Dentmas.id – Gila! Google baru saja melakukan langkah gila yang bikin dunia teknologi berdecak kagum! Bayangkan, mereka dengan percaya diri membangunkan kembali “raksasa tidur” alias pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) yang sudah lama mati suri di Iowa, AS. Sebagai bukti keahlian mereka dalam membaca tren, lonjakan kebutuhan listrik yang dipicu oleh proyek kecerdasan buatan (AI)-lah yang memaksa sang raksasa pencarian ini mengambil tindakan nekad ini. Pada akhirnya, AI yang cerdas itu ternyata sangat rakus daya, lho!

Kolaborasi Google dengan NextEra Energy
Nah, untuk mewujudkan misi ambisius ini, Google pun tidak main-main. Dengan penuh kewenangan, mereka langsung menggandeng NextEra Energy, salah satu perusahaan energi terbarukan terbesar, untuk menghidupkan kembali Duane Arnold Energy Center. Faktanya, PLTN ini bukan sembarang pembangkit, melainkan satu-satunya di seluruh negara bagian Iowa!
Sebagai informasi, fasilitas nuklir ini sebelumnya memang sengaja ditutup pada tahun 2020, atau sekitar setengah dekade yang lalu. Kini, dengan semangat baru, Google menargetkan “zombie nuklir” ini sudah harus beroperasi penuh pada kuartal pertama 2029.
Ternyata, Google harus bersabar menunggu izin dari regulator setempat, yang pastinya memakan waktu cukup panjang. Selain itu, kesepakatan superpanjang antara Google dan NextEra Energy akan dijalin selama 25 tahun ke depan.
Melalui kerja sama strategis ini, Google berencana membeli listrik secara masif dari pembangkit berkapasitas 615 megawatt itu. Tujuannya jelas, yaitu untuk mendukung infrastruktur cloud dan AI mereka di wilayah tersebut yang semakin haus energi.
Di sisi lain, NextEra Energy juga menunjukkan keseriusannya. Baru-baru ini, mereka secara resmi mengambil alih seluruh kepemilikan fasilitas ini setelah mengakuisisi sisa saham minoritas dari dua koperasi energi lokal. Dengan kata lain, mereka sekarang memegang kendali penuh atas masa depan PLTN tersebut.
Demam AI Picu Revolusi Energi Nuklir
Lalu, apa arti semua ini bagi dunia teknologi? Pada dasarnya, kembalinya PLTN ini membuktikan satu hal: permintaan energi yang melonjak drastis akibat AI telah memaksa raksasa teknologi seperti Google berlomba mencari sumber daya yang lebih stabil dan sekaligus rendah karbon.
Oleh karena itu, Google menilai bahwa menghidupkan kembali fasilitas nuklir yang sudah ada merupakan cara tercepat dan paling efisien untuk menyediakan pasokan energi bersih dalam skala besar.
Menariknya, fenomena ini sangat sejalan dengan perkembangan teknologi reaktor modular kecil (SMR) yang diklaim lebih aman dan hemat biaya. Bahkan, kabarnya beberapa perusahaan teknologi lain juga sedang menjajaki proyek serupa untuk menjamin pasokan daya bagi pusat data mereka.
Singkatnya, tren “kebangkitan nuklir” untuk AI ini sedang panas-panasnya!
Di tingkat pemerintahan, Gubernur Iowa, Kim Reynolds, menyambut gembira proyek ini. Menurutnya, langkah ini memperkuat posisi Iowa sebagai pusat energi bersih terdepan di Amerika Serikat.
Visi Masa Depan dan Ekspansi Nuklir
Di balik layar, CEO NextEra Energy, John Ketchum, dengan penuh semangat menyatakan bahwa kemitraan dengan Google tidak hanya membawa kembali energi nuklir ke Iowa. Lebih dari itu, kolaborasi ini juga mempercepat pengembangan teknologi nuklir generasi berikutnya yang lebih canggih.
Di sisi lain, CFO Google, Ruth Porat, menyebut investasi ini sebagai contoh nyata dari langkah-langkah berani yang mutlak dibutuhkan. Tujuannya, untuk memperluas kapasitas energi nasional, menjaga harga listrik tetap terjangkau, dan menopang pertumbuhan ekonomi berbasis AI.
Sebelum proyek monumental ini disetujui, NextEra Energy telah melakukan evaluasi teknis yang sangat mendalam. Selain itu, mereka juga berkoordinasi intensif dengan regulator serta Komisi Regulasi Nuklir AS untuk memastikan segala sesuatunya berjalan lancar dan aman.
Yang lebih mencengangkan lagi, kedua raksasa ini dikabarkan sedang menjajaki proyek-proyek nuklir tambahan di berbagai wilayah Amerika Serikat lainnya. Misi mereka jelas: memperkuat jaringan energi bebas karbon untuk masa depan.
Sebagai penutup, perlu kita ingat bahwa pada awal tahun ini, Google juga mendanai tiga proyek nuklir baru bersama perusahaan energi Elementl Power. Menariknya, masing-masing proyek tersebut memiliki kapasitas lebih dari 600 megawatt.
Dengan demikian, komitmen Google terhadap energi nuklir sebagai tulang punggung era AI sudah tidak perlu diragukan lagi. Pada intinya, ini baru awal dari revolusi energi bersih yang digerakkan oleh teknologi!
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Exposenews.id










