyak perusahaan AI sekarang berbondong-bondong meningkatkan kemampuan sistem server mereka.
Selain membutuhkan GPU yang kuat, mesin AI juga sangat bergantung pada RAM yang besar dan banyak agar bisa berjalan lancar. Kabarnya, produsen memori kini lebih memprioritaskan pembuatan DRAM dan NAND untuk server AI yang kapasitasnya jauh lebih besar. Belum lagi, komponen High Bandwidth Memory (HBM) untuk server AI juga ‘menyedot’ jalur produksi DRAM, sehingga pasokan untuk RAM PC makin berkurang.
Gelombang pesanan dalam jumlah sangat besar dari raksasa AI seperti OpenAI, Nvidia, dan penyedia layanan cloud memperparah keadaan. Dua produsen memori global, Adata dan Team Group, pun membenarkan bahwa industri kini menghadapi “kekurangan pasokan yang belum pernah terjadi sebelumnya”, yang mencakup DRAM, NAND, hingga komponen HDD.
Pada akhirnya, kondisi ini diprediksi akan terus berlanjut selama ekspansi AI masih meningkat. Penambahan kapasitas pabrik oleh produsen memori yang seharusnya bisa menjadi solusi, nyatanya tidak bisa dilakukan secara instan. Pembangunan fasilitas semikonduktor membutuhkan waktu bertahun-tahun. Jadi, bersiaplah menghadapi era di mana harga laptop dan komponen PC bisa semakin ‘gila’ dalam waktu yang cukup panjang!
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Indonesiaartnews.or.id










