Dentmas.id – Microsoft akhirnya mengambil keputusan besar. Mereka secara resmi menghentikan aplikasi pemindai dokumen yang selama ini menjadi favorit banyak orang, Microsoft Lens. Terhitung sejak 9 Januari 2026, perusahaan menghapus aplikasi ini dari toko aplikasi. Pengguna baru tidak akan menemukannya lagi.
Tim kami memantau situasi ini pada Rabu, 11 Februari 2026. Hasilnya, Microsoft Lens ternyata sudah lebih dulu menghilang dari Google Play Store. Namun, di Apple App Store, aplikasi ini masih tercantum. Pengguna iPhone masih bisa mengunduhnya, setidaknya untuk sementara waktu.
Keputusan ini merupakan bagian dari strategi besar Microsoft. Mereka ingin mendorong pengguna beralih ke fitur pemindaian dokumen yang sudah terintegrasi langsung di layanan OneDrive. Dengan kata lain, Microsoft tidak lagi ingin memelihara aplikasi terpisah untuk fungsi pemindaian.
Masih Bisa Dipakai, Tapi Ada Batas Waktu

Meskipun sudah dihapus dari toko aplikasi, pengguna lama masih bisa bernapas lega. Microsoft mengizinkan mereka yang telah mengunduh sebelumnya untuk tetap menggunakan aplikasi ini. Namun, izin itu tidak berlaku selamanya.
Perusahaan menetapkan 9 Maret 2026 sebagai batas akhir. Setelah tanggal tersebut, fitur pemindaian di Microsoft Lens akan mereka nonaktifkan secara permanen. Anda tidak akan bisa membuat pindaian baru lagi. Aplikasi ini hanya akan menjadi museum digital yang menyimpan dokumen-dokumen lama.
Microsoft menjelaskan kebijakan ini melalui halaman resmi mereka. “Anda dapat terus memindai dokumen di aplikasi ini hingga 9 Maret 2026. Setelah itu, Anda tidak akan dapat membuat pindaian baru, tetapi Anda masih dapat mengakses pindaian sebelumnya jika aplikasi tersebut tetap terpasang di perangkat Anda,” tulis mereka.
Namun, ada syarat yang perlu pengguna penuhi. Microsoft mewajibkan pengguna untuk tetap masuk menggunakan akun Microsoft jika ingin membuka kembali dokumen lama di folder My Scans. Perusahaan juga mengingatkan bahwa akses ini tidak lagi mendapat dukungan resmi. Jika terjadi kendala teknis, pengguna harus menyelesaikannya sendiri.
Keputusan Kontroversial di Tengah Popularitas Tinggi
Keputusan Microsoft ini sungguh mengejutkan publik. Pasalnya, Microsoft Lens bukanlah aplikasi biasa. Di Google Play Store, aplikasi ini mengoleksi rating 4,9 dari 5. Jumlah ulasannya mencapai hampir satu juta, tepatnya sekitar 971.000 ulasan. Lebih dari 50 juta pengguna telah mengunduh aplikasi ini.
Angka-angka itu membuktikan satu hal: Microsoft Lens memiliki basis pengguna yang besar dan loyal. Mereka menggunakan aplikasi ini hampir setiap hari untuk memindai dokumen, menangkap teks dari papan tulis, hingga mengarsipkan kartu nama. Aplikasi ini dikenal dengan kualitas pindaiannya yang tajam dan fitur pemotongan otomatis yang akurat.
Namun, belakangan ini sebagian pengguna mulai menyampaikan keluhan. Mereka tidak sepenuhnya setuju dengan perubahan kebijakan yang diterapkan Microsoft. Beberapa pengguna mengeluhkan kewajiban login sebelum dapat menggunakan fitur pemindaian. Yang lain merasa keberatan karena hasil pindaian otomatis terunggah ke akun Microsoft.
Keluhan-keluhan ini kemudian memicu reaksi berantai. Di berbagai forum diskusi dan kolom komentar, pengguna mulai saling merekomendasikan aplikasi pihak ketiga. Mereka mencari alternatif yang tidak memberlakukan kewajiban login dan unggah otomatis. Beberapa nama seperti Adobe Scan dan CamScanner mulai kembali dilirik.
Perjalanan Panjang Sebelum Pamit
Microsoft Lens pertama kali diperkenalkan pada tahun 2014. Kala itu, aplikasi ini masih menggunakan nama Office Lens dan hanya tersedia di platform Windows Phone. Setahun kemudian, Microsoft merilisnya ke Android dan iOS. Perluasan platform ini membuat penggunanya melonjak drastis.
Pada perkembangan selanjutnya, Microsoft mengubah nama Office Lens menjadi Microsoft Lens. Perubahan nama ini mereka lakukan untuk menyelaraskan dengan identitas merek perusahaan. Fungsinya tetap sama, bahkan terus bertambah. Fitur-fitur baru seperti pengenalan teks optik atau OCR dan integrasi dengan berbagai layanan Microsoft semakin memperkuat posisinya.
Kini, setelah lebih dari satu dekade melayani pengguna, Microsoft memutuskan untuk memensiunkannya. Langkah ini mereka tempuh meskipun mengetahui bahwa masih puluhan juta orang mengandalkan aplikasi tersebut. Integrasi ke OneDrive menjadi alasan utama di balik keputusan ini.
Pengguna yang masih ingin memindai dokumen kini harus membuka aplikasi OneDrive. Di dalamnya, mereka akan menemukan fitur pemindaian dengan fungsi yang kurang lebih serupa. Hanya saja, prosesnya sekarang terintegrasi langsung dengan penyimpanan cloud. Setiap dokumen yang dipindai secara otomatis akan tersimpan di akun OneDrive pengguna.
Bagi sebagian orang, perubahan ini terasa praktis. Namun, tidak sedikit yang merasa justru dipersulit. Mereka harus mengunduh aplikasi tambahan jika belum memiliki OneDrive. Mereka juga harus memiliki koneksi internet yang stabil jika ingin memanfaatkan fitur sinkronisasi otomatis.
Satu per satu pengguna mulai bersiap. Ada yang memilih bertahan dengan Microsoft Lens hingga hari terakhir. Ada juga yang mulai bermigrasi ke aplikasi lain. Perpindahan ini tidak selalu mulus. Beberapa pengguna mengaku kesulitan menemukan aplikasi pengganti dengan kualitas setara.
Saat ini, di Google Play Store, Microsoft Lens sudah tidak tercantum sama sekali. Di Apple App Store, aplikasi ini masih bisa diunduh. Namun, para pengamat memperkirakan Microsoft akan segera menariknya juga dari platform tersebut dalam waktu dekat.
Pengguna lama masih memiliki waktu beberapa minggu. Hingga 9 Maret 2026, tombol pemindai di Microsoft Lens masih akan berfungsi normal. Setelah itu, aplikasi ini hanya akan menjadi penonton di perangkat mereka. Dokumen-dokumen lama masih bisa dibuka, tetapi tidak akan ada lagi pindaian baru yang lahir dari aplikasi ini.
Microsoft Lens resmi pensiun. Aplikasi yang pernah menjadi solusi cepat untuk memindai dokumen ini kini hanya tinggal kenangan. Pengguna bisa menyimpan aplikasinya di perangkat, tetapi fungsinya telah dipangkas separuh. Era baru pemindaian dokumen ala Microsoft kini berpindah ke OneDrive. Tentu, dengan segala konsekuensi yang menyertainya.
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Desapenari.id










