Dentmas.id – Wah, geger gamer! Microsoft baru saja mengambil langkah berani yang bikin komunitas gaming di seluruh dunia terkejut. Perusahaan raksasa teknologi itu resmi memangkas harga layanan langganan gaming andalannya, Xbox Game Pass, khusus untuk tier Ultimate dan PC. Kebijakan mengejutkan ini mulai berlaku hari ini, Rabu (22/4/2026). Bayangkan, setelah bertahun-tahun para gamer mengeluhkan mahalnya biaya berlangganan, kini Microsoft akhirnya menyerah dan menekan tombol “turun harga”!
Keputusan dramatis ini tidak lahir begitu saja, lho. Microsoft akhirnya mendengarkan dengan serius berbagai masukan pedas dari pengguna setianya. Selama beberapa tahun terakhir, gelombang kritik terus menerpa kebijakan kenaikan harga yang memberatkan kantong para gamers. Kini, setelah melalui berbagai pertimbangan matang, mereka pun bertindak.
Harga Meroket? Sekarang Justru Anjlok!
Berdasarkan informasi panas yang dirilis langsung oleh Xbox Wire, perubahan harga yang terjadi benar-benar signifikan. Coba tebak! Harga Game Pass Ultimate yang sebelumnya bikin ngilu—30 dollar AS (sekitar Rp 510.000)—kini merosot tajam menjadi hanya 23 dollar AS (sekitar Rp 390.000) per bulan. Wah, hemat hampir Rp 120.000 setiap bulannya, geng!
Tapi jangan buru-buru senang dulu, karena Microsoft juga memberikan kejutan serupa untuk para gamer PC. PC Game Pass ikut-ikutan turun harga dari 16,5 dollar AS (sekitar Rp 280.000) menjadi 14 dollar AS (sekitar Rp 240.000) per bulan. Lumayan banget, kan, bisa buat jajan boba tambahan!
Sementara itu, Microsoft memutuskan untuk tidak mengutak-atik harga dua tier lainnya. Xbox Game Pass Essential dan Premium masih bertahan di harga lama, masing-masing dibanderol 10 dollar AS (sekitar Rp 170.000) dan 15 dollar AS (sekitar Rp 250.000). Mungkin ini strategi mereka agar para pelanggan tertarik beralih ke paket Ultimate yang lebih murah sekarang?
Microsoft juga memberikan catatan penting bahwa harga bisa berbeda tergantung wilayah. Artinya, tidak semua negara mendapatkan potongan harga yang sama persis. Nah, khusus untuk Indonesia, kabarnya agak pahit. Layanan Xbox yang tersedia di Tanah Air hanyalah PC Game Pass, dan layanan tersebut justru dibanderol Rp 83.000 per bulan. Padahal sebelumnya harga ini masih Rp 65.000 per Oktober 2025 lalu. Jadi sementara dunia mendapat potongan harga, Indonesia justru masih menanggung harga yang sudah naik. Sedih, sih.
Ada “Korban” di Balik Penurunan Harga Mengerikan Ini!
Nah, ini dia bagian paling menarik sekaligus paling kontroversial! Di balik kabar gembira penurunan harga, Microsoft harus mengorbankan sesuatu yang sangat berharga. Mereka melakukan perubahan besar pada katalog game andalan. Siap-siap syok! Ke depan, seri baru dari game fenomenal Call of Duty tidak lagi tersedia di Game Pass pada hari pertama peluncuran (day one). Iya, benar sekali! Gamer tidak bisa langsung memainkan CoD terbaru begitu rilis.
Jadi bagaimana mekanismenya? Game-game Call of Duty terbaru nantinya baru akan masuk ke layanan Game Pass sekitar satu tahun setelah rilis. Wah, lama banget, kan? Bayangkan harus menahan diri setahun penuh sementara teman-teman di platform lain sudah asyik bermain. Microsoft meminta para penggemar setia Call of Duty untuk bersabar, meskipun tentu saja ini kabar buruk bagi mereka yang sudah terbiasa memainkan game tembak-menembak populer ini sejak hari pertama.
Untungnya, Microsoft masih memberikan secercah harapan. Game Call of Duty yang sudah tersedia saat ini, termasuk seri terbaru Call of Duty Black Ops 7 yang meluncur November lalu, tetap bisa dimainkan oleh pelanggan tanpa perubahan. Jadi tidak ada yang diambil dari koleksi yang sudah ada. Hanya game-game baru ke depan yang akan terkena kebijakan “penundaan” ini.
Keuntungan Lain Masih Tetap Menggiurkan, Kok!
Meskipun ada pengurangan benefit yang cukup signifikan pada game tertentu, jangan buru-buru membatalkan langganan dulu! Pelanggan Game Pass Ultimate masih mendapatkan berbagai keuntungan utama yang bikin ngiler. Mereka tetap bisa menikmati akses ke ratusan game di konsol Xbox dan PC. Selain itu, fitur multiplayer online juga masih tersedia lengkap.
Yang lebih keren lagi, Xbox Cloud Gaming tetap bisa digunakan tanpa batas! Bayangkan, kamu bisa main game AAA di ponsel atau tablet kapan saja dan di mana saja. Ini keuntungan yang sayang banget untuk dilewatkan. Microsoft juga masih berkomitmen menghadirkan sejumlah game rilisan hari pertama dari Xbox. Jadi game-game first-party besutan Microsoft sendiri tetap akan hadir di layanan ini tanpa penundaan.
Untuk para gamer PC, kabarnya juga masih manis. Pelanggan PC Game Pass masih bisa menikmati game first-party Xbox di hari pertama dan ratusan game PC lainnya. Tidak berhenti di situ, benefit lain seperti keanggotaan EA Play, diskon game, dan berbagai fasilitas menarik lainnya tetap utuh. Jadi meskipun kehilangan Call of Odyssey day one, nilai yang ditawarkan masih tergolong kompetitif.
Harga Turun Setelah Dikritik Habis-habisan
Microsoft dengan blak-blakan mengakui bahwa perubahan ini merupakan respons langsung atas beragam kritik dan masukan pedas dari komunitas global Xbox. Perusahaan menyadari bahwa tidak ada satu model langganan yang cocok untuk semua pengguna. Setiap gamer memiliki preferensi berbeda dan kebiasaan bermain yang unik di berbagai wilayah.
Pihak Microsoft menjelaskan bahwa penyesuaian harga dan katalog ini diharapkan bisa menjangkau lebih banyak pemain. “Kami akan terus mendengar dan belajar dari respons dan timbal balik pengguna. Terima kasih telah menjadi bagian dari komunitas Xbox sampai saat ini,” tulis Microsoft dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui Xbox Wire. Pernyataan ini menunjukkan bahwa mereka benar-benar serius membangun ekosistem gaming yang inklusif.
Menariknya, langkah besar ini terjadi di tengah perubahan kepemimpinan di divisi gaming Microsoft. Posisi CEO kini dipegang oleh Aisha Sharma, yang menggantikan Phil Spencer yang sudah menakhodai Xbox selama bertahun-tahun. Penurunan harga Game Pass dinilai sebagai salah satu langkah awal dalam evaluasi model bisnis Xbox ke depan. Dengan kepemimpinan baru, kemungkinan kebijakan Xbox masih akan terus berkembang mengikuti respons pasar.
Jangan Buru-buru Gembira, Masih Ada yang Perlu Diingat!
Perlu dicatat, meskipun harga sekarang turun, nominalnya saat ini masih lebih tinggi dibanding sebelum kenaikan pada Oktober 2025 lalu. Kala itu, sebelum naik, paket Ultimate sempat dibanderol hanya 20 dollar AS per bulan (sekitar Rp 340.000). Jadi penurunan dari 30 dollar ke 23 dollar memang signifikan, tetapi belum kembali ke titik terendahnya. Sebagaimana dirangkum dari ScreenRant, perjalanan harga Game Pass benar-benar roller coaster yang membuat para gamer naik turun emosi.
Kesimpulannya, Microsoft mencoba bermain aman dengan menurunkan harga tetapi mengurangi nilai pada game tertentu. Apakah keputusan ini tepat? Waktu yang akan menjawab. Yang jelas, para gamer sekarang memiliki pilihan lebih fleksibel: apakah tetap berlangganan dengan harga lebih murah tetapi kehilangan akses day one Call of Duty, atau beralih ke platform lain? Keputusan ada di tanganmu, para gamers!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










