Dentmas.id – Siapa sangka, teman ngobrol AI kita, ChatGPT, tiba-tiba berubah menjadi pusat belanja aplikasi! Kini, OpenAI secara resmi meluncurkan fitur anyar yang bakal bikin kamu melotot: “App Directory”. Bayangkan saja, fitur ini ibarat “toko aplikasi” canggih yang langsung tertanam di dalam ChatGPT. Namun, yang bikin fitur ini makin keren, kamu sama sekali tidak perlu mengunduh atau membeli aplikasi di sana! Faktanya, App Directory ini cuma akan mengintegrasikan aplikasi pilihanmu langsung ke dalam jendela chatbot, sehingga kamu bisa mengakses kekuatan aplikasi lain tanpa pernah keluar dari percakapan.

Lantas, di mana sih kamu bisa menemukan pintu ajaib menuju toko aplikasi ini? Caranya gampang banget! Kamu bisa langsung mengakses App Directory dari sidebar ChatGPT, yang berdampingan dengan menu buat obrolan baru atau cari riwayat chat. Bahkan, untuk akses yang lebih cepat, kamu cukup klik tautan eksklusif chatgpt.com/apps. Pokoknya, OpenAI sengaja mendesain akses ini agar super praktis dan gampang ditemukan oleh semua pengguna setia.
Dari Canva Sampai Spotify, Tinggal Klik dan Langsung Connect!
Nah, begitu kamu masuk ke dalam “toko”-nya, kamu akan langsung disuguhi deretan aplikasi-aplikasi keren yang sudah terverifikasi bisa nyatu dengan ChatGPT. Daftarnya bikin ngiler, lho! Mulai dari aplikasi desain super power Canva, platform streaming musik nomor satu Spotify, sampai aplikasi booking liburan Booking.com pun ada di sana. Selanjutnya, untuk menghubungkan aplikasi impianmu, kamu tinggal tekan tombol “Connect” yang tersedia di setiap kartu aplikasi. Sederhana, bukan?
Mari kita buktikan kehebatan integrasi ini dengan contoh nyata! Misalnya, kamu menghubungkan Spotify ke ChatGPT. Setelah terhubung, kamu bisa langsung meminta ChatGPT untuk merekomendasikan lagu berdasarkan mood-mu, mengenalkan artis baru, atau bahkan membuatkan playlist khusus untuk acara spesial. Lebih hebat lagi, ChatGPT kemudian akan menampilkan hasil rekomendasinya dalam tampilan mini Spotify langsung di dalam ruang chat! Jadi, kamu bisa langsung memutar lagu-lagu pilihan itu tanpa perlu repot membuka aplikasi Spotify terpisah. Benar-benar memanjakan pengguna!
Dan inilah kabar terbaiknya: Fitur canggih ini sudah bisa kamu cicipin sekarang juga di Indonesia! Berdasarkan pantauan terbaru, menu “Apps” dengan ikon khas empat lingkaran sudah muncul dengan manis di akun ChatGPT-mu. Jadi, jangan ragu untuk langsung menjelajah dan mencoba integrasi yang ditawarkan. OpenAI jelas ingin semua pengguna di seluruh dunia, termasuk kita di Indonesia, merasakan penggunaannya sesegera mungkin.
Kesempatan Emas Buat Pengembang, Tapi Siap-Siap Dikurasi Ketat!
Pertanyaan besarnya sekarang: Bagaimana caranya agar aplikasi lokal Indonesia bisa masuk ke “toko eksklusif” ini? OpenAI dengan jelas membuka kesempatan lebar-lebar untuk semua pengembang aplikasi! Syaratnya, pengembang harus mendaftarkan aplikasinya melalui OpenAI Developer Platform. Namun perlu diingat, semua aplikasi yang mendaftar akan melalui proses kurasi yang ketat oleh tim OpenAI terlebih dahulu. Tujuannya jelas, yaitu untuk memastikan setiap aplikasi yang muncul aman, berkualitas, dan sesuai dengan pedoman perusahaan. Seperti yang diumumkan tim developer OpenAI di akun X/Twitter mereka, @OpenAIDevs: “Ini panggilan untuk semua pengembang! Ajukan aplikasi kamu ke ChatGPT untuk ditinjau. Aplikasi yang disetujui akan muncul di App Directory, antarmuka baru bagi pengguna untuk mencari aplikasi langsung dari ChatGPT.”
Lalu, apa saja sih kriteria wajib yang harus dipenuhi sebuah aplikasi? OpenAI menetapkan standar yang cukup jelas demi keamanan dan kenyamanan pengguna. Pertama, aplikasi wajib mematuhi semua kebijakan penggunaan OpenAI. Kedua, kontennya harus layak untuk khalayak umum, termasuk remaja. Ketiga, aplikasi harus memiliki kebijakan privasi dan kontak dukungan yang transparan dan mudah diakses. Terakhir, aplikasi harus menghindari segala bentuk iklan yang mengganggu, perilaku menipu, atau terlibat dalam kategori perdagangan yang dilarang. Aplikasi yang berhasil lolos dari proses peninjauan ketat ini rencananya akan mulai dirilis untuk publik pada awal tahun 2026 mendatang.
Sebenarnya, ide brilian tentang “toko aplikasi dalam chatbot” ini sudah diperkenalkan oleh CEO OpenAI, Sam Altman, dalam konferensi DevDay Oktober 2025 lalu. Saat itu, Altman dengan penuh visi menggambarkan konsep ini sebagai fondasi untuk “generasi baru aplikasi yang interaktif, adaptif, dan personal.” Kini, visi tersebut akhirnya diwujudkan dalam bentuk nyata. Dengan diluncurkannya App Directory, ChatGPT secara resmi bertransformasi dari sekadar chatbot yang cerdas menjadi sebuah ekosistem aplikasi yang hidup dan terintegrasi. Pada akhirnya, langkah revolusioner ini membuktikan bahwa OpenAI tidak pernah berhenti berinovasi untuk menghadirkan pengalaman AI yang lebih bermanfaat dan powerful bagi kita semua.
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Indonesiaartnews.or.id










