Jakarta, Dentmas.id – Di tengah pesatnya kemajuan teknologi dan digital, modus scam atau penipuan online justru kian merajalela. Yang mencengangkan, sasaran empuknya bukan cuma orang tua atau kaum lansia, melainkan juga para generasi muda yang melek teknologi.
Faktanya, sebuah studi terbaru dari Deloitte pada 2023 bahkan mengungkapkan sebuah temuan mengejutkan: Gen Z (usia 12-29 tahun) ternyata tiga kali lebih berisiko jatuh ke dalam jerat penipuan online jika dibandingkan dengan generasi baby boomer. Lantas, mengapa bisa demikian? Ternyata, para penipu dengan pintarnya menyasar remaja dan anak muda melalui platform-platform yang paling mereka gemari, terutama media sosial, game online, dan aplikasi pesan singkat.
Lalu, gimana sih caranya agar Gen Z bisa lebih kebal dan terlindungi dari jebakan scam yang semakin canggih? Simak beberapa tips jitu berikut ini!
1. Jangan Gampang Percaya Sama Iklan di Medsos!

Pertama-tama, kita semua harus waspada. Para penipu kerap menampilkan iklan di media sosial (medsos) dengan penawaran yang menggiurkan dan terkesan too good to be true (terlalu indah untuk menjadi kenyataan). Oleh karena itu, kamu harus selalu ingat: tidak semua yang kamu lihat secara online itu nyata adanya, lho!
Sebelum memutuskan untuk membeli sebuah barang atau jasa, sangat disarankan untuk melakukan riset kecil-kecilan terhadap perusahaan atau brand tersebut terlebih dahulu guna memastikan kredibilitas dan reputasinya.
2. Kendalikan Diri dan Batasi Akses Kartu Kredit!

Selanjutnya, poin yang tak kalah penting adalah soal kontrol diri. Jika informasi kartu kredit tersimpan begitu saja di ponsel atau game seperti Roblox, risikonya sangat besar untuk mengalami pembelian tidak resmi yang dilakukan oleh orang lain. Selain itu, remaja yang sering bertransaksi online tidak selalu mampu membedakan situs mana yang berbahaya dan mana yang terpercaya.
Maka dari itu, sebagai Gen Z yang cerdas, kamu harus bisa menahan diri dan memiliki self-control yang kuat untuk membatasi keinginan belanja yang impulsif.
kunjungi juga laman berita terikini di Exposenews.id
3. Jaga Betul-Betul Kerahasiaan Informasi Pribadimu!

Di era serba digital seperti sekarang, membagikan informasi sederhana seperti tanggal lahir, kota asal, atau bahkan nama hewan peliharaan mungkin terlihat sepele. Akan tetapi, justru informasi-informasi kecil inilah yang seringkali dimanfaatkan oleh para penipu untuk mencuri identitas seseorang.
Maka, sudah seharusnya sebagai Gen Z yang melek digital, kamu harus lebih berhati-hati dan selektif dalam membagikan data pribadi. Apalagi, para scammer terus mengembangkan cara-cara baru yang lebih inovatif untuk menguras uang dan mencuri data korbannya. Untuk itulah, semua orang, khususnya generasi muda, perlu meningkatkan kewaspadaan.
4. Makin Bijak Saat Bertransaksi Digital, Yuk!

Bagi Gen Z, tradisi mentransfer uang untuk bayar makan setelah nongkrong atau meeting di kantor pasti sudah sangat biasa. Namun, kecerobohan seperti salah ketik nominal atau salah kirim ke orang yang tidak dikenal masih sering terjadi.
Oleh sebab itu, setiap orang harus memastikan bahwa mereka membayar kepada orang yang tepat. Jangan sampai kamu mengirim uang kepada orang yang tidak dikenal atau alamat yang mencurigakan.
Perlu diingat, penipuan melalui platform digital memang sering terjadi. Tingginya minat anak muda dalam bertransaksi digital pun membuat mereka menjadi sasaran yang empuk bagi oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Karena itu, saat bertransaksi digital, pastikan kamu melakukannya melalui platform resmi dan terpercaya, seperti dompet digital DANA.
Kabarnya, DANA kini memberikan jaminan keamanan transaksi dengan layanan Jaminan 100% Uang Kembali melalui program DANA Protection. Dengan fitur andalan ini, pengguna bisa merasa semakin #AmanDariBadman.
Layanan proteksi ini bisa kamu manfaatkan ketika mengalami musibah, seperti terkena pencurian hingga penipuan. Meski demikian, terdapat beberapa syarat dan ketentuan yang perlu dipenuhi, di antaranya:
- HP hilang dan akun diambil alih orang lain.
- Adanya transaksi yang tertahan (pending).
- Pengguna DANA Premium yang telah mengaktifkan DANA VIZ dan tidak pernah membagikan PIN/OTP kepada siapapun.
- Laporan harus dibuat kepada DIANA (chatbot DANA) paling lambat setelah kejadian.
- Klaim akan gagal jika kejadian disebabkan oleh kelalaian pengguna sendiri atau tidak adanya bukti yang cukup.
Nah, untuk cara klaimnya, kamu bisa ikuti langkah-langkah simpel berikut:
- Tap menu DANA Protection yang ada di Beranda aplikasi DANA.
- Baca dengan saksama detail perlindungan apa saja yang diberikan.
- Tap tombol DIANA untuk mengakses layanan bantuan.
- Informasikan dan laporkan kendala yang kamu alami secara detail.
- Kirimkan semua detail transaksi dan dokumen pendukung yang diminta untuk mempercepat proses klaim.
- Pantau terus perkembangan proses klaimmu melalui DIANA.
Dengan adanya layanan ini, pengguna bisa bertransaksi di DANA dengan perasaan aman dan tanpa khawatir. Apalagi, DANA juga telah dilengkapi dengan segudang sertifikasi keamanan berkelas internasional. Beberapa di antaranya adalah ISO 27001 untuk Manajemen Keamanan Informasi, PCI-DSS (Payment Card Industry Data Security Standard), serta kebijakan Zero Data Sharing.
Tak hanya itu, operasional e-wallet DANA juga telah memenuhi semua regulasi dan diawasi secara ketat oleh Bank Indonesia. Jadi, sudah pasti bertransaksi di DANA terjamin keamanannya, mudah, dan nyaman. Yuk, segera download dan gunakan dompet digital DANA agar aktivitas transaksi onlinemu makin aman dan terhindar dari scam!










