Dentmas.id – Gebrakan besar baru saja mengguncang dunia desain digital ketika seorang software engineer andal bernama Brandon Thomas meluncurkan sekumpulan perangkat lunak tandingan untuk deretan aplikasi populer Adobe seperti Photoshop, Lightroom, hingga Premiere Pro tanpa memungut biaya sepeser pun.

Selanjutnya, proyek ambisius yang mengusung nama ArtCraft ini lahir secara open-source lewat racikan kecerdasan buatan, di mana sang kreator sengaja merancang tampilan antarmuka serta tata letak tombol agar terasa sangat familier bagi siapa saja yang terbiasa menggunakan ekosistem Adobe.
Sebagai contoh nyata, kamu bisa menemukan PhotoCraft yang siap memanjakan kreator sebagai pengganti Photoshop, lalu ada FilmCraft yang hadir menjawab kebutuhan editing video layaknya Premiere Pro, serta LightCraft yang menawarkan sistem manajemen dan olah foto ciamik layaknya Lightroom.
Menariknya lagi, kamu dapat mengunduh seluruh deretan aplikasi dalam proyek PhotoCraft dan kawan-kawan ini secara cuma-cuma untuk perangkat yang menjalankan sistem operasi Windows, macOS, maupun Linux.
Dibuat dengan Bantuan AI Claude Opus
Secara teknis, Brandon Thomas merancang seluruh arsitektur ArtCraft dengan memanfaatkan ketangguhan model AI generasi terbaru, yaitu Claude Opus 5.5 buatan Anthropic.
Langkah ini makin menarik perhatian dunia teknologi karena model AI yang baru meluncur pada akhir September lalu tersebut berhasil mencetak skor luar biasa dan menumbangkan kemampuan GPT-6 Astra—kecerdasan buatan paling mutakhir milik OpenAI saat ini—dalam pengujian tolok ukur FrontierCode.
Lewat kiriman mendalam di platform Reddit, Thomas menegaskan bahwa dirinya sama sekali bukan pengguna awam yang sekadar mengandalkan instruksi teks sederhana atau teknik vibe coding instan tanpa memahami struktur pemrograman.
Faktanya, Thomas memboyong rekam jejak keahlian dan keandalan profesional yang amat tebal selama 15 tahun di industri teknologi global, termasuk rekam jejak mentereng sebagai software engineer di perusahaan raksasa Square serta pengalaman memimpin perusahaan sebagai CEO Storyteller.ai.
Selain itu, ia telah menguasai bahasa pemrograman Rust selama kurang lebih satu dekade, di mana ia mengandalkan keahlian tersebut untuk merancang sistem pembayaran berskala raksasa, mengembangkan robotika canggih, hingga membangun teknologi otomasi optik.
Oleh sebab itu, kombinasi pengalaman teknis yang matang serta pemahaman mendalam inilah yang menjadi fondasi utama Thomas dalam menciptakan perangkat lunak dengan fungsionalitas kompleks setara buatan Adobe.
Dalam proses eksekusinya, Thomas menerapkan pendekatan teknis yang sangat ketat yang populer dengan sebutan clean-room reimplementation.
Melalui metode ini, sang pengembang menyusun ulang seluruh logika aplikasi dari nol berdasarkan fungsi luar perangkat lunak, sehingga ia sama sekali tidak menyalin atau mencuri baris kode sumber asli milik Adobe.
Langkah strategis tersebut menjadi sangat krusial demi melindungi proyek ArtCraft dari potensi sengketa hukum, mengingat kemiripan fitur dan tampilan visual aplikasi rentan memicu tuduhan pelanggaran hak kekayaan intelektual dari pihak Adobe.
Hebatnya lagi, proyek ArtCraft tidak cuma berhenti pada aplikasi pengolah gambar atau penyunting video saja, karena situs resminya kini sudah menampilkan 12 jenis software berbeda untuk memenuhi berbagai kebutuhan kreatif pengguna.
Berikut merupakan deretan aplikasi ArtCraft beserta perangkat lunak Adobe yang menjadi tandingannya:
- PhotoCraft, penyunting gambar yang siap menggantikan Adobe Photoshop.
- VectorCraft, pembuat gambar vektor yang menjadi alternatif Adobe Illustrator.
- FilmCraft, pengolah video profesional penanding Adobe Premiere Pro.
- LightCraft, pengelola katalog foto dan pemroses berkas RAW pengganti Adobe Lightroom.
- PdfCraft, pengelola dokumen PDF yang bisa membaca, menggabung, serta memisah berkas layaknya Adobe Acrobat.
- EffectCraft, pembuat efek visual dan gerakan grafis pengganti Adobe After Effects.
- DesignCraft, penyusun tata letak halaman dan publikasi tandingan Adobe InDesign.
- WordCraft, perangkat lunak untuk mengolah teks dan dokumen kata.
- SoundCraft, aplikasi perekam, penyunting, serta pengolah rekaman suara.
- DeckCraft, pembuat presentasi dan lembar salindia yang interaktif.
- CADCraft, perangkat desain dan gambar teknik berbantuan komputer.
- GridCraft, aplikasi lembar kerja dan penganalisis data angka.
Di sisi lain, laman resmi ArtCraft menjelaskan bahwa pengembang membangun seluruh lini aplikasi menggunakan bahasa Rust agar berkinerja tinggi, membagikannya sebagai software open-source, serta memungkinkan sebagian aplikasi berjalan langsung di dalam peramban web berkat teknologi WebAssembly.
Gratis, Tapi Belum Siap Gantikan Adobe?
Meskipun menawarkan janji manis berupa kebebasan dari biaya langganan bulanan yang mahal, kamu harus memahami bahwa proyek ArtCraft ini sebenarnya masih berada pada fase pengembangan yang amat dini.
Sebagai buktinya, situs resmi pengembang baru menandai PhotoCraft dan PdfCraft dengan status early alpha, sementara belasan aplikasi lainnya masih mengantre dalam proses pengerjaan awal.
Oleh karena itu, para pengguna tentu tidak bisa langsung berharap bahwa seluruh fitur ArtCraft sudah sanggup menandingi keandalan aplikasi Adobe yang telah melewati proses penyempurnaan selama puluhan tahun.
Bahkan, dalam pengujian independen yang dilakukan oleh tim TechRadar, PhotoCraft terbukti masih mengalami kendala teknis saat memproses format gambar HEIC serta menyajikan opsi penyimpanan berkas yang masih sangat terbatas.
Setali tiga uang, FilmCraft juga belum mampu mengolah trek audio dengan lancar dan masih kepayahan saat menjalankan beberapa fungsi penyuntingan video mendasar.
Meskipun pihak ArtCraft menargetkan tingkat kesetaraan fitur hingga 100 persen terhadap perangkat lunak Adobe di Windows maupun macOS, target ambisius tersebut untuk saat ini masih sebatas cita-cita sang pengembang dan belum teruji secara nyata dalam hal performa, stabilitas, maupun kompatibilitas penuh.
Namun demikian, bagi kamu para kreator yang penasaran ingin mencicipi alternatif aplikasi kreatif tanpa perlu merogoh kocek untuk langganan, proyek ArtCraft ini tetap menjadi salah satu inovasi paling menarik untuk terus kita pantau perkembangannya, seperti yang dilaporkan oleh PetaPixel.
Akhirnya, khusus untuk alur kerja profesional yang menuntut stabilitas sistem tingkat tinggi, presisi akurasi warna, dukungan ekosistem plugin yang luas, serta kompatibilitas berkas tanpa celah, software gratisan ini jelas masih membutuhkan pengujian menyeluruh dalam jangka panjang.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.









