Dentmas.id – Dunia kecerdasan buatan (AI) kembali diguncang skandal! Perusahaan raksasa AI asal Amerika Serikat, Anthropic, baru saja melontarkan tuduhan mengejutkan. Mereka menuding tiga laboratorium AI ternama asal China—DeepSeek, Moonshot, dan MiniMax—secara sengaja menyalahgunakan chatbot canggih milik mereka, Claude. Tujuan utamanya? Tak lain untuk mendongkrak kemampuan model AI buatan mereka sendiri secara instan.
Dalam sebuah pernyataan resmi yang mereka unggah di blog perusahaan, Anthropic mengungkapkan detail mengejutkan. Mereka mendeteksi bahwa DeepSeek, Moonshot, dan MiniMax diduga telah mengekstrak kemampuan inti Claude secara ilegal. Lebih mencengangkan lagi, ketiganya diduga menghasilkan lebih dari 16 juta interaksi dengan Claude! Mereka menjalankan aksinya dengan memanfaatkan sekitar 24.000 akun palsu yang tersebar.
Lalu, bagaimana sebenarnya cara mereka melakukannya? Anthropic menjelaskan bahwa teknik yang digunakan dalam praktik curang ini dikenal dengan istilah “distillation” atau distilasi.
Metode Curang yang Berkedok Teknologi
Dalam terminologi dunia AI, distilasi sebenarnya merupakan metode yang cukup umum. Metode ini biasanya dipakai untuk melatih model yang lebih kecil atau kurang canggih dengan memanfaatkan keluaran dari model yang lebih besar dan lebih kuat. Praktik ini sejatinya sah dan sering digunakan, misalnya, untuk menciptakan versi model yang lebih ringan, cepat, dan hemat biaya. Namun, Anthropic, perusahaan yang didirikan oleh para mantan karyawan OpenAI (pembuat ChatGPT), menilai bahwa teknik distilasi ini rawan disalahgunakan.
Penyalahgunaan terjadi terutama ketika perusahaan pesaing memakai metode tersebut untuk mencuri jalan pintas. Mereka ingin memperoleh kemampuan model milik orang lain secara cepat dan murah, tanpa perlu bersusah payah mengembangkan teknologi dari nol. Praktik inilah yang kini dituduhkan kepada ketiga laboratorium asal China tersebut.
16 Juta Interaksi dari 24 Ribu Akun Palsu
Apa yang membuat ketiga perusahaan ini begitu mencolok? Anthropic menjelaskan bahwa pola penggunaan mereka sangat berbeda dari pengguna biasa. Permintaan yang mereka kirimkan ke Claude cenderung sangat repetitif, terstruktur rapi, dan secara spesifik membidik kemampuan inti Claude. Mereka fokus mengeksploitasi fitur-fitur unggulan seperti penalaran kompleks, penggunaan alat, dan kemampuan coding.
Lantas, bagaimana Anthropic bisa begitu yakin? Mereka mengklaim berhasil mengidentifikasi praktik distilasi ini melalui berbagai cara. Tim keamanan mereka menganalisis korelasi alamat IP, memeriksa metadata permintaan, mendeteksi indikator infrastruktur yang mencurigakan, hingga mendapatkan konfirmasi dari mitra industri lain yang juga mengamati pola serupa.
Bocornya Rahasia di Balik 16 Juta Interaksi
Jika dirinci lebih dalam, tuduhan terhadap masing-masing perusahaan pun semakin gamblang. Untuk DeepSeek, Anthropic mencatat adanya lebih dari 150.000 interaksi yang secara khusus menargetkan kemampuan penalaran Claude. Bahkan, mereka disebut-sebut meminta Claude untuk menjelaskan proses berpikir internalnya secara runut, seolah ingin membedah otak sang AI.
Sementara itu, Moonshot AI dituding menghasilkan lebih dari 3,4 juta interaksi. Fokus utama mereka tertuju pada pengembangan agen AI dan analisis data. Jumlah interaksi ini menunjukkan upaya masif untuk menyerap pengetahuan dari Claude.
Yang paling mencengangkan adalah MiniMax. Perusahaan ini tercatat melakukan lebih dari 13 juta interaksi! Sebagian besar permintaan mereka berkaitan dengan coding dan orkestrasi penggunaan alat. Lebih parahnya lagi, Anthropic menuding MiniMax mengalihkan hampir separuh total trafik mereka ke model Claude terbaru dalam waktu singkat, hanya 24 jam setelah model tersebut resmi dirilis. Ini membuktikan bahwa mereka bergerak sangat cepat dan terorganisir.
Untuk menghindari deteksi, ketiga perusahaan ini dituding menggunakan jaringan akun palsu dan layanan proxy. Mereka bahkan memanfaatkan arsitektur canggih yang disebut sebagai “hydra cluster”. Arsitektur ini memungkinkan mereka untuk mendistribusikan trafik dalam jumlah besar dari berbagai sumber, sehingga sulit dilacak.
Anthropic menilai bahwa praktik distilasi ilegal ini bukan sekadar pelanggaran bisnis biasa. Mereka memperingatkan bahwa tindakan ini berpotensi menimbulkan risiko keamanan nasional. Pasalnya, model hasil distilasi seringkali tidak dilengkapi dengan sistem pengamanan yang sama ketatnya seperti model asli. Akibatnya, model-model curian ini rentan dan berisiko disalahgunakan untuk tujuan-tujuan jahat.
Kasus ini bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, OpenAI juga pernah menyampaikan tuduhan serupa. Mereka mengeluhkan bahwa kemampuan ChatGPT-nya juga didistilasi secara ilegal oleh para pesaing.
Menanggapi hal ini, Anthropic menyatakan tidak akan tinggal diam. Mereka berencana memperkuat sistem deteksi dan kontrol akses mereka. Selain itu, mereka juga akan aktif berbagi intelijen dengan perusahaan AI lain dan para penyedia layanan cloud. Langkah ini diambil untuk mencegah praktik distilasi ilegal serupa di masa depan.
Perusahaan menegaskan bahwa penanganan ancaman semacam ini membutuhkan koordinasi yang erat, tidak hanya lintas industri tetapi juga dengan para pembuat kebijakan. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada satu pun tanggapan resmi dari DeepSeek, Moonshot, maupun MiniMax terkait tuduhan keras dari Anthropic tersebut.
Situasi ini semakin menarik karena di saat yang sama, Anthropic sendiri juga tengah menghadapi masalah hukum. Mereka sedang digugat oleh sejumlah penerbit musik yang menuduh perusahaan tersebut menggunakan salinan lagu secara ilegal untuk melatih model AI mereka, Claude. Ironis, bukan? Di satu sisi mereka menuding pihak lain mencuri, di sisi lain mereka pun dituduh melakukan hal serupa.
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Desapenari.id










