Dentmas.id – Wah, China lagi sibuk banget ngejar ketertinggalan teknologinya dari Amerika Serikat, terutama di sektor antariksa. Dan yang paling panas saat ini, mereka membidik langsung bisnis internet satelit yang selama ini popularitasnya dikuasai oleh Starlink milik SpaceX-nya Elon Musk. Serius, ini bukan isapan jempol belaka! Maka dari itu, salah satu perusahaan antariksa swasta negeri Tirai Bambu, yaitu Galaxy Space, baru-baru ini bikin heboh dengan memperkenalkan antena satelit yang bentuknya super unik. Kira-kira, antena ini persis banget seperti payung lipat kita sehari-hari! Keren, kan?

Lalu, apa istimewanya? Nah, yang bikin teknologinya canggih, antena ini dirancang supaya bisa dilipat sekecil mungkin saat peluncuran roket. Setelah itu, ia akan “mekar” atau mengembang dengan sendirinya begitu sudah mencapai orbit Bumi. Bayangkan saja, seperti kita membuka payung di luar angkasa!
Karena bentuk dan cara kerjanya benar-benar mirip payung, teknologi mutakhir ini langsung dijuluki sebagai “space umbrella” atau payung luar angkasa. Keren banget, kan, istilahnya?
Galaxy Space dengan percaya diri menyatakan, “payung canggih” buatan mereka ini merupakan antena deployable umbrella berperforma tinggi yang pertama kali dikembangkan oleh perusahaan antariksa swasta di seluruh China. Sebuah loncatan besar, menurut saya.
Sebenarnya, Buat Apa Sih Payung Mewah Ini Dibuat?
Pertama-tama, antena model payung ini dikhususkan untuk satelit yang berada di orbit rendah Bumi atau Low Earth Orbit (LEO). Tidak hanya itu, teknologi ini nantinya bakal dipakai untuk mendukung berbagai keperluan penting, seperti internet satelit, komunikasi militer, navigasi, hingga pemetaan Bumi. Cakupannya luas sekali!
Yang paling menarik sebagai tujuan utamanya, pengembangan antena ini adalah untuk mewujudkan koneksi langsung dari satelit ke ponsel pintar atau direct-to-cell. Jadi, ini persis seperti fitur andalan yang sedang digenjot Starlink saat ini.
Artinya, dengan teknologi ini, ponsel kita bakal bisa tersambung langsung ke internet via satelit. Akibatnya, kita tidak perlu bergantung banget sama tower BTS (Base Transceiver Station) yang ada di darat. Lega, kan?
Menurut para ahli, teknologi keren macam ini sangat penting untuk daerah-daerah terpencil, wilayah blank spot yang tidak pernah tersentuh sinyal, atau bahkan untuk komunikasi darurat saat bencana alam. Sebab, saat bencana, jaringan seluler darat biasanya langsung rubuh total.
Galaxy Space menjelaskan alasannya, mengapa mereka memilih desain mirip payung lipat? Jawabannya simpel: demi efisiensi ruang di dalam roket. Pasalnya, antena satelit itu umumnya berukuran raksasa agar bisa menerima dan memancarkan sinyal yang kuat dan stabil. Sayangnya, di sisi lain, ruang penyimpanan di dalam roket itu sangat terbatas, bagaikan kamar kos sempit.
Oleh karena itu, antena ini sengaja dibuat agar bisa dilipat sekecil mungkin saat peluncuran. Kemudian, ia akan terbuka dengan sendirinya setelah satelit mencapai orbit yang dituju.
Biar gampang dibayangkan, analogi sederhananya seperti ini: persis seperti payung lipat kita yang dimasukkan rapat ke dalam tas saat tertutup, lalu dengan mudah dibuka ketika kita kehujanan. Praktis, bukan?
Ukurannya Ringkas, tapi Kekuatannya Minta Ampun!
Soal ukuran, Galaxy Space membeberkan fakta mengejutkan. Antena ini memiliki diameter sekitar 1 meter ketika mengembang, namun memiliki rasio penyimpanan di bawah 12 persen! Dengan kata lain, antena gede ini bisa dipadatkan hingga hanya seukuran casing komputer kecil sebelum diluncurkan ke luar angkasa. Gilak, mungil banget!
Desain yang ringkas ini dinilai sangat krusial. Soalnya, roket-roket modern saat ini biasanya membawa banyak satelit sekaligus dalam satu misi peluncuran. Jadi, hemat tempat adalah segalanya.
Hasilnya, dengan antena yang dapat dilipat super kecil ini, setiap satelit bisa membawa reflektor komunikasi yang lebih besar tanpa mengorbankan efisiensi biaya peluncuran. Dengan begitu, mereka bisa mendapatkan performa maksimal tanpa membayar mahal.
Jangan Remehkan! Performanya Diklaim 10 Kali Lebih Kuat!
Meskipun ukurannya ringkas saat dilipat, Galaxy Space dengan berani mengklaim bahwa antena “payung luar angkasa” ini memiliki performa konektivitas hingga 10 kali lebih kuat dibandingkan antena mekanis Q/V-band generasi sebelumnya. Wah, ini baru namanya lompatan teknologi!
Selain itu, desainnya juga disebut lebih efisien. Sebab, antena ini tidak lagi mengandalkan proses anyaman manual yang rumit, seperti yang biasa dilakukan pada antena satelit mesh pada umumnya. Proses manual itu makan waktu berbulan-bulan!
Biasanya, pembuatan antena satelit kelas luar angkasa itu lewat proses yang sangat rumit. Pasalnya, para teknisi harus menyusun dan menyesuaikan permukaan mesh secara manual agar presisi sempurna. Satu kesalahan kecil, sinyal bisa kacau.
Sebagai gantinya, Galaxy Space telah mengembangkan teknologi pembentukan mesh terintegrasi. Dengan inovasi ini, mereka mengklaim mampu meningkatkan efisiensi produksi hingga lebih dari 70 persen! Cepat dan murah.
Perusahaan tersebut menegaskan bahwa pendekatan revolusioner ini menjadi bagian dari tren baru industri antariksa China. Mereka mulai menerapkan metode manufaktur massal ala industri modern ke dalam pengembangan perangkat luar angkasa. Jadi, tidak lagi buatan “tukang sapu” manual.
Sayangnya, hingga berita ini ditulis, Galaxy Space belum mengumbar jadwal peluncuran antena “payung luar angkasa” ini ke orbit rendah Bumi. Demikianlah informasi ini dirangkum dari laporan GlobalTimes. Kita tunggu aksi nyata mereka selanjutnya!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










