Dentmas.id – Hebohkan dunia teknologi, raksasa chip Nvidia baru saja menggelontorkan dana fantastis senilai 1 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 16,6 triliun untuk membeli saham perusahaan telekomunikasi legendaris, Nokia. Selanjutnya, mahra raksasa ini membeli sekitar 2,9% saham Nokia. Bahkan, Nokia sendiri dengan sigap menerbitkan lebih dari 166 juta saham baru khusus untuk Nvidia dengan harga Rp 99.815 per lembar, yang akhirnya menyempurnakan transaksi mega ini.
Kolaborasi Mega untuk AI dan Masa Depan 6G

Tak hanya itu, aksi korporasi yang menggemparkan ini secara resmi telah diumumkan oleh kedua perusahaan pada Selasa, 28 Oktober 2025. Yang lebih menggoda lagi, pembelian saham ini ternyata bukan sekadar transaksi finansial biasa, melainkan menjadi batu pijakan untuk sebuah kemitraan strategis yang fokus pada bidang kecerdasan buatan (AI) dan pusat data. Dengan kata lain, kolaborasi ini siap mengguncang masa depan teknologi.
Lebih spesifik lagi, Nokia dan Nvidia dengan penuh semangat akan berkolaborasi mendalami solusi jaringan AI. Tak berhenti di situ, kedua raksasa ini juga aktif menjajaki peluang menjadikan produk komunikasi pusat data Nokia sebagai bagian integral dari infrastruktur AI Nvidia di masa depan. Bahkan, mereka dengan berani mengincar pengembangan teknologi jaringan 6G generasi terbaru. Sebagai bukti komitmennya, Nvidia akan menyuntikkan produk AI-RAN (Artificial Intelligence – Radio Access Network) level komersial ke dalam portofolio RAN milik Nokia.
Apa Itu AI-RAN dan Bagaimana Ia Akan Mengubah Jaringan Kita?
Nah, bagi yang penasaran, AI-RAN ini pada dasarnya merupakan penerapan teknologi kecerdasan buatan yang canggih ke dalam jantung jaringan akses radio pada sistem telekomunikasi seluler, seperti 4G, 5G, dan calon raja masa depan: 6G. Sementara itu, Radio Access Network (RAN) sendiri merupakan bagian kritis dari jaringan seluler yang bertugas menghubungkan perangkat kita, seperti HP, modem, atau perangkat IoT, langsung ke jaringan inti operator melalui menara BTS atau antena. Bayangkan, komponen vital ini nantinya akan dipersenjatai dengan AI!
Dampaknya Buat Kita: Dari AI Generatif sampai Drone Cerdas
Lantas, bagaimana dampaknya untuk kita? Kolaborasi epic Nvidia dan Nokia ini diklaim akan memberdayakan para penyedia layanan telekomunikasi untuk meluncurkan jaringan 5G-Advance dan 6G yang sudah berbasis AI di atas platform andalan Nvidia. Alhasil, kita sebagai konsumen nantinya bisa menikmati aplikasi AI generatif, agen AI, serta berbagai aplikasi AI mutakhir lainnya dengan pengalaman jaringan yang super lancar dan tanpa hambatan. Selain itu, dukungan ini juga diklaim dapat menunjang berbagai perangkat berbasis AI masa depan, misalnya drone, kacamata augmented reality (AR) dan virtual reality (VR), hingga aplikasi 6G canggih seperti untuk penginderaan dan komunikasi terintegrasi.
Yang tak kalah menarik, CEO Nvidia, Jensen Huang, dengan penuh keyakinan menyatakan bahwa kemitraan strategis ini akan secara aktif membantu menjadikan Amerika Serikat sebagai pusat revolusi 6G berikutnya. “Bersama Nokia dan ekosistem telekomunikasi AS, kami secara sengaja memicu revolusi ini, sekaligus membekali para operator untuk membangun jaringan yang cerdas dan adaptif yang akan mendefinisikan ulang konektivitas global generasi mendatang,” tegas Huang dalam keterangan resminya. Artinya, ambisi mereka sungguh global.
Sebagai bukti nyata, operator telekomunikasi ternama AS, T-Mobile, dengan antusias memutuskan untuk ikut serta dalam kemitraan Nokia dan Nvidia ini. Mereka akan secara aktif menguji teknologi AI-RAN yang sedang dalam proses pengembangan menuju 6G. Berdasarkan rencana, pengujian lapangan yang krusial ini diperkirakan akan dimulai pada tahun 2026, dengan fokus utama pada validasi peningkatan kinerja jaringan serta efisiensi yang akhirnya dapat dinikmati langsung oleh para pelanggan. Dengan demikian, masa depan jaringan 6G yang penuh dengan AI kini bukan lagi sekadar impian.
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Exposenews.id










