Dentmas.id – Dunia kecerdasan buatan kembali dihebohkan! Anthropic, perusahaan AI di balik chatbot Claude, secara resmi meluncurkan model terbaru mereka pada Selasa (1/9/2026). Bukan satu, tapi dua model sekaligus! Kedua nama yang diperkenalkan adalah Claude Fable 5.1 dan Claude Mythos 5.1. Lalu, apa yang membuat peluncuran ini begitu spesial? Ternyata, Anthropic mengklaim bahwa model-model baru ini bukan cuma sekadar upgrade biasa, melainkan lompatan besar di bidang coding dan pekerjaan berbasis pengetahuan (knowledge work). Yang lebih menggoda lagi, meskipun kemampuannya naik kelas, biaya pemakaiannya justru dipangkas habis-habisan! Kabar baik ini tentu langsung menyita perhatian para developer dan peneliti di seluruh dunia.
Dalam pengumuman resmi di blog mereka, Anthropic dengan percaya diri menyatakan bahwa Claude Fable 5.1 dan Mythos 5.1 mewakili puncak teknologi mereka saat ini untuk kebutuhan teknis dan riset. Keduanya didesain khusus agar unggul dalam menyelesaikan masalah pemrograman kompleks serta membantu para profesional di bidang ilmu pengetahuan. Namun, perlu digarisbawahi bahwa meskipun menyandang nama yang berbeda, secara fundamental kedua model ini memiliki otak yang sama. Lantas, apa yang membedakan? Jawabannya terletak pada lapisan keamanan dan siapa yang berhak mengaksesnya. Fable 5.1 hadir sebagai model publik yang dapat dinikmati oleh siapa saja, baik melalui platform cloud maupun API Anthropic.
Sementara Mythos 5.1 adalah versi eksklusif yang hanya diberikan melalui program trusted access kepada mitra terpilih yang telah lolos pemeriksaan ketat, terutama mereka yang berkecimpung di sektor sensitif seperti keamanan siber dan ilmu hayati. Langkah ini diambil karena Mythos memiliki akses ke kemampuan yang lebih canggih dan berpotensi sensitif.
Keamanan Makin Tajam, Tapi Tak Lagi Sering Ngeblokir Pertanyaan Penting
Salah satu fitur unggulan yang paling menarik perhatian pada Fable 5.1 adalah peningkatan pada sistem keamanannya yang kini jauh lebih presisi. Di masa lalu, pengguna sering mengeluh karena AI seringkali terlalu protektif dan memblokir pertanyaan yang sebenarnya tidak berbahaya. Fenomena ini disebut dengan false positive. Nah, pada model terbaru ini, Anthropic mengklaim telah berhasil menekan angka pemblokiran keliru hingga 60% lebih sedikit dibandingkan versi sebelumnya! Bayangkan, kini kita bisa bertanya lebih bebas tanpa khawatir pertanyaan kita ditolak mentah-mentah oleh sistem.
Kemajuan ini sebagian besar dicapai karena Anthropic kini mengizinkan Fable 5.1 untuk membantu menemukan celah keamanan (bug) dalam sebuah software. Ini adalah perubahan kebijakan yang sangat signifikan. Namun, perusahaan tetap memasang batasan yang jelas. Model ini boleh membantu mengidentifikasi titik lemah, tetapi dilarang keras untuk mengembangkan exploit, yaitu kode jahat yang bisa menyalahgunakan celah tersebut. Selain di bidang siber, Anthropic juga melakukan perbaikan pada sistem pengamanan di bidang biologi. Tujuannya adalah agar AI tidak terlalu sensitif dan menghambat pertanyaan medis atau biologi yang sebenarnya aman dan bermanfaat bagi pengguna.
Skor Benchmark Meroket
Dari sisi performa, Claude Fable 5.1 langsung membuktikan taringnya. Model ini mencatatkan skor tertinggi Anthropic di berbagai benchmark bergengsi. Salah satunya adalah Terminal-Bench 4.0, sebuah tolok ukur yang menguji kemampuan AI dalam coding melalui antarmuka command-line. Tak hanya itu, model ini juga unggul dalam Humanity’s Last Exam, sebuah ujian berat yang mengukur kemampuan penalaran umum. Kemampuan riset ilmiahnya pun patut diacungi jempol. Bahkan sebelum resmi dirilis ke publik, Fable 5.1 telah berhasil menghasilkan tiga temuan ilmiah baru! Salah satunya adalah optimasi GPU khusus dan pembuatan peta Venus beresolusi tinggi yang disusun dari foto-foto yang sudah ada sebelumnya. Ini membuktikan bahwa AI tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga mampu berkontribusi nyata terhadap kemajuan ilmu pengetahuan.
Bagi perusahaan yang sangat memperhatikan privasi data, Anthropic juga menghadirkan terobosan bernama Enterprise Frontier Safeguards (EFS). Sistem ini diklaim mampu memberikan tingkat privasi yang setara dengan kebijakan zero data retention. Artinya, semua data pelanggan akan disimpan di infrastruktur cloud yang sepenuhnya dikuasai oleh pelanggan, bukan oleh Anthropic. Meskipun sistem tetap digunakan untuk memantau penyalahgunaan, pelanggan kini memegang kendali penuh atas bagaimana mekanisme pemantauan tersebut dijalankan. Anthropic bahkan menegaskan bahwa mereka tidak pernah menggunakan data pelanggan enterprise untuk melatih model tanpa izin eksplisit. Tentunya, pernyataan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan para klien korporat.
Lebih Canggih, Eh Malah Lebih Murah! Ini Rahasianya
Kejutan terbesar mungkin datang dari aspek biaya. Di tengah berbagai peningkatan kemampuan, Anthropic justru memutuskan untuk menurunkan harga pemakaian Fable 5.1! Perusahaan memperkirakan biaya penggunaan model ini akan sekitar 25% lebih murah dibandingkan Fable 5 untuk beban kerja tipikal yang dihitung berdasarkan jumlah token. Untuk pekerjaan yang bersifat agentic, atau ketika AI bekerja secara lebih mandiri dalam menjalankan serangkaian tugas, penghematan biaya bahkan bisa melonjak hingga 45%! Penurunan biaya ini terutama berasal dari tarif cache read yang lebih murah. Teknologi ini memungkinkan model untuk membaca kembali input yang sudah diproses dan disimpan sebelumnya, sehingga tidak perlu memproses seluruh konteks dari awal lagi. Efisiensi ini otomatis menekan biaya komputasi secara signifikan.
Claude Fable 5.1 kini sudah tersedia di semua platform cloud besar, seperti Amazon Web Services (AWS), Google Cloud, dan Microsoft Azure. Para pengembang juga dapat langsung mengaksesnya melalui Claude API. Dengan kombinasi kemampuan canggih, keamanan yang lebih baik, dan harga yang lebih terjangkau, Claude Fable 5.1 tampaknya siap menjadi primadona baru di dunia kecerdasan buatan.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










