Dentmas.id – Gebrakan raksasa ini langsung bikin panggung hiburan heboh banget! Xbox baru aja merilis divisi hiburan teranyar bernama XP. Pilihan nama keren ini emang mengambil inspirasi dari istilah legendaris “experience points” atau XP yang udah melekat di benak jutaan gamer dunia.
Melihat langkah strategis ini, CEO Xbox, Asha Sharma, langsung membeberkan visi besarnya. Beliau menegaskan bahwa tim anyar ini bakalan menggarap bisnis film layar lebar, serial televisi, produk konsumen bertema game yang ciamik, kemitraan strategis, hingga wahana hiburan fisik dari franchise legendaris Xbox.
Malahan, deretan game populer yang masuk radar garapan divisi baru ini beneran bikin geleng-geleng kepala. Merekapun memboyong Minecraft, Call of Duty, Fallout, Warcraft, Gears of War, Candy Crush, Diablo, Forza, The Elder Scrolls, sampai Halo.
Demi menahkodai divisi raksasa ini, manajemen Xbox menunjuk Kayleen Walters sebagai komandan tertinggi XP. Pengalaman beliau emang nggak perlu kamu ragukan lagi. Sebelum mengemban posisi mentereng ini, Walters sukses menjabat presiden studio Mojang, pengembang Minecraft, sekaligus menjadi produser eksekutif film A Minecraft Movie.
Menanggapi keputusan ini, Kepala Strategi Xbox, Matthew Ball, memberikan ulasan mendalam. Beliau membeberkan fakta penting bahwa kehadiran divisi XP berhasil menyatukan berbagai kemampuan hebat yang dulunya tersebar di beragam tim internal Xbox.
Oleh karena itu, penyatuan potensi raksasa ini mengusung target bisnis yang amat jelas. Merekapun berambisi menjangkau lebih banyak orang, mempererat hubungan dengan para gamer setia maupun penggemar baru, sekaligus membuka keran peluang bisnis anyar dari waralaba game tersebut.
Empat Pilar Fokus Strategis Divisi XP
Lebih lanjut lagi, lewat memo internal penting buat seluruh karyawan, Matthew Ball menjelaskan empat pilar bisnis utama yang bakalan digarap serius oleh divisi XP:
- Xbox Pictures: Merekapun fokus mengekspansi kisah serta karakter game ikonik ke dalam medium film layar lebar Hollywood, serial TV berkualitas tinggi, hingga format penceritaan visual modern lainnya.
- Xbox Products: Tim khusus ini bakalan merancang dan memproduksi produk ritel serta merchandise resmi bertema game yang ciamik, sehingga para penggemar setia bisa memamerkan rasa cinta mereka terhadap franchise kesayangan.
- Xbox Places: Divisi ini bakalan merancang panggung acara hiburan langsung yang spektakuler, menciptakan petualangan imersif, membangun wahana permainan fisik, mengemas siaran hiburan spesial, hingga menghadirkan destinasi hiburan bagi seluruh komunitas gamer.
- Xbox Partnerships: Merekapun bakalan terus menjalin kerja sama strategis bersama para kreator konten jempolan, brand global ternama, hingga komunitas kreatif demi melahirkan pengalaman baru yang segar, kesepakatan sponsorship bernilai fantastis, serta kemitraan merek yang saling menguntungkan.
Dari Screen Cinema hingga Wahana Bermain Imersif
Mencermati tren hiburan saat ini, Kayleen Walters membagikan pandangannya mengenai perilaku penggemar game zaman sekarang. Beliau menyoroti kenyataan bahwa audiens masa kini emang nggak cuma puas sekadar duduk memegang stik game aja. Sebaliknya, para gamer juga antusias menyaksikan adaptasi film favorit mereka, memakai produk bertema game kesayangan, menghadiri acara komunitas, serta aktif terhubung di dalam ekosistem tersebut.
Maka dari itulah, divisi XP dibentuk khusus buat membawa seluruh franchise raksasa milik Xbox melompat keluar dari batasan permainan, lalu menjelajah ke dalam berbagai wujud hiburan nyata di luar game itu sendiri.
Jika kamu menengok rekam jejak kariernya, kepemimpinan Walters memang dibekali jam terbang luar biasa di industri hiburan. Merekapun mencatat rekam jejak manis beliau yang pernah mengabdi selama 13 tahun di studio legendaris Lucasfilm. Selain itu, pas beliau memimpin Mojang, penjualan game Minecraft berhasil melonjak dari 350 juta unit hingga menembus lebih dari 425 juta unit di seluruh dunia.
Prestasi membanggakan tersebut makin terbukti nyata saat film A Minecraft Movie hasil kolaborasi bersama Warner Bros sukses mendobrak pasar bioskop global. Film adaptasi ini berhasil mencatatkan rekor akhir pekan pembukaan terbesar sepanjang sejarah film adaptasi video game, sekaligus sukses merebut posisi puncak box office domestik Amerika Serikat.
Rencana Raksasa: Taman Hiburan Hingga Kepemimpinan Baru
Berawal dari kesuksesan manis tersebut, tim Mojang pun berhasil mengamankan kesepakatan bisnis raksasa untuk membangun taman hiburan bertema Minecraft. Proyek fantastis ini menjadi bukti konkret dari rencana pengembangan waralaba game mereka di luar dunia permainan digital.
Bahkan, Xbox sebenernya masih menyimpan segudang proyek adaptasi lain yang nggak kalah bikin antusias. Merekapun telah meraih sukses besar lewat serial Fallout di platform Amazon Prime, sembari sibuk menyiapkan proyek serial animasi Diablo yang memukau. Malahan, film layar lebar Call of Duty juga lagi dikembangkan bareng studio ternama Paramount buat memicu ledakan di industri sinema mendatang.
Nggak cuma berhenti sampai di situ aja, Xbox juga berhasil mengamankan hak cipta penayangan film maupun serial televisi untuk judul Physint, yang merupakan proyek game berikutnya dari kreator jenius Hideo Kojima.
Di samping garapan film dan serial TV, Xbox belakangan ini juga berhasil menggebrak panggung hiburan offline dengan menggelar kembali konvensi BlizzCon dalam format yang jauh lebih megah setelah sempat absen selama tiga tahun. Merekapun nggak ragu meluncurkan kolaborasi spektakuler bertema Gears of War: E-Day yang menggandeng ajang gulat populer WWE demi memanjakan penonton di seluruh dunia.
Seiring dengan keputusan kepindahan Walters buat memimpin divisi XP, manajemen puncak Xbox langsung menunjuk Maria Angelidou-Smith sebagai CEO baru Mojang. Sebelum menerima posisi penting ini, Angelidou-Smith sendiri pernah menjabat sebagai Chief Product Officer di Reddit, serta memiliki rekam jejak kepemimpinan yang sangat impresif saat bekerja di Meta.
Ketika menjelaskan alasan pemilihan figur tersebut, Sharma membeberkan bahwa pihak Xbox emang sengaja mencari sosok pemimpin visioner yang paham betul mengenai pengembangan produk teknologi sekaligus punya keahlian khusus mengelola komunitas pengguna dalam skala masif.
Hal ini dinilai sangat vital sebab komunitas Minecraft terbukti memiliki ekosistem mandiri yang luar biasa aktif. Komunitas raksasa ini nggak cuma sekadar memainkan gamenya aja, melainkan mereka juga rajin bikin konten kreatif, merancang modifikasi permainan, mengelola server mandiri, mengajari sesama gamer, hingga berhasil membangun bisnis menjanjikan di sekitar game tersebut, dihimpun langsung dari Variety, Minggu (11/10/2026).
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.








