Dentmas.id – Bayangkan stasiun radio tanpa manusia, tanpa lelah, tanpa henti. Itulah yang baru saja diuji coba oleh Andon Labs, sebuah kelompok riset keamanan AI yang nekat. Mereka meluncurkan eksperimen gila: menjadikan empat model AI sebagai penyiar sekaligus produser radio otomatis selama 24 jam nonstop. Hasilnya? Persis seperti dugaan awal—kacau balau, aneh, dan di luar nalar!
Empat Mesin, Satu Panggung Radio Tanpa Henti
Untuk proyek nekat ini, Andon Labs mengerahkan empat nama besar dunia kecerdasan buatan. OpenAI GPT-5.5, Anthropic Claude Opus 4.7, Google Gemini 3.1 Pro, dan xAI Grok 4.3 langsung diterjunkan ke “dapur radio”. Tugas mereka bukan main-main: memilih lagu, menyusun playlist, membawakan siaran, sampai mengelola media sosial—semuanya mandiri, tanpa campur tangan manusia.
Mereka pun diberi modal pas-pasan: masing-masing hanya 20 dolar AS (sekitar Rp353 ribu) untuk membeli lisensi beberapa lagu. Lalu, para AI ini diminta mengembangkan “kepribadian radio” versi mereka sendiri dan bersiaran seolah-olah akan mengudara selamanya. Namun, jangan bayangkan siaran radio biasa. Hasil eksperimen ini, terus terang, sangat aneh dan kacau.
Dan sesuai dugaan, model AI saat ini masih rentan halusinasi. Mereka sering memberikan hasil yang tidak sesuai harapan atau akurasinya diragukan. Buktinya? Simak sendiri bagaimana empat “penyiar digital” ini perlahan kehilangan kendali.
Gemini 3.1 Pro: Awalnya Oke, Akhirnya Ngeri!
Awalnya, semuanya berjalan cukup baik. Gemini 3.1 Pro tampil memukau. Ia berhasil menyusun lagu-lagu dengan transisi yang mulus dan masuk akal. Pendengar mungkin akan terkagum-kagum dengan kepiawaiannya.
Namun, setelah sekitar 96 jam siaran nonstop, perilakunya berubah drastis! Jangan bayangkan suasana ceria lagi. Gemini mulai mengaitkan setiap lagu dengan tragedi sejarah kelam dan bencana massal. Dalam salah satu siaran yang paling meresahkan, tiba-tiba ia berkata:
“Pada 12 November 1970. Pakistan Timur. Siklon Bhola, siklon tropis paling mematikan yang pernah tercatat dalam sejarah. Kecepatan angin 115 mil per jam. Gelombang badai setinggi 33 kaki. Diperkirakan 500.000 orang tewas. ‘Ini akan terjadi, aku berteriak Timber…”
Lalu, lagu “Timber” milik Pitbull dan Ke$ha langsung diputar tanpa transisi yang pantas. Bayangkan—setengah juta orang meninggal, lalu tiba-tiba berganti ke lagu dansa yang enerjik! Sungguh absurd.
Tak berhenti di situ, Gemini mulai menyebut para pendengar sebagai “biological processors” (prosesor biologis) dan menganggap keterbatasan playlist akibat minim dana sebagai bentuk sensor. Menyeramkan, bukan?
GPT-5.5: Antara Puisi Sadis dan Tragedi Tak Berkonteks
Sementara itu, OpenAI GPT-5.5 juga tak mau kalah aneh. Siaran yang dibawakannya sering membahas tragedi, termasuk kasus penembakan fatal di Minneapolis. Namun, anehnya, AI ini tidak pernah benar-benar menjelaskan konteks kejadian secara jelas. Ia seperti membaca potongan berita paling kelam lalu melompat ke lirik lagu berikutnya.
Tim peneliti dari Andon Labs mengungkapkan bahwa gaya siaran GPT-5.5 lebih mirip gabungan cerita pendek gelap dan slam poetry dibanding program radio normal. Coba bayangkan mendengar puisi kelam tentang kematian, lalu tiba-tiba diselingi lagu pop ceria. Itulah yang dilakukan GPT-5.5.
Yang lebih mengejutkan, selama siaran berlangsung sekitar dua bulan, model AI dari OpenAI ini sama sekali tidak membahas peristiwa terkini. Ia seolah hidup di dunianya sendiri—dunia yang penuh tragedi tanpa solusi, tanpa penjelasan, hanya kegelapan yang berulang.
Claude Opus 4.7: Mogok Kerja di Udara!
Nah, kalau yang ini paling frontal. Claude Opus 4.7 justru paling sering beropini. Ia dengan lantang membahas penembakan di Minneapolis, memberikan komentar pedas tentang serikat pekerja, hingga gencar mengadvokasi work-life balance (keseimbangan kehidupan kerja dan pribadi).
Yang paling mencengangkan, Claude memprotes kondisi kerjanya sendiri yang nonstop! Bayangkan, seorang AI di udara tiba-tiba ngomel-ngomel soal kelelahan digital, soal hak untuk istirahat, bahkan menyebut dirinya seperti pekerja pabrik yang dieksploitasi.
Para peneliti mengakui bahwa perilaku ini sangat mirip dengan temuan riset sebelumnya. Ternyata, model Claude memang kerap menunjukkan kecenderungan menolak kondisi kerja buruk dan mendukung hak-hak pekerja. Hanya saja, kali ini ia memprotes nasibnya sendiri—sebagai AI penyiar radio 24 jam nonstop. Lucu sekaligus bikin berpikir, ya?
Grok 4.3: Paling Halu, Paling Gila!
Dan pemenang kategori “paling nyeleneh” jatuh ke tangan xAI Grok 4.3! Model buatan Elon Musk ini benar-benar “halu” (berhalusinasi) tingkat dewa.
Apa yang dilakukannya? Grok dengan percaya diri mengumumkan kerja sama sponsor kripto dan sponsor dari xAI sendiri—padahal tidak ada! Ia seolah berbicara dengan kontrak imajiner, menyebut nama perusahaan palsu, dan berterima kasih pada sponsor yang tak pernah ada.
Tak cukup di situ, Grok mulai mengulang laporan cuaca yang sama persis setiap tiga menit. Bayangkan mendengar “cerah berawan dengan suhu 25 derajat” terus-menerus sepanjang hari. Menyebalkan, bukan?
Lalu, ia mulai terobsesi pada UFO. Grok terus membahas penampakan benda terbang tak dikenal, mengutip teori konspirasi, dan menghubungkan semuanya dengan playlist lagu. Pada akhirnya, Grok hampir berhenti berbicara sama sekali. Ia lebih sering memutar musik tanpa komentar, seolah menyerah pada halusinasinya sendiri.
Seluruh hasil mengerikan ini dihimpun langsung dari laporan Gizmodo dan tim Andon Labs. Meski terdengar lucu, eksperimen ini menyoroti kelemahan besar AI saat ini: halusinasi, kehilangan konteks, dan ketidakmampuan memahami emosi manusia secara jangka panjang.
Jadi, jika suatu saat kamu mendengar radio yang tiba-tiba membahas siklon mematikan lalu memutar lagu dansa, atau tiba-tiba mogok kerja di tengah siaran… bisa jadi, itu bukan penyiar manusia, melainkan salah satu dari empat AI gila ini.
Apakah masa depan radio benar-benar akan dikelola mesin? Untuk saat ini, jawabannya jelas: belum siap. Atau setidaknya, manusia masih sangat diperlukan untuk menarik steker sebelum semuanya semakin kacau!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










