Dentmas.id — Dunia teknologi kembali dihebohkan! CMF, sub-brand Nothing yang selama ini dikenal karena menawarkan gadget dengan harga bersahabat, resmi akan dipisahkan menjadi perusahaan yang berdiri sendiri. Yang lebih mengejutkan lagi, India justru akan memegang kendali mayoritas atas perusahaan baru tersebut. Wow, betul-betul plot twist yang tidak banyak orang duga!
Meski demikian, kalian tak perlu khawatir. Nothing tetap menyisakan saham minoritas di entitas baru itu. Selain itu, kantor pusat CMF sekaligus pusat riset dan pengembangan atau research and development (R&D) pun akan dipindahkan ke India. Jadi, bisa dibilang, negeri Bollywood ini bakal menjadi “rumah baru” CMF sepenuhnya.
Visi Besar Carl Pei untuk India
Soal langkah strategis ini, CEO Nothing, Carl Pei, membuka suara. Ia meyakini bahwa India memiliki peluang emas untuk melahirkan perusahaan teknologi kelas dunia. Menurutnya, fenomena serupa sudah pernah terjadi di Jepang, Korea Selatan, bahkan China. Kini, giliran India yang diprediksi menorehkan tinta emas di panggung global.
“India akan menjadi negara berikutnya yang melahirkan global champions-nya sendiri,” ujar Pei dalam pernyataan resminya, dikutip dari GSM Arena.
Lebih jauh lagi, Pei menekankan satu faktor krusial yang harus dibangun, yaitu kapasitas R&D di dalam negeri. Penting dicatat, ia tidak mendefinisikan R&D sebagai sekadar merakit perangkat di India. Baginya, R&D sesungguhnya berarti kemampuan merancang, merekayasa, dan terus mengembangkan produk secara mandiri dari dalam. Sungguh cara pandang yang berbeda, bukan?
Kembangkan Produk Sendiri, Jangan Cuma Jadi Penjual Ulang!
Selanjutnya, Pei menyampaikan pandangan menarik soal kemampuan rekayasa. Ia percaya bahwa keahlian rekayasa menjadi garis pemisah antara perusahaan yang mampu bertahan dalam jangka panjang dan perusahaan yang hanya ikut-ikutan tren sesaat. Dalam kata lain, rekayasa adalah “nyawa” sebuah merek teknologi.
Untuk mendukung argumennya, Pei menyoroti sejarah industri ponsel India pada periode 2015 hingga 2017. Saat itu, sejumlah merek lokal akhirnya tumbang setelah pemain asing masuk membawa kemampuan rekayasa yang jauh lebih tajam. Pelajaran berharga, memang!
Namun, di sisi lain, kondisi industri saat ini justru membuka kembali pintu peluang bagi merek-merek India. Karena itulah, CMF tidak akan diarahkan menjadi merek yang sekadar memilih produk jadi dari mitra manufaktur lalu menjualnya kembali. Justru sebaliknya!
CMF ditargetkan untuk mengembangkan produknya sendiri dari nol. Selain itu, merek ini juga akan menekan biaya dengan memangkas margin tambahan atau markup tanpa harus mengorbankan kualitas. Terakhir, produk CMF dijanjikan akan terus ditingkatkan dari tahun ke tahun. Mantap, kan?
“Ini yang membedakan perusahaan yang bertahan dengan perusahaan yang hanya memanfaatkan sebuah momentum,” tutur Pei dengan penuh keyakinan.
Fakta Menakjubkan: 99 Persen Ponsel India Sudah Diproduksi Lokal!
Beralih ke data menarik, Pei mengungkapkan fakta yang bikin takjub. Saat ini, sekitar 99 persen ponsel yang dijual di India ternyata sudah diproduksi di dalam negeri. Jujur saja, angka ini tergolong pencapaian luar biasa bagi sebuah industri!
Meski demikian, Pei mengingatkan bahwa produksi lokal hanyalah tahap pertama dari perjalanan panjang. Tahap berikutnya, justru membangun kapabilitas R&D yang mampu menciptakan permintaan terhadap tenaga kerja dan keahlian rekayasa lokal. Nah, di sinilah CMF masuk! Pei menyatakan bahwa CMF akan mengambil peran strategis tersebut.
Sebagai informasi tambahan, Nothing sebelumnya memperkenalkan CMF sebagai sub-brand yang menawarkan perangkat dengan harga lebih terjangkau dibandingkan produk utama Nothing. Portofolionya pun cukup beragam, mulai dari ponsel, earbud, hingga berbagai perangkat elektronik lainnya.
Target Ambisius: 100 Juta Ponsel per Tahun!
Lebih menariknya lagi, Pei membanggakan bahwa CMF tercatat sebagai sub-brand smartphone dengan pertumbuhan paling cepat di India sepanjang tahun lalu. Bukti nyata bahwa strategi harga terjangkau dengan kualitas oke memang berhasil menarik hati konsumen!
Bukan hanya itu, Pei juga mengumumkan target jangka panjang yang sangat ambisius, yakni mendorong penjualan CMF hingga menyentuh angka 100 juta ponsel per tahun. Gila sih, angka itu bukan kaleng-kaleng! Jika terwujud, CMF bisa menjadi kekuatan baru yang patut diperhitungkan di industri ponsel global.
Meski begitu, masih ada beberapa hal yang menggantung. Sampai artikel ini ditulis, pihak Nothing belum menjelaskan secara rinci kapan proses pemisahan CMF akan tuntas. Selain itu, besaran porsi kepemilikan Nothing juga belum diungkap, demikian pula struktur pemegang saham lainnya.
Pantas saja banyak yang penasaran! Pemisahan ini diprediksi akan mengubah lanskap industri ponsel, khususnya di pasar India yang terus tumbuh pesat. Dengan dukungan penuh pada R&D lokal, India kini semakin dekat dengan mimpi menjadi kekuatan teknologi dunia.
Jadi, bagaimana menurut kalian? Apakah CMF benar-benar bisa mewujudkan target fantastis 100 juta ponsel per tahun? Atau justru India akan melahirkan raksasa teknologi baru yang mengguncang pasar global? Tunggu saja perkembangan berikutnya, karena kisah ini baru saja dimulai!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










