Dentmas.id – Dalam sebuah langkah yang sangat dinantikan, Apple akhirnya secara resmi mendapatkan lampu hijau untuk memperkenalkan kecerdasan buatan (AI) buatannya sendiri ke pasar China. Mereka telah berhasil melewati serangkaian proses pelatihan large language model (LLM) yang secara khusus dirancang untuk memenuhi kebutuhan pasar Negeri Tirai Bambu. Menariknya, pengembangan model AI ini tidak dilakukan sendirian, melainkan Apple turut menggandeng salah satu raksasa teknologi lokal, yaitu Alibaba, sebagai mitra utama. Kolaborasi strategis ini pun menjadi sorotan utama, mengingat ketatnya regulasi yang diberlakukan pemerintah China terhadap produk teknologi asing, sehingga kehadiran AI besutan Apple di negara tersebut terbilang sangat istimewa dan penuh perjuangan.
Lampu Hijau dari Regulator China
Berdasarkan laporan yang dirilis oleh Reuters, yang mengutip setidaknya tiga sumber yang mengetahui secara mendalam masalah ini, versi Apple Intelligence untuk China diprediksi akan segera meluncur dalam beberapa bulan ke depan. Peluncuran produk ini rencananya akan dibawa melalui pembaruan perangkat lunak atau software update yang menyasar berbagai perangkat kompatibel, mulai dari iPhone, iPad, Mac, hingga Vision Pro.
Tentu saja, kehadiran ini menjadi angin segar bagi para pengguna setia Apple di China, yang sebelumnya harus gigit jari karena fitur AI canggih ini absen cukup lama sejak pertama kali diperkenalkan secara global pada tahun 2024. Dengan demikian, langkah ini bukan sekadar peluncuran biasa, melainkan sebuah pencapaian bersejarah yang akan mencatatkan nama sebagai perusahaan asing pertama yang mendapat izin resmi dari pemerintah China untuk menawarkan model AI kepemilikannya sendiri di wilayah tersebut.
Tentu saja, proses masuknya Apple Intelligence ke China tidaklah semulus membalikkan telapak tangan, mengingat China memang dikenal sangat ketat atau strict terhadap teknologi asing yang beroperasi di negaranya. Semua layanan AI generatif harus melalui proses regulasi pemerintah yang berlapis dan tidak jarang memakan waktu panjang. Namun, kabar baiknya, salah satu hambatan terbesar yang membayangi akhirnya berhasil teratasi pada bulan Juli lalu, ketika Cyberspace Administration of China (CAC), lembaga yang mengawasi aktivitas internet di China, secara resmi mendaftarkan layanan AI generatif milik Apple.
Dengan adanya persetujuan krusial tersebut, jalan bagi Apple Intelligence untuk hadir secara resmi di perangkat-perangkat Apple di China pun menjadi terbuka lebar. Hal ini secara otomatis menempatkan sebagai pelopor di antara perusahaan-perusahaan asing lainnya, sebuah prestasi yang terbilang langka mengingat tensi hubungan teknologi antara Amerika Serikat dan China yang kian memanas dalam beberapa tahun terakhir.
Strategi Dua Jalur Apple Hadapi Ketegangan AS-China
Menghadapi situasi geopolitik yang cukup rumit, mereka kemudian mengambil sebuah strategi cerdas yang biasa disebut sebagai pendekatan “dua jalur” atau dual-track strategy. Di luar pasar China, perusahaan tetap leluasa menggunakan teknologi AI global dan berbagai mitra internasional yang sudah terjalin dengan baik. Namun, secara khusus untuk pasar China, Apple membangun sebuah sistem AI yang benar-benar baru dan disesuaikan dengan peraturan setempat yang berlaku. Sistem ini jelas tidak bisa serta-merta diambil dari negara lain dan diterapkan di China, karena layanan AI populer asal Amerika Serikat seperti ChatGPT dari OpenAI dan Claude dari Anthropic tidak tersedia secara resmi di negara tersebut. Karena itu, Apple pun harus berpikir keras dan melakukan penyesuaian mendalam agar produknya dapat diterima dengan baik oleh otoritas setempat.
Di dalam ekosistem AI yang dibangun khusus untuk China tersebut, Apple Intelligence ternyata dikembangkan dengan melibatkan model AI Qwen yang merupakan milik Alibaba. Meskipun hingga saat ini belum diketahui secara rinci mengenai pembagian peran antara model buatan Apple dan model AI buatan perusahaan China tersebut, namun kolaborasi ini jelas menjadi fondasi utama bagi kelancaran proyek. Sebelumnya, teknologi dari Baidu juga sempat dikabarkan akan menjadi bagian dari ekosistem AI Apple di China, namun pada akhirnya Alibaba-lah yang terpilih sebagai mitra utama. Keputusan ini pun bukanlah hal yang tiba-tiba, mengingat hubungan antara Alibaba untuk proyek AI sebenarnya sudah tercium sejak awal tahun 2025.
Kolaborasi Nyata dengan Qwen Alibaba Makin Terlihat
Hubungan erat antara Apple dan Alibaba ini bahkan sudah secara resmi dikonfirmasi sejak Februari 2025 oleh Chairman Alibaba, Joe Tsai. Menurut pernyataan Tsai kala itu, mereka sebelumnya sempat melakukan pembicaraan dengan sejumlah perusahaan teknologi China lainnya sebelum akhirnya secara bulat memilih Alibaba sebagai mitra utama untuk menghadirkan kemampuan AI canggih di iPhone yang dijual di China. Dan kini, tanda-tanda integrasi antara kedua raksasa teknologi tersebut semakin terlihat jelas.
Belum lama ini, Apple bahkan sempat menerbitkan sebuah panduan resmi berbahasa Mandarin yang menjelaskan secara teknis bagaimana pengguna Mac yang memenuhi syarat di China daratan dapat menghubungkan model Qwen dengan Siri dan berbagai Writing Tools yang tersedia. Langkah ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi strategis tersebut bukanlah isapan jempol belaka, melainkan sebuah kenyataan yang sudah di depan mata dan akan segera dirasakan oleh jutaan pengguna Apple di China.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










