Dentmas.id – Siap-siap terkejut karena ada gebrakan besar di dunia infrastruktur digital! Kabar panas datang dari raksasa teknologi Jepang, SoftBank Group Corp. Mereka baru saja membuat keputusan strategis yang sangat bombastis. Bayangkan saja, SoftBank resmi mengakuisisi perusahaan investasi infrastruktur digital, DigitalBridge, dengan nilai fantastis: 4 miliar dolar AS atau sekitar Rp 67 triliun! Tujuannya sangat jelas dan ambisius: membangun fondasi kokoh untuk infrastruktur kecerdasan buatan (AI) generasi berikutnya.
Strategi Besar SoftBank: Dari Nvidia ke DigitalBridge
Nah, sebelum kita bahas lebih dalam, kenalan dulu yuk dengan DigitalBridge. Perlu kamu tahu, secara mendasar, perusahaan ini bukan sembarang pemain. Faktanya, DigitalBridge adalah perusahaan investasi yang sangat fokus pada aset-aset infrastruktur digital paling krusial masa kini. Apa saja itu? Mulai dari pusat data, menara seluler, jaringan serat optik, hingga sistem edge computing. Intinya, mereka menguasai tulang punggung dunia digital kita.
Berbicara tentang visi besar, sang Chairman sekaligus CEO SoftBank, Masayoshi Son, langsung angkat bicara. Beliau dengan tegas menyatakan bahwa dengan mengakuisisi DigitalBridge, langkah SoftBank untuk mewujudkan visi sebagai penyedia platform “Artificial Super Intelligence” (ASI) global menjadi jauh lebih cepat. Lebih lanjut, Son menegaskan sebuah kenyataan yang tak terbantahkan, “Seiring AI mentransformasi industri di seluruh dunia, kita secara kolektif membutuhkan lebih banyak daya komputasi, konektivitas, daya listrik, dan infrastruktur yang sangat skalabel.” Pernyataan ini secara resmi dikeluarkan pada Senin, 29 Desember 2025.
Lalu, bagaimana proses akuisisi sebesar ini bisa berjalan? Tenang, semuanya berjalan mulus. Pertama-tama, rencana pengambilalihan ini telah disetujui oleh komite khusus dewan direksi DigitalBridge. Melalui kesepakatan megah ini, SoftBank akan mengambil alih seluruh saham biasa DigitalBridge. Hebatnya lagi, harga yang ditawarkan sangat menarik: 16 dolar AS (sekitar Rp 268 ribu) per lembar saham, dan itu dibayar secara tunai! Sebagai gambaran, nilai penawaran manis itu mencerminkan premi sekitar 15% dari harga penutupan saham DigitalBridge pada 26 Desember 2025 lalu.
Menurut timeline yang dirilis, SoftBank menargetkan kesepakatan akuisisi raksasa ini rampung pada paruh kedua tahun 2026. Sebagai konteks tambahan, langkah strategis SoftBank ini bisa dikatakan sebagai bagian dari reshuffle portofolio besar-besaran. Pasalnya, belum lama ini, SoftBank diketahui telah menjual kepemilikan sahamnya di perusahaan chip legendaris, Nvidia, senilai 5,83 miliar dolar AS (Rp 97 triliun). Tindakan itu diduga kuat untuk memberi ruang dan dana segar bagi investasi-investasi barunya di frontier teknologi, seperti akuisisi DigitalBridge ini dan tentu saja, investasi mereka di OpenAI.
Sinergi Dua Raksasa dan Reaksi Pasar yang Melonjak
Di sisi lain, ini bukan sekadar akuisisi biasa, tapi pertemuan dua visi besar. DigitalBridge sendiri selama ini melihat pembangunan infrastruktur AI sebagai salah satu peluang investasi paling signifikan sepanjang generasi mereka. Wajar saja, kesepakatan dengan SoftBank ini terjadi di tengah gelombang besar pengembangan aplikasi AI secara global yang tak terbendung. Menyikapi hal ini, CEO DigitalBridge, Marc Ganzi, dengan penuh semangat menyatakan, “Pembangunan infrastruktur AI kami pandang sebagai salah satu peluang investasi paling signifikan di generasi kita!”
Tak hanya itu, Ganzi juga memaparkan alasan kuat di balik penerimaan tawaran ini. Menurut analisisnya, akuisisi oleh SoftBank, dengan visi, kekuatan modal, dan jaringan globalnya yang dahsyat, dapat mempercepat langkah DigitalBridge dalam mencapai misi. Ia menambahkan dengan keyakinan tinggi, “Visi, kekuatan modal, dan jaringan global SoftBank akan memungkinkan kami untuk mempercepat misi dengan fleksibilitas yang jauh lebih besar.” Lebih jauh, DigitalBridge juga bisa berinvestasi dengan perspektif jangka panjang yang lebih luas untuk para investornya, sekaligus diharapkan dapat melayani perusahaan teknologi terkemuka dunia dengan lebih baik seiring mereka meningkatkan ambisi AI.
Soal dampak langsung? Luar biasa! Reaksi pasar saham langsung terjadi dan sangat spektakuler. Tercatat, harga saham DigitalBridge di pasar saham sempat melonjak hingga 50 persen setelah pengumuman akuisisi oleh SoftBank tersiar! Ini jelas menjadi bukti nyata kepercayaan pasar terhadap sinergi kedua raksasa ini. Sebagai bukti kredibilitas, mari lihat portofolio DigitalBridge. Hingga akhir September lalu, aset kelolaan (AUM) DigitalBridge dilaporkan mencapai sekitar 108 miliar dolar AS atau setara Rp 1.811 triliun! Angka ini dihimpun dari sumber terpercaya seperti CNBC, yang memperkuat betapa besarnya perusahaan yang dibeli SoftBank ini.
Kesimpulannya, akuisisi ini bukan sekadar transaksi jual beli, melainkan sebuah deklarasi perang di era AI. SoftBank, dengan kecerdikannya, sedang menyusun papan catur infrastruktur digital global. DigitalBridge, di sisi lain, mendapatkan kekuatan pendorong yang dahsyat untuk mewujudkan ambisinya. Bagi kita semua, ini adalah tanda bahwa revolusi AI akan membutuhkan fondasi fisik (pusat data, jaringan) yang sangat masif, dan pertarungan untuk menguasainya telah dimulai dengan gebrakan 67 triliun rupiah! Siapkah kita menyaksikan era Artificial Super Intelligence yang akan dibangun dari fondasi ini?
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Desapenari.id










