Dentmas.id – Nah, beginilah caranya Google menunjukkan taringnya! Raksasa teknologi itu baru saja mengumumkan fitur keamanan revolusioner yang dijuluki Fake Call Detection alias Deteksi Panggilan Palsu.
Sesuai dengan namanya yang keren, fitur canggih ini punya misi utama untuk melindungi para pengguna Android dari ulah jahat penipuan telepon yang dengan liciknya memanfaatkan kecerdasan buatan (AI). Jadi, jangan heran kalau nantinya ponsel Anda bisa lebih waspada dari sebelumnya!
Fitur ini sengaja dirancang untuk memblokir berbagai modus penipuan yang kian merajalela. Pelaku kejahatan kini menggunakan teknologi AI deepfake untuk meniru suara orang lain dengan sangat meyakinkan—mulai dari anggota keluarga, teman dekat, atasan kantor, hingga tokoh terkenal sekalipun.
Berdasarkan pernyataan resmi Google, fitur Fake Call Detection akan mulai digulirkan secara global pada bulan Juni 2026 mendatang. Peluncurannya dilakukan melalui aplikasi Phone by Google khusus untuk perangkat Android versi 12 ke atas. Menariknya, lini ponsel Pixel kebagian jatah menjadi yang pertama merasakan fitur ini.
Modus Penipu Makin Licin, Giliran Google yang Balas Menyerang
Menurut penjelasan dari pihak Google, para penjahat kini mulai meninggalkan trik kuno menggunakan nomor telepon tak dikenal. Mereka sekarang beralih ke metode yang jauh lebih meyakinkan, yaitu dengan memalsukan nomor kontak terpercaya sekaligus meniru suara korbannya menggunakan kecanggihan AI.
Coba bayangkan skenario mengerikan ini! Anda bisa saja menerima panggilan telepon yang dengan percaya diri menampilkan nama “Ibu” di layar ponsel. Begitu diangkat, suara yang terdengar pun bakal identik dengan suara ibu Anda yang sesungguhnya. Seram, kan?
Padahal di balik layar, sang penelepon sebenarnya adalah penipu ulung yang dengan ahli menggunakan teknologi AI untuk meniru suara target korbannya. Biasanya mereka akan memanipulasi situasi darurat dan dengan pura-pura panik meminta uang segera dikirim. Untunglah sekarang Google punya jawabannya!
Begini Cara Kerja Fitur Anti-Scam yang Bikin Penipu Merana
Tanpa basa-basi, Google pun menjelaskan bahwa fitur canggih ini akan aktif secara default dan langsung bekerja otomatis di latar belakang ponsel Anda. Jadi tidak perlu repot-repot mengaktifkan manual!
Begini detail cara kerjanya yang menarik: Ketika seseorang dalam daftar kontak Anda menelepon, dan kedua belah pihak sama-sama menggunakan aplikasi Phone by Google, secara ajaib perangkat si penelepon akan langsung mengirimkan sinyal verifikasi khusus ke perangkat penerima.
Dengan gaya khasnya, Google menyebut mekanisme ini sebagai “digital handshake” atau jabat tangan digital antar-perangkat. Keren banget, kan istilahnya?
Sinyal verifikasi khusus ini memiliki fungsi vital sebagai bukti otentik bahwa panggilan tersebut memang berasal dari perangkat asli milik kontak yang tersimpan di ponsel Anda. Jadi tidak ada celah untuk dipalsukan!
Lalu bagaimana jika ada pihak lain yang dengan nakal mencoba menyamar sebagai kontak terpercaya? Tenang, sinyal verifikasi tersebut pasti tidak akan ditemukan alias tidak akan muncul di layar perangkat Anda. Sistem langsung curiga!
Dalam kondisi mencurigakan seperti ini, perangkat Android pengguna akan secara otomatis melakukan pengecekan tambahan ke perangkat asli milik kontak tersebut. Proses ini berjalan mulus tanpa sepengetahuan Anda.
Apabila perangkat asli mengonfirmasi bahwa dirinya tidak sedang melakukan panggilan apa pun, maka Anda bakal langsung menerima peringatan mencolok di layar. Peringatan itu dengan tegas menyarankan untuk segera mengakhiri panggilan sebelum hal buruk terjadi.
Menariknya lagi, Google mengungkapkan bahwa fitur ini dibangun di atas fondasi teknologi Rich Communication Services (RCS). Teknologi yang sama ini juga dipakai untuk berbagai fitur pesan modern di Android.
Karena berbasis RCS, Google dengan percaya diri mengeklaim bahwa teknologi serupa ini berpotensi besar untuk diadopsi oleh aplikasi maupun perusahaan lain di masa mendatang. Seperti yang dihimpun langsung dari laporan Tech Crunch. Kolaborasi industri pun jadi terbuka lebar!
Bukan Cuma Anti-Scam! Google Juga Siapkan Fitur Wardrobe di Google Photos
Ternyata tidak hanya fitur Deteksi Panggilan Palsu saja yang menggemparkan. Google juga mengumumkan sederet pembaruan fitur lain yang tak kalah menarik untuk ekosistem Android mereka.
Salah satu yang paling bikin penasaran adalah fitur baru di Google Photos yang dinamakan Wardrobe. Unik sekali, bukan?
Fitur kreatif ini memungkinkan pengguna untuk mengelompokkan berbagai pakaian yang dikenakan dalam koleksi foto mereka. Hasilnya, foto-foto tersebut akan berubah menjadi kumpulan snapshot yang dengan mudah dapat dijelajahi langsung dari ponsel. Sangat praktis untuk para pecinta fashion!
Fitur Wardrobe di Google Photos rencananya akan mulai tersedia pada minggu kedua bulan Juni 2026. Awalnya hanya untuk pengguna Android versi 10 ke atas yang berada di Amerika Serikat, India, dan Brasil. Tapi siapa tahu menyusul ke Indonesia, ya!
Selain itu, aplikasi Google Play Books juga kebagian fitur baru bernama Catch me up. Fitur ini bisa merangkum kembali alur cerita sebuah buku dengan ringkas sehingga pengguna jadi lebih mudah melanjutkan bacaan yang sempat ditinggalkan berbulan-bulan. Cocok banget buat yang sering lupa!
Yang terakhir, fitur Circle to Search juga mendapat peningkatan kemampuan. Sekarang fitur ini dapat mengenali seluruh item dalam sebuah outfit sekaligus dalam satu kali lingkaran. Bayangkan kemudahannya! Anda tidak perlu lagi mencari setiap item pakaian satu per satu secara membosankan.
Pembaruan Circle to Search tersebut kini sudah tersedia untuk perangkat Android versi 14 ke atas yang mendukung fitur tersebut. Segera cek ponsel Anda dan rasakan kemudahannya!
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com










