Dentmas.id – Baru-baru ini, jagat otomotif dan teknologi benar-benar dihebohkan oleh sebuah kabar mengejutkan. Ferrari akhirnya meluncurkan mobil listrik pertamanya yang mereka beri nama Ferrari Luce. Alih-alih mendapat sambutan meriah, kehadiran mobil ini justru memicu badai kritik yang luar biasa. Memang, apa yang salah? Ternyata, sorotan publik tidak hanya tertuju pada statusnya sebagai EV perdana pabrikan kuda jingkrak itu, melainkan juga karena sosok di balik desain mobil ini. Siapa lagi kalau bukan Jony Ive, mantan kepala desain Apple yang legendaris. Bayangkan, orang yang dulu mendesain iPhone, iMac, dan iPad kini bikin mobil Ferrari. Kocak sekaligus kontroversial, bukan?
Untuk diketahui, Ferrari mengembangkan mobil futuristik ini bersama LoveFrom, yaitu firma desain milik Jony Ive dan Marc Newson. Padahal, kedua nama besar ini sebelumnya dikenal luas berkat karya-karya ikonik produk Apple yang super minimalis dan canggih. Namun kali ini, tangan dingin mereka justru menuai polemik. Ferrari Luce resmi diperkenalkan pekan ini sebagai mobil listrik pertama sepanjang sejarah pabrikan asal Maranello itu. Namun alih-alih membuat kagum, desain mobil ini langsung memicu pro dan kontra yang sengit di berbagai platform media sosial. Mulai dari Twitter, Instagram, hingga forum-forum penggemar Ferrari, semuanya ramai membahas keanehan bentuk mobil ini.
Dianggap Buang Jauh-Jauh Identitas Klasik Ferrari
Jujur saja, sebagian besar penggemar berat Ferrari merasa sangat kecewa. Mereka menilai mobil listrik ini sudah terlalu jauh meninggalkan identitas klasik Ferrari sebagai mobil sport agresif dengan mesin bensin yang mengaum. Dulu, Ferrari identik dengan desain garang, aerodinamis sempurna, dan suara khas V8 atau V12 yang bikin merinding. Sekarang? Ferrari Luce hadir dengan wujud yang sangat berbeda. Akibatnya, di media sosial, warganet dengan brutal membandingkan Ferrari Luce dengan berbagai benda konyol.
Ada yang bilang bentuknya mirip vacuum cleaner (penyedot debu), ada pula yang menyebutnya seperti sandal karet, bahkan sampai disamakan dengan mobil Fiat Multipla yang dulu juga terkenal kontroversial karena desainnya aneh bin ajaib. Bayangkan, mobil mewah semahal itu disamakan dengan sandal jepit! Sungguh perbandingan yang sangat menghina bagi pabrikan sekelas Ferrari.
Namun kritik pedas tidak hanya datang dari warganet biasa. Mantan petinggi Ferrari pun ikut angkat bicara dan tak memberikan ampun. Luca di Montezemolo, mantan CEO Ferrari yang sangat dihormati, dengan blak-blakan menyebut mobil listrik ini berisiko “menghancurkan legenda” Ferrari. Menurutnya, desain Luce sudah terlalu radikal dan jauh menyimpang dari DNA merek asal Italia tersebut. Montezemolo khawatir, Ferrari akan kehilangan jati dirinya yang selama puluhan tahun dibangun dengan susah payah. Apakah kekhawatiran ini beralasan? Mari kita lihat lebih detail wujud Ferrari Luce yang sebenarnya.
Bentuknya Beda Jauh dari Ferrari pada Umumnya
Memang harus diakui, Ferrari Luce tampil sangat berbeda dibandingkan model Ferrari mana pun yang pernah kita lihat sebelumnya. Ini bukan cuma soal mesin listrik, tapi seluruh filosofi desainnya berubah drastis. Pertama, mobil ini hadir sebagai kendaraan listrik empat pintu dengan kapasitas lima penumpang. Coba bayangkan, Ferrari selama ini identik dengan coupe dua pintu yang super rendah dan sporty. Tiba-tiba mereka bikin mobil keluarga! Ini jelas sebuah lompatan besar yang sulit diterima oleh para purist.
Lalu dari segi desain, Luce mengusung pendekatan minimalis khas produk Apple. Segala sesuatu terlihat bersih, rata, dan simpel. Bahkan interiornya pun dipenuhi material aluminium CNC yang mewah, ditambah layar digital berukuran besar yang mendominasi dasbor. Uniknya, Ferrari Luce juga mengombinasikan tombol fisik dengan antarmuka sentuh. Pabrikan mengklaim konsep ini terinspirasi langsung dari filosofi desain Apple yang mengutamakan kesederhanaan dan kemudahan penggunaan. Namun justru di sinilah letak masalahnya. Banyak penggemar yang merasa mobil ini kehilangan jiwa dan semangat balapnya. “Ini lebih mirip gadget raksasa daripada mobil sport,” begitu keluh salah satu penggemar di forum online.
Ferrari Tetap Pede Meski Dihujat
Meski badai kritik tengah menghantam keras, Ferrari tampaknya tetap percaya diri dengan langkah besarnya. Pihak perusahaan tidak bergeming. Mereka justru bersikukuh bahwa mobil ini adalah sebuah terobosan. Dikutip langsung dari Reuters, Ferrari dengan tegas menganggap Luce sebagai “statement product” atau produk pernyataan sikap. Melalui mobil ini, Ferrari ingin memperkenalkan arah baru perusahaan di era elektrifikasi global. Mereka sadar bahwa masa depan otomotif adalah listrik, dan mereka tidak mau tertinggal. Maka dari itu, menurut Ferrari, platform EV justru memungkinkan desain kendaraan yang lebih luas, lebih nyaman, dan lebih futuristis dibandingkan mobil sport tradisional yang sempit dan kaku.
Ferrari pun memohon agar publik memberi kesempatan untuk beradaptasi. Mereka menjelaskan bahwa mobil listrik memang tidak membutuhkan kap mesin panjang atau grill besar seperti mobil bensin. Akibatnya, bentuk mobil pun bisa lebih bebas dan fungsional. Dari kacamata perusahaan, Luce adalah mahakarya yang akan menjadi simbol era baru Ferrari. Sayangnya, pasar sepertinya masih butuh waktu untuk mencerna konsep radikal ini. Pasalnya, setelah peluncuran Ferrari Luce, saham perusahaan sempat anjlok sekitar 8 persen. Mengapa? Para investor khawatir mobil tersebut tidak akan diterima dengan baik oleh para penggemar loyal Ferrari yang setia pada mesin bensin dan suara khas kuda jingkrak. Keraguan investor ini menjadi sinyal bahwa jalan Ferrari menuju elektrifikasi mungkin tidak semulus yang dibayangkan.
Konsumen Masih Menunggu dan Melihat
Kini, seluruh mata tertuju pada respons konsumen di masa mendatang. Meskipun telah diperkenalkan secara resmi, pasar tampaknya masih memilih bersikap wait and see. Apakah para kolektor dan penggemar berat Ferrari yang kantongnya tebal akan rela membeli mobil listrik yang desainnya sangat kontroversial ini? Ataukah mereka akan memilih beralih ke merek lain atau tetap mempertahankan Ferrari lawas bensin mereka? Pertanyaan besar ini masih menggantung di udara. Ferrari Luce sendiri dijadwalkan mulai diproduksi pada tahun 2026. Artinya, masih ada waktu dua tahun lagi bagi publik untuk berdebat, bagi Ferrari untuk melakukan penyesuaian, dan bagi pasar untuk menentukan sikap.
Satu hal yang pasti, mobil ini akan menjadi bagian penting dari strategi elektrifikasi Ferrari di masa mendatang. Apakah langkah ini akan menjadi kesalahan terbesar dalam sejarah Ferrari atau justru awal dari kejayaan baru? Hanya waktu yang bisa menjawab. Namun yang menarik, kolaborasi antara desainer iPhone dan pabrikan mobil legendaris ini sudah berhasil menciptakan gejolak yang tak terlupakan. Apakah Anda termasuk yang setuju dengan desain futuristik ini atau justru menganggapnya sebagai penghancur legenda? Mari kita pantau terus perkembangannya. Satu hal yang tidak bisa dipungkiri: Ferrari Luce berhasil membuat dunia bergosip, dan di era media sosial, mungkin itu sudah kemenangan tersendiri. Atau justru mimpi buruk bagi pabrikan berlogo kuda jingkrak itu? Kita tunggu saja.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










