Jakarta, Dentmas.id – Dalam sebuah gebrakan yang bakal mempercepat transformasi pendidikan Indonesia, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti secara resmi meminta platform desain grafis raksasa, Canva, untuk segera memperluas program pelatihan guru hingga ke pelosok Negeri, khususnya wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Anda bisa bayangkan, guru-guru di pulau terpencil kini punya kesempatan untuk menguasai teknologi digital yang sama canggihnya dengan rekan mereka di kota besar!
Kolaborasi Strategis di Hari Guru

Permintaan strategis ini sebelumnya Abdul Mu’ti sampaikan langsung dalam acara konferensi pendidikan dan gelar karya spektakuler yang baru saja digelar oleh Kemendikdasmen berkolaborasi dengan Canva. Acara yang bertempat di Gedung Kemendikdasmen, Senayan, Jakarta Pusat pada Selasa (11/11/2025) ini, bukan sekadar formalitas, melainkan menjadi bagian istimewa dari perayaan Bulan Guru dan menyambut Hari Guru Nasional yang jatuh setiap 25 November.
Menurut sang Menteri, kolaborasi dengan Canva ini sebenarnya telah menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi lintas sektor mampu mendongkrak kualitas pendidikan Indonesia. “Yang paling menarik, Canva berhasil mendorong kreativitas para guru dan secara ajaib mengubah pembelajaran menjadi lebih reflektif, bermakna, dan yang pasti, menggembirakan!” tegas Abdul Mu’ti dengan semangat. Kemudian, dia melanjutkan dengan penuh harap, “Oleh karena itu, kami sangat berharap kerja sama emas ini dapat kita perluas lagi ke daerah 3T. Ini adalah langkah konkret kita untuk memastikan pendidikan berkualitas benar-benar menjangkau setiap anak, bahkan yang tinggal di daerah paling terpencil sekalipun.”
Landasan Kerja Sama dan Momentum Perluasan
Sebagai informasi, Kemendikdasmen sebenarnya telah menjalin kemitraan erat dengan Canva sejak 2022. Dalam kerja sama ini, mereka menyediakan akses gratis ke platform Canva Pendidikan bagi jutaan guru dan siswa melalui akun belajar.id. Tidak hanya memberikan akses, Canva juga secara aktif memberikan pelatihan langsung bagi para pendidik dan pelajar untuk mengasah kemampuan desain dan pembuatan konten pembelajaran digital. Bayangkan, guru-guru kini bisa membuat media belajar yang menarik hanya dengan sentuhan jari!
Abdul Mu’ti dengan percaya diri menilai, program pelatihan semacam ini sangatlah penting untuk segera diperluas jangkauannya. Alasan utamanya sangat kuat: saat ini, banyak wilayah 3T telah menikmati jaringan internet yang jauh lebih memadai. Perkembangan infrastruktur digital ini, tidak lepas dari dukungan jaringan satelit Starlink yang mulai merambah ke berbagai pelosok. Artinya, hambatan utama untuk mengakses Canva perlahan-lahan mulai teratasi.
Respon Canva dan Strategi Menaklukkan Tantangan
Merespons permintaan tersebut, Canva pun langsung menyatakan komitmen penuhnya untuk memperluas jangkauan program pendidikan mereka ke seluruh penjuru Indonesia. Pipit Indrawati, Canva Education Lead Indonesia dan Asia Tenggara, dengan tegas menyatakan bahwa pihaknya akan terus mendukung pemberdayaan guru, yang sejalan dengan prioritas utama Kemendikdasmen. “Kami memastikan akan terus mendukung program prioritas Kemendikdasmen, terutama dalam memberdayakan guru. Jadi, kami akan terus berjalan beriringan dengan pemerintah, tidak akan berjalan sendiri-sendiri,” janji Pipit dengan penuh keyakinan.
Meski demikian, Pipit juga dengan jujur mengakui bahwa tantangan infrastruktur internet di sejumlah wilayah 3T masih ada. Namun, hal tersebut sama sekali tidak dianggapnya sebagai penghalang untuk “membumikan” Canva Pendidikan di Indonesia. Sebagai bukti, sejak kerja sama dimulai, Canva dengan gigih telah mengadakan roadshow dan webinar yang berhasil menjangkau semua 38 provinsi di Indonesia. Hebatnya, mereka juga berhasil melibatkan pengajar dari daerah yang selama ini dianggap sulit dijangkau, seperti Papua dan Nusa Tenggara Timur.
Program ini diperkuat oleh dukungan para “Duta Canva”, yang merupakan guru-guru pilihan yang aktif dan bersemangat dalam mengimplementasikan Canva Pendidikan di sekolah mereka masing-masing. Para duta inilah yang menjadi ujung tombak dan inspirator bagi guru lainnya.
Dampak Nyata dan Posisi Indonesia di Peta Global
Lalu, seberapa besar dampak program ini? Megan Townes, Canva for Education Asia Pacific-Japan Regional Lead, membeberkan data yang sungguh mencengangkan! Pada tahun 2025 ini saja, Canva Pendidikan telah digunakan oleh sekitar 6,7 juta pengguna di Indonesia, khususnya melalui platform belajar.id. Angka ini mengalami lonjakan yang signifikan dari 5,2 juta pengguna pada tahun 2024 lalu. “Fakta membuktikan, sejak 2022, Canva telah bersinergi dengan Kemendikdasmen untuk memberdayakan para guru dalam menciptakan pengalaman belajar yang menarik melalui berbagai pelatihan, roadshow, dan akses digital. Bersama-sama, kita telah berhasil menjangkau lebih dari 6,7 juta pendidik dan siswa,” papar Townes dengan bangga.
Yang lebih menakjubkan lagi, dari jumlah pengguna yang fantastis tersebut, telah lahir lebih dari 300 juta desain yang dihasilkan oleh guru dan murid yang dibagikan di platform Canva Pendidikan. Kreativitas anak bangsa benar-benar dilahirkan dan dihargai melalui platform ini.
Pipit Indrawati menambahkan statistik penting lainnya, yaitu saat ini Canva Pendidikan telah memiliki sekitar 2,7 juta pengguna aktif bulanan. Sementara secara global, jumlah pengguna aktif bulanan Canva menembus angka yang luar biasa, yakni 260 juta pengguna di 190 negara. Posisi Indonesia pun sangat membanggakan, karena menjadi pasar ketiga terbesar di dunia dan bahkan menjadi yang pertama di Asia. Sayangnya, pihak Canva belum merinci berapa jumlah pengguna bulanan di Indonesia secara spesifik. Namun, satu hal yang pasti, langkah ekspansi ke wilayah 3T ini akan semakin menambah angka pengguna dan, yang terpenting, meningkatkan kualitas guru dan siswa di daerah tersebut. Masa depan pendidikan Indonesia yang lebih digital, kreatif, dan merata sedang menanti!
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Exposenews.id










