Dentmas.id – Raksasa keamanan siber Eset baru saja memboyong teknologi super canggih bernama Managed Detection and Response (MDR) ke Tanah Air pada awal September lalu. Oleh karena itu, kehadiran inovasi anyar ini langsung mencuri perhatian duniateknologi karena ia sengaja dirancang khusus untuk mengawasi, mendeteksi, menganalisis, hingga mengeksekusi tindakan balasan terhadap berbagai ancaman digital ganas nonstop selama 24 jam penuh.
Menariknya, salah satu senjata pamungkas paling mengerikan yang langsung ditawarkan oleh Eset MDR ini adalah nilai rata-rata Mean Time to Respond (MTTR) yang tergolong kilat, yaitu hanya sekitar enam menit saja. Pada dasarnya, indikator MTTR ini mengukur seberapa cepat durasi yang dibutuhkan oleh sistem keamanan untuk merespons sekaligus menjinakkan bahaya setelah titik ancaman awal berhasil terendus.
Secara logis, makin cepat sebuah virus atau hacker nakal terdeteksi oleh radar keamanan, maka makin kilat pula proses pemulihan serta penanganan masalahnya sebelum kerusakan parah terjadi pada sistem.
Oleh sebab itu, Eset meyakini bahwa rekor kecepatan respons yang luar biasa ini bakal sangat membantu para pemilik bisnis dalam melumpuhkan bahaya secara instan, bahkan ketika seluruh tim IT internal perusahaan sedang terlelap tidur atau libur bertugas. Pasalnya, musuh di dunia maya memang selalu melancarkan serangan jahat mereka kapan saja tanpa pernah mengenal waktu istirahat.
Di samping itu, rahasia utama di balik ketangguhan MDR ini terletak pada perpaduan sempurna antara otomatisasi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) terdepan dan pantauan ketat dari 100 lebih threat hunter alias analis keamanan siber berpengalaman milik Eset.
Alhasil, berkat mekanisme kolaborasi ganda yang canggih ini, setiap perusahaan tidak sekadar menerima notifikasi peringatan membosankan saat ada aktivitas mencurigakan, melainkan mereka juga langsung memperoleh bantuan nyata dalam membedah risiko serta melancarkan aksi mitigasi darurat secara instan.
Lebih lanjut, Chief Technology Officer (CTO) Prosperita Group, Yudhi Kukuh, menegaskan bahwa faktor kecepatan reaksi merupakan kunci hidup-mati sebuah perusahaan lantaran serangan siber modern selalu bergerak jauh lebih cepat dibandingkan dengan lambatnya proses investigasi manual yang biasa dikerjakan oleh staf IT biasa.
“Ancaman siber hari ini bergerak ganas dalam hitungan detik, sementara mayoritas tim IT masih saja terjebak dalam pusaran rutinitas analisis manual yang amat melelahkan di luar jam kerja resmi mereka,” ungkap Yudhi dengan tegas melalui keterangan tertulis yang diterima oleh awak media.
Maka dari itu, menurut penjelasan Yudhi lebih dalam, Eset MDR sengaja meleburkan kekuatan otomatisasi AI mutakhir dengan kepiawaian analisis para pakar internasional demi memangkas durasi respons hingga ke titik terendah.
“Eset MDR, yang mendapatkan dukungan penuh dari PT Prosperita Mitra Indonesia, sukses mengawinkan otomatisasi AI dan kepakaran analisis global guna memangkas durasi reaksi hingga menyisa 6 menit saja, sebuah kecepatan yang sangat krusial demi menghentikan gempuran siber sebelum meremukkan lini bisnis Anda,” tuturnya kembali dengan mantap.
Gak Cuma Kirim Alarm Palsu, Sistem Ini Langsung Bikin Hacker Kena Banned!
Bahkan, Eset MDR terbukti tampil sangat berbeda jika Anda membandingkannya dengan sistem keamanan kuno yang cuma bisa membombardir email tim internal dengan tumpukan pesan alert tanpa tindakan nyata.
Sebab, layanan mutakhir ini memang secara khusus didesain untuk langsung menjalankan fungsi pemantauan ketat, penemuan bahaya, hingga tindakan mengisolasi ancaman secara otomatis dan tanpa henti sepanjang hari.
Selanjutnya, dalam helatan megah acara peluncurannya yang bertempat di Jakarta pada 2 September lalu, Yudhi memaparkan bahwa beragam benteng pertahanan tradisional seperti antivirus dan endpoint detection and response (EDR) kerap kali memuntahkan tumpukan data mentah raksasa yang masih mewajibkan proses analisis mendalam.
Akibatnya, tahapan evaluasi data yang sangat rumit tersebut pasti bakal menyedot banyak waktu serta menguras stamina apabila perusahaan memaksakan seluruh pekerjaannya kepada pundak tim IT internal.
Oleh karena itu, di dalam ekosistem Eset MDR, setiap alur data keamanan yang masuk akan langsung diolah oleh keandalan mesin AI guna menghasilkan ringkasan yang presisi sekaligus mempercepat proses analisis tahap awal.
Namun demikian, hasil keputusan dari AI ini tidak serta-merta dijadikan sebagai keputusan final yang membabi buta. Sebaliknya, seluruh data penting tersebut tetap diproses dan diperiksa ulang oleh tim ahli manusia demi mengonfirmasi apakah indikasi tersebut benar-benar sebuah serangan mematikan atau sekadar alarm palsu semata.
Apabila insiden tersebut telah dipastikan sebagai serangan yang valid, maka informasi mengenai pola kejahatan tersebut akan langsung disebarkan ke seluruh endpoint untuk membentengi perangkat lain agar tidak mengalami nasib tragis yang sama.
Tidak berhenti di situ saja, Eset juga menyematkan fitur pelaporan yang sangat fleksibel dan intuitif. Oleh sebab itu, para pengguna dapat memilih format laporan keamanan yang mereka butuhkan secara instan tanpa perlu repot merekapitulasi data rumit secara manual.
Alhasil, sajian data rumit seperti tren serangan berkala kini dapat disajikan dalam bentuk visual menarik yang sangat mudah dicerna oleh jajaran direksi maupun manajemen puncak perusahaan.
Pilih Paketnya Sekarang atau Bisnis Anda Jadi Korban Kebocoran Data Selanjutnya?
Khusus untuk pasar Indonesia, Eset dengan bangga menghadirkan dua varian layanan yang bisa disesuaikan dengan skala bisnis. Pertama, hadir Eset PROTECT MDR yang secara spesifik menyasar para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM), di mana paket ini sudah memuat perlindungan menyeluruh untuk endpoint, pos-el (email), aplikasi cloud, serta fitur penambalan (patching) celah kerentanan secara otomatis.
Sementara itu, varian Eset PROTECT MDR Ultimate diluncurkan khusus untuk memanjakan kelas perusahaan enterprise skala besar. Tentunya, opsi ini menyajikan fasilitas kelas berat seperti customized threat hunting, investigasi forensik digital jarak jauh, hingga integrasi penuh ke dalam ekosistem Extended Detection and Response (XDR) melalui keandalan Eset Inspect.
Bahkan, keandalan tingkat tinggi dari Eset MDR ini telah dibuktikan secara sah lewat raihan sertifikasi internasional SOC 2 Type 2. Oleh karenanya, Eset mengklaim bahwa kelayakan sertifikasi ini bakal membantu banyak organisasi dalam memenuhi standar kepatuhan regulasi tanpa perlu menguras anggaran raksasa untuk membangun Security Operations Center (SOC) internal sendiri.
Tentu saja, peluncuran MDR ini datang di momen yang sangat tepat saat gelombang serangan digital di Indonesia sedang mengganas. Pasalnya, mengutip data dari laporan AwanPintar.id, tercatat ada sekitar 257,97 juta kali serangan siber yang membombardir Indonesia sepanjang semester pertama 2026, yang berarti ada sekitar 16 kali gempuran siber yang terjadi setiap detiknya!
Oleh sebab itu, selain harus berjibaku melawan gempuran hacker yang makin masif, setiap perusahaan di Tanah Air kini juga dituntut untuk mematuhi regulasi ketat terkait kewajiban perlindungan data pribadi sesuai amanat UU PDP serta terus mengantisipasi dinamika aturan ketahanan siber nasional yang makin mengikat.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










