Dentmas.id – Para orang tua sekarang punya senjata rahasia! Mereka bisa diam-diam “memblokir” derasnya video pendek alias YouTube Shorts agar tidak menggoda buah hati mereka. Caranya? Langsung dari aplikasi YouTube yang biasa dipakai!

Ternyata, “blokir” di sini artinya memanfaatkan fitur Shorts Daily Time Limit yang baru saja ditingkatkan kecanggihannya. Kini, fitur tersebut menghadirkan pilihan batas waktu 0 (nol) menit. Dengan kata lain, orang tua tinggal menggeser pengaturan pembatas waktu ke angka 0, dan poof! Konten Shorts pun langsung hilang dari jangkauan anak.
Perlu diketahui, kabar pembaruan ini langsung disampaikan oleh sang Vice President Product Management YouTube, Jennifer Flannery O’Connor, melalui blog resmi perusahaan. Sebenarnya, fitur pembatasan Shorts Daily Time Limit sendiri sudah meluncur sekitar Oktober 2025 lalu. Namun saat itu, batas waktu yang tersedia hanya berkisar antara 15 hingga 120 menit. Pilihan untuk benar-benar mematikan akses Shorts sama sekali belum ada.
“Ini adalah fitur pertama di industri yang benar-benar menyerahkan kendali penuh kepada orang tua atas konsumsi konten video pendek anak mereka,” tegas Jennifer. Tak hanya itu, dia juga menekankan bahwa fitur ini tetap memberi fleksibilitas dalam penggunaan YouTube. Maksud dari fleksibilitas ini adalah, batas harian untuk menonton YouTube Shorts bisa orang tua ubah kapan saja, sesuai situasi dan kondisi. Misalnya, saat sedang dalam perjalanan liburan panjang, orang tua bisa mengizinkan anak menonton Shorts selama 60 menit sehari. Sebaliknya, ketika waktu tidur tiba, pengaturan bisa langsung dikembalikan ke 0 menit sehingga Shorts tidak dapat diakses.
Tunggu Sebentar, Fiturnya Segera Hadir
Meski demikian, YouTube tidak menyebutkan tanggal pasti kapan fitur ini bisa dinikmati. Mereka hanya berjanji bahwa keunggulan ini akan hadir “dalam waktu dekat”. Berdasarkan pantauan langsung di aplikasi YouTube versi 21.02.35 pada Senin (19/1/2026), opsi waktu 0 menit untuk pembatasan Shorts memang belum terlihat. Jadi, para orang tua mungkin perlu bersabar sebentar.
Selain memberdayakan orang tua untuk menghentikan kebiasaan scroll anak-anak di YouTube Shorts, platform ini juga menyediakan fitur pengingat yang cerdas. Pengingat tersebut bisa diatur untuk waktu tidur (Bedtime Reminder) atau pengingat untuk istirahat sejenak (Take a Break Reminder). Dengan begitu, anak-anak bisa lebih sadar kapan harus berhenti menatap layar.
YouTube Perbarui Rekomendasi untuk Remaja
Di luar fitur pembatasan yang ketat, YouTube juga secara aktif memperbarui sistem rekomendasinya khusus untuk akun remaja, yaitu pengguna di bawah 18 tahun. Perubahan sistem ini dijelaskan secara rinci di laman bantuan (Support) mereka. Pada intinya, sistem rekomendasi YouTube akan lebih mengutamakan dan menonjolkan konten-konten yang dinilai “berkualitas tinggi”, menyenangkan, edukatif, serta sesuai dengan tahap perkembangan usia remaja.
Hebatnya lagi, sistem rekomendasi yang baru ini klaimnya dirancang melalui kolaborasi dengan berbagai lembaga pendidikan dan perwakilan remaja di AS. Lembaga-lembaga terkemuka seperti Youth Advisory Committee, Center for Scholars & Storytellers (UCLA), dan American Psychological Association turut dilibatkan dalam proses pengembangannya. Artinya, pendekatannya tidak hanya teknologis, tetapi juga mempertimbangkan sudut pandang psikologis dan edukatif.
Dapat disimpulkan, langkah-langkah yang diambil YouTube ini menunjukkan komitmen mereka untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih aman dan sehat bagi pengguna muda. Bagi orang tua, kehadiran fitur-fitur terkontrol ini tentu menjadi angin segar di tengah kekhawatiran akan dampak doomscrolling dan konten yang tidak sesuai usia. Kini, kendali ada di tangan Anda untuk mengatur agar waktu screen time buah hati menjadi lebih bermakna dan terarah.
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Desapenari.id










