Dentmas.id – Siap-siap, dunia lagi-lagi dihebohkan oleh inovasi gila dari China! Kini, sebuah fenomena segar merambah industri live shopping: siaran langsung berlangsung 24 jam nonstop tanpa jeda. Tapi tunggu dulu, jangan bayangkan kreator manusia yang kelelahan di balik layar. Justru, sang kreator yang aktif berbicara dan mempromosikan produk sepanjang hari bukanlah manusia seutuhnya, melainkan avatar AI canggih hasil “kloning” dari pembuat konten asli.

Avatar AI: Ketika Kreator Asli “Tidur” Tapi Tetap Jualan Laris Manis
Coba perhatikan video yang kini viral di berbagai media sosial (seperti tautan berikut ini). Di situ, seorang kreator asli hanya duduk santai di depan greenscreen dengan pencahayaan seadanya—wajahnya datar, minim ekspresi, bahkan cenderung diam tanpa banyak bicara. Namun, pemandangan yang disaksikan oleh penonton di layar gadget mereka sungguh berbeda jauh! Avatar AI miliknya menjelma menjadi sosok super rapi, penuh energi, dan ekspresif luar biasa.
“Sang versi digital” ini tidak cuma bisa ngobrol ngalor-ngidul, tapi juga dengan lincah menjelaskan spesifikasi produk, membalas komentar penonton, hingga menggodai audiens dengan gaya bicara yang mirip banget seperti manusia sungguhan. Hasilnya? Penonton sampai terkecoh dan betah berjam-jam di ruang siaran.
Bukan Sekadar Uji Coba! Buktinya: 6 Jam Siaran, Raup Rp 930 Miliar!
Fenomena ini ternyata bukan sekadar eksperimen iseng lho, Sob! Di China, penggunaan avatar AI untuk live commerce sudah melesat bak roket dan mulai membuktikan dampak nyatanya. Salah satu contoh paling gila datang dari kreator papan atas bernama Luo Yonghao. Ia berani berkolaborasi dengan raksasa teknologi Baidu untuk menghadirkan “dirinya sendiri” dalam bentuk AI.
Hasilnya? Dalam satu sesi live streaming yang berlangsung lebih dari enam jam, avatar AI Luo Yonghao berhasil membukukan penjualan sampai 55 juta yuan atau setara Rp 930,3 miliar pada tahun 2025 lalu! Gila banget, kan? Yang lebih mencengangkan, angka ini bahkan melampaui pendapatan sesi live sebelumnya yang ia lakukan secara langsung tanpa bantuan AI. Artinya, versi digital dirinya justru lebih laris!
Lantas, bagaimana cara membuat avatar secanggih itu? Para insinyur melatih model AI menggunakan ribuan jam video sang kreator selama bertahun-tahun. Hasilnya, AI tersebut mampu meniru secara sempurna gaya bicara, ekspresi mikro, hingga karakter khas pembuat konten aslinya. Mirip banget kayak kembaran digital!
Ledakan Industri: 993.000 Perusahaan dan Cuan Rp 5.633 Triliun!
Tren gila ini sesungguhnya sudah mulai terlihat beberapa tahun silam, tapi kini perkembangannya supercepat. Coba simak data gila dari basis bisnis China: lebih dari 993.000 perusahaan kini bergerak di bidang avatar digital! Hebatnya lagi, lebih dari 400.000 di antaranya baru berdiri dalam beberapa tahun terakhir. Bisa dibilang, ini sedang booming besar-besaran!
Pada festival belanja online akbar “618” (tepatnya 18 Juni lalu), lebih dari 5.000 brand dilaporkan nekat menggunakan avatar AI untuk live streaming. Dan hasilnya? Siaran live tersebut disaksikan lebih dari 100 juta kali, dan melahirkan lebih dari 5 juta interaksi dari pengguna yang antusias. Bayangkan betapa dahsyatnya gempuran teknologi ini ke perilaku belanja masyarakat!
Dari sisi industri, dampaknya juga sama sekali tidak kecil. Pada tahun 2023, avatar digital diperkirakan sudah menyumbang pendapatan lebih dari 333 miliar yuan (setara Rp 5.633 triliun) di China. Angka ini diperkirakan bakal melonjak drastis hingga 640 miliar yuan, atau sekitar Rp 10.826,2 triliun pada tahun 2025! Itu cuan yang bikin melongo, kan?
Rahasia Sukses Avatar AI: Super Efisien, Murah, dan Tanpa Tidur!
Nah, apa sih keunggulan utama teknologi canggih ini? Jawabannya ada pada efisiensi yang bikin pelaku bisnis ngiler. Berbeda dengan manusia yang butuh tidur, makan, dan istirahat, avatar AI tidak pernah mengenal lelah dan bisa siaran tanpa henti 24/7. Kondisi ini memungkinkan kreator dan brand tetap jualan sepanjang hari tanpa harus terus-terusan berada di depan kamera. Kreator asli bisa tidur nyenyak, sementara “kembaran AI”-nya tetap gencar mempromosikan produk!
Selain itu, penggunaan avatar AI juga secara drastis memangkas biaya produksi. Lupakan studio besar dengan pencahayaan rumit, kru kamera yang banyak, atau persiapan panjang yang melelahkan. Cukup dengan greenscreen sederhana dan satu orang pengawas, siaran langsung sudah bisa berjalan otomatis. Efisien banget, kan?
Sayangnya, Ada Tantangan: Interaksi Kaku hingga Regulasi Mulai Diberlakukan
Namun, di balik potensi meraup cuan sebesar-besarnya, penggunaan avatar AI juga bukannya tanpa masalah dan tantangan. Sebagian pengaku mengeluhkan interaksinya masih terasa kaku dan belum sepenuhnya natural. Kadang ada jeda aneh atau respons yang kurang pas, sehingga sedikit mengganggu kenyamanan berbelanja.
Tak hanya itu, kekhawatiran serius juga muncul soal transparansi. Tidak semua penonton bisa dengan mudah membedakan apakah sosok yang tampil lincah di layar adalah manusia sungguhan atau sekadar avatar AI. Hal ini berpotensi menyesatkan konsumen jika tidak dikelola dengan etis.
Oleh karena itu, regulasi pun mulai digulirkan. Platform raksasa seperti Douyin (versi China dari TikTok milik ByteDance) kini mewajibkan setiap kreator memberi label atau tanda khusus jika menggunakan avatar AI dalam siarannya. Selain itu, mereka juga memastikan tetap ada pengawasan manusia selama siaran berlangsung. Jadi tidak bisa asal “setel dan tidur” begitu saja.
Masa Depan Kreator Digital: Bisa “Hadir” di Mana Saja Tanpa Beneran Online
Meski teknologi ini masih terus berkembang dan menyempurnakan diri, satu hal yang pasti: tren ini menunjukkan arah baru yang tak terelakkan bagi industri kreator digital. Dengan bantuan AI canggih, seorang kreator kini bisa “hadir” di banyak tempat sekaligus dalam waktu bersamaan. Bahkan, mereka tetap bisa berjualan laris meski tidak benar-benar sedang online secara fisik.
Fenomena ini dihimpun dari laporan mendalam SixthTone dan CNBC. Jadi, siapkah kamu menyambut era di mana avatar AI menjadi bintang live shopping masa depan? Satu hal yang jelas: live shopping 24 jam nonstop dengan kreator AI bukanlah sekadar mimpi—ini sudah terjadi, dan cuannya benar-benar gila-gilaan!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










