Dentmas.id – Google dikabarkan tengah mempersiapkan sebuah sistem operasi revolusioner untuk laptop yang mereka beri nama Aluminium Operating System atau ALOS. Tak tanggung-tanggung, ALOS ini hadir dengan misi yang sangat jelas: untuk menggantikan ChromeOS yang sudah ada sebelumnya. Lebih dari itu, ALOS juga secara resmi membuka jalan bagi pengalaman Android yang kita cintai untuk menjelma menjadi kekuatan baru di ekosistem PC. Akibatnya, dunia komputasi personal diprediksi akan mengalami perubahan besar!

Misteri Nama Kode dan Jejak Digital
Selanjutnya, nama kode “Aluminium OS” ini bukanlah isapan jempol belaka. Sebagai bukti, jejak perkembangan terbaru dari rencana raksasa teknologi ini untuk melebur ChromeOS dan Android bisa kita temukan dengan mudah. Jejak tersebut tersebar luas di berbagai dokumen internal, laporan bug, hingga lowongan pekerjaan yang sengaja dipublikasikan oleh Google sendiri. Dengan demikian, semua petunjuk mengarah pada satu titik: sebuah platform penyatuan yang sedang digarap serius.
Bagi yang belum familier, mari kita ingat sejenak asal-usulnya. Pada mulanya, ChromeOS lahir justru dari peramban Chrome yang sederhana. Kemudian, sistem operasi ini berevolusi menjadi OS untuk laptop ringan yang sangat mengandalkan komputasi cloud. Di sisi lain, Android tumbuh pesat menjadi OS lengkap yang mendominasi ponsel, tablet, TV, hingga perangkat IoT. Kini, Google dengan berani berencana menggabungkan kedua kekuatan raksasa ini dalam satu platform baru yang sangat ditunggu.
Aluminium Bukan Aluminum: Filosofi di Balik Nama
Hebatnya, Google memilih nama “Aluminium”, BUKAN “Aluminum”! Sebelumnya, di ajang Snapdragon Summit 2025 pada September lalu, Rick Osterloh yang menjabat sebagai Senior Vice President Devices and Services Google, sudah mengonfirmasi langkah besar perusahaan ini. Mereka akan mulai menggabungkan ChromeOS dengan Android pada tahun 2026. Namun sayangnya, ketika itu Google tidak banyak merinci soal rencana besar mereka. Alhasil, kita semua dibuat penasaran dengan codename, fitur barunya, dan detail-detail lainnya yang masih diselimuti misteri.
Kini, petunjuk tentang OS laptop baru hasil peleburan ChromeOS dan Android ini semakin jelas. Salah satu bukti terkuatnya berasal dari sebuah lowongan kerja Google yang berjudul “Senior Product Manager, Android, Laptop and Tablets”. Lowongan mengejutkan ini pertama kali berhasil ditemukan oleh seorang tipster bernama Forst Core di platform Telegram. Dalam deskripsi lowongan kerja tersebut tertulis dengan sangat jelas bahwa kandidat nantinya akan bertugas mengembangkan “Aluminium, Android-based operating system”. Oleh karena itu, ini secara tidak langsung mengonfirmasi bahwa Aluminium adalah codename untuk platform laptop baru yang menyatukan Android dan ChromeOS.
Menurut analisis mendalam dari media teknologi terpercaya, Android Authority, Google kemungkinan besar sengaja memilih kata “Aluminium” karena memiliki awalan “AL”. Awalan ini bisa jadi merupakan penekanan bahwa OS ini memang dirancang khusus untuk Android Laptop (AL). Selain itu, bisa juga ini merupakan permainan kata yang simbolik untuk mengindikasikan unsur AI (Artificial Intelligence) yang akan menjadi inti dari sistem operasi ini. Yang lebih menarik, Google dengan sengaja menggunakan ejaan Inggris “Aluminium”, bukan “Aluminum” ala Amerika. Tradisi penggunaan nama logam berakhiran “-ium” ini sengaja dilanjutkan untuk membuatnya merasa seperti “keluarga” yang sama dengan ChromeOS (yang dasarnya adalah Chromium), meskipun dengan fondasi yang sama sekali berbeda, yaitu Android.
Target Premium dan Masa Depan ChromeOS
Lalu, apakah ALOS akan hadir untuk semua segmen laptop? Selama ini, Chromebook berbasis ChromeOS sangat identik dengan perangkat murah, terutama di kelas pendidikan. Namun, dokumen rekrutmen Google justru menunjukkan hal yang sebaliknya. Nyatanya, Aluminium OS diproyeksikan akan hadir di perangkat dari berbagai kelas harga, tidak terkecuali segmen premium yang mewah. Lowongan tersebut dengan terang menjelaskan bahwa manajer produk akan mengatur portofolio perangkat ChromeOS dan Aluminium OS yang meliputi laptop, tablet, detachable, hingga Mini PC (yang disebut “boxes”). Bahkan, Google dikabarkan menyiapkan tingkatan kelas perangkat, mulai dari AL Entry, AL Mass Premium, hingga AL Premium. Artinya, Google tampaknya tidak ingin OS barunya ini hanya dipasarkan untuk PC murah saja. Mereka justru ingin bersaing langsung dengan raksasa seperti Windows dan macOS, khususnya di segmen menengah dan atas.
Pertanyaan besarnya, apakah nama ChromeOS akan dihapus? Meskipun fondasinya akan berubah total menjadi Android, bukan berarti nama ChromeOS akan mati begitu saja. Dalam beberapa laporan bug, para insinyur Google sendiri menyebut sistem yang ada sekarang sebagai “ChromeOS Classic” atau “non-Aluminium ChromeOS”. Fakta ini memunculkan dugaan kuat bahwa Google bisa saja tetap mempertahankan nama ChromeOS, tetapi dengan menyematkan mesin baru berbasis Android 17 atau Android 18 di baliknya. Meski demikian, tidak tertutup kemungkinan juga Google akan memperkenalkan nama baru seperti “Android Desktop”, mengingat ambisi besar perusahaan untuk lebih mengangkat brand Android ke level yang lebih tinggi.
Kolaborasi dengan Qualcomm dan Timeline Rilis
Yang pasti dan sudah dikonfirmasi, OS hasil peleburan ChromeOS dan Android ini akan memiliki integrasi yang sangat erat dengan Gemini, model bahasa besar (LLM) andalan Google. Hal ini sejalan dengan visi perusahaan yang ingin membawa AI ke seluruh lini perangkat, termasuk PC. “Sekarang kami sedang menggabungkannya. Google membangun fondasi teknis yang sama untuk produk kami di PC dan desktop, membawa model Gemini, asisten AI, serta seluruh aplikasi dan komunitas pengembang Android ke ekosistem PC,” tegas Osterloh dengan penuh keyakinan.
Untuk mewujudkan ambisi besar ini, Google berkolaborasi dengan Qualcomm. Menariknya, CEO Qualcomm, Cristiano Amon, disebut-sebut sudah melihat versi awal dari sistem gabungan ChromeOS-Android ini dan ia mengaku sangat terkesan. “Saya sudah melihatnya, dan itu luar biasa. Ini benar-benar mewujudkan visi konvergensi mobile dan PC. Saya tidak sabar untuk segera memilikinya,” ujar bos Qualcomm dengan antusias.
Terakhir, Google sudah mengonfirmasi bahwa OS baru yang sangat dinantikan ini akan dirilis pada tahun 2026, meskipun belum jelas apakah di paruh pertama atau kedua tahun tersebut. Sementara itu, laporan internal menunjukkan bahwa Google sedang gencar menguji build Android 16 untuk perangkat pengembangan. Akan tetapi, versi publik kemungkinan besar akan menggunakan Android 17, yang direncanakan rilis tahun depan. Lebih banyak detail tentang penggabungan epik ini diperkirakan akan dibuka oleh Google pada tahun 2026. Dunia teknologi pun ditunggu untuk menyambut era baru komputasi!
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Exposenews.id










