Dentmas.id – Bayangin aja, Misi Artemis II yang super keren ini nggak cuma jadi saksi sejarah manusia balik lagi ke Bulan, tapi juga punya cerita nyeleneh yang bikin geleng-geleng kepala: para astronot sempat kena gangguan aplikasi e-mail Microsoft Outlook pas lagi asyik melayang di luar angkasa. Iya, beneran!

Kejadian Gokil Terungkap dari Siaran Langsung NASA
Nah, insiden unik ini pertama kali kebongkar lewat siaran langsung (live stream) resmi NASA, tepat saat pesawat antariksa Orion Capsule lagi menjalankan misinya. Dalam potongan video yang langsung viral, Komandan Misi Reid Wiseman dengan suara agak gemes menghubungi Mission Control di Houston. Dia ngeluh ada kendala teknis yang bikin pusing.
“Aneh banget, gua liat ada dua ikon Microsoft Outlook, dan dua-duanya nggak mau ngefungsi kalau lo mau konek jarak jauh,” ujar Wiseman dengan nada setengah kesal, sekitar 13 jam setelah roket mereka meluncur mulus.
Mendengar keluhan itu, tim kendali di Bumi langsung gerak cepat. Mereka nggak mau ambil pusing dan segera melakukan pengecekan jarak jauh alias remote troubleshooting. Kira-kira satu jam kemudian, kabar baik datang: sistem Outlook akhirnya bisa dibuka lagi, meskipun tampilannya masih mode offline.
“Untuk masalah Outlook tadi, kita berhasil buka. Emang bakal kelihatan ‘offline’, dan itu sesuai ekspektasi di luar angkasa,” jelas petugas komunikasi kapsul (Capsule Communicator) dari Mission Control dengan nada lega.
Tenang, Nggak Bahaya Kok Buat Misi Utama!
Memang kedengarannya absurd banget, astronot masa kini masih ribet sama error Outlook di tengah perjalanan ke Bulan. Tapi NASA langsung buru-buru menegaskan bahwa gangguan macam ini SAMA SEKALI nggak mempengaruhi sistem utama misi. Jadi jangan panik dulu, ya!
Kenapa begitu? Karena sistem penerbangan dan navigasi paling kritis itu berjalan di infrastruktur terpisah yang jauh lebih aman, khusus, dan sudah diuji mati-matian. Jadi meskipun Outlook-nya ngambek, roketnya tetap melesat dengan mulus.
Dalam misi sebesar Artemis II, aplikasi kayak Outlook ini cuma dipakai sebagai bagian dari sistem pendukung yang sifatnya non-kritis. Fungsinya cuma buat ngatur jadwal, nyatet catatan pribadi, atau komunikasi administratif sehari-hari. Nggak lebih dari itu.
Lho, Kok Bisa Pakai Outlook di Pesawat Luar Angkasa?
Pasti lo pada mikir, “Masa sih ke Bulan masih pake Outlook kayak karyawan kantoran?” Eits, ternyata ada alasannya, lho! NASA sengaja memanfaatkan perangkat lunak komersial atau istilah kerennya Commercial Off-The-Shelf (COTS) untuk kebutuhan operasional sehari-hari para astronot.
Dengan sistem ini, kru bisa pakai antarmuka yang udah familiar banget kayak Windows dan aplikasi e-mail. Tujuannya biar mereka gampang akses informasi, komunikasi santai, atau ngerjain tugas non-teknis selama misi berlangsung. Jadi nggak perlu ribet belajar sistem baru yang ribet.
Tapi ingat, untuk sistem inti kayak navigasi, kendali penerbangan, dan komunikasi utama, NASA tetep setia sama perangkat keras tahan radiasi plus perangkat lunak khusus yang udah diuji mampus-mampusan. Jadi aman terjamin.
Warganet Auto Ngakak dan Komentar Nyelekit
Momen kocak ini langsung nyedot perhatian publik di media sosial. Salah satu pengguna BlueSky, Niki Grayson, bahkan ikut nimbrung dengan nada bercanda yang bikin ngakak. Dia mempertanyakan kenapa astronot yang dikirim ke Bulan aja masih harus berurusan dengan error Outlook kayak pegawai kantoran biasa.
“Hadeh, sampe ke Bulan pun ternyata nggak bisa kabur dari error Outlook,” tulis Niki dengan gaya sarkas yang langsung dibanjiri like dan retweet.
Yang lebih lucu lagi, banyak netizen yang nyamain nasib astronot sama pegawai kantoran yang setiap pagi ngeliat layar “Outlook is not responding”. Bedanya, kalau pegawai kantoran cuma jalan ke pantry, kalau astronot ini lagi di tengah luar angkasa yang nggak ada pantaran listrik buat nge-restart.
Tenang, Misi Tetap Jalan Mulus Meski Outlook Error
Meskipun ada gangguan receh kayak gini, Misi Artemis II tetep berjalan sesuai rencana tanpa halangan berarti. Para kru dengan tenang melanjutkan perjalanan mengelilingi Bulan dalam misi yang bakal berdurasi sekitar 10 hari. Misi ini sendiri jadi langkah super penting menuju pendaratan manusia lagi di Bulan pada misi Artemis berikutnya.
Jadi intinya, insiden kecil ini cuma jadi pelajaran berharga bahwa meskipun teknologi antariksa sudah secanggih sekarang, masalah teknologi sehari-hari kayak error aplikasi e-mail tetep bisa muncul kapan aja dan di mana aja. Termasuk di luar angkasa sekalipun!
Yang penting, masalah ini nggak berdampak sama sekali pada keselamatan maupun tujuan utama misi. Para astronot tetap aman, roket tetap meluncur, dan Bulan tetap jadi target utama. Hanya saja, mereka mungkin bakal mikir dua kali buat buka Outlook di tengah perjalanan antariksa berikutnya.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










