Dentmas.id – Kabar menghebohkan datang dari ARM, raksasa arsitektur chip smartphone yang baru saja menggebrak pasar dengan keputusan besar: menghapus nama legendaris “Cortex” dan memperkenalkan CPU terbaru mereka, ARM C1! Perubahan ini bukan cuma soal nama, tapi juga performa yang bakal bikin smartphone kamu melesat. Yuk, kita kupas tuntas revolusi ini!
ARM C1: Era Baru CPU Smartphone
ARM resmi mengumumkan rebranding besar-besaran dengan meluncurkan ARM C1, meninggalkan nama Cortex yang sudah puluhan tahun jadi andalan. Sekarang, ARM C1 hadir dalam empat varian keren: C1-Ultra, C1-Premium, C1-Pro, dan C1-Nano. Keempatnya punya peran masing-masing untuk bikin perangkatmu lebih cerdas dan hemat daya. Penasaran? Simak detailnya!
Pertama, C1-Ultra menggantikan seri Cortex-X9xx yang terkenal sebagai raja performa. CPU ini dirancang untuk smartphone flagship yang menuntut kecepatan maksimal. Selanjutnya, C1-Pro dan C1-Nano mengambil alih posisi Cortex-A7xx dan Cortex-A5xx, fokus pada keseimbangan performa dan efisiensi. Nah, yang bikin heboh, C1-Premium adalah varian baru yang menyasar perangkat kelas menengah atas—tepat di bawah flagship, tapi tetap bertenaga!
Semua varian ARM C1 ini berbasis arsitektur ARMv9.3 dan dilengkapi Scalable Matrix Extension 2 (SME2). Teknologi ini membuat pemrosesan AI jadi lebih cepat, sekaligus meningkatkan efisiensi untuk tugas sehari-hari seperti streaming video HDR. Keren, kan?
Fleksibilitas Maksimal, Performa Gila
ARM tetap mempertahankan keunggulan mereka: fleksibilitas. CPU C1 bisa dikonfigurasi dengan 1 hingga 14 inti, bahkan menggabungkan hingga tiga tipe prosesor sekaligus! Misalnya, vendor smartphone bisa memadukan satu C1-Ultra, tiga C1-Pro, dan empat C1-Nano untuk menciptakan perangkat yang super kencang atau super hemat daya, tergantung kebutuhan.
ARM mengklaim performa CPU C1 melonjak 30% lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya. Efisiensi daya juga meningkat 12% untuk aktivitas seperti streaming video, browsing, atau main media sosial. Belum selesai, dukungan SME2 bikin fitur AI berjalan lebih mulus. Contohnya, model pengenalan suara Whisper Base kini punya latensi 4,7 kali lebih rendah. Sementara itu, model AI Google Gemma 3 juga melaju 4,7 kali lebih kencang. Gila, bukan?
Berikut rincian kehebatan masing-masing varian:
- C1-Ultra: Menggantikan Cortex-X9xx, fokus pada peningkatan Instructions Per Cycle (IPC). CPU ini melaju 25% lebih cepat dibandingkan Cortex-X925 untuk tugas single-thread.
- C1-Premium: Varian baru untuk kelas menengah atas, punya ukuran die 35% lebih kecil dari Ultra, sehingga lebih hemat biaya produksi tanpa mengorbankan performa.
- C1-Pro: Pengganti Cortex-A7xx, menawarkan performa gaming 16% lebih baik dibandingkan Cortex-A725.
- C1-Nano: Pengganti Cortex-A5xx, dirancang untuk efisiensi dengan konsumsi daya 26% lebih hemat dibandingkan Cortex-A520.
GPU Mali G1: Grafis Makin Memukau
Tidak cuma CPU, ARM juga memperkenalkan GPU Mali G1 yang siap bikin visual smartphone makin ciamik. GPU ini hadir dalam tiga varian:
- Mali G1-Ultra: Dengan 10 inti shader atau lebih, GPU ini menargetkan smartphone flagship dengan grafis super tajam dan dukungan ray tracing penuh.
- Mali G1-Premium: Punya 6–9 inti shader, cocok untuk perangkat premium di bawah flagship, tetap mendukung ray tracing.
- Mali G1-Pro: Dengan 1–5 inti shader, dirancang untuk perangkat kelas menengah yang hemat daya tapi tetap bertenaga.
GPU Mali G1 membawa teknologi Ray Tracing Unit generasi kedua (RTUv2), yang menawarkan performa ray tracing dua kali lebih baik dibandingkan GPU Immortalis-G925. Hasilnya? Mali G1-Ultra menghasilkan frame rate 40% lebih tinggi dengan efek ray tracing, sekaligus memproses gambar 20% lebih cepat dengan efisiensi daya 9% lebih baik. Bahkan, performa AI GPU ini meningkat 20% dibandingkan pendahulunya.
Dalam pengujian internal, ARM membuktikan kehebatan Mali G1-Ultra di game populer seperti Arena Breakout (naik 25%), Honkai Star Rail (19%), Genshin Impact (17%), hingga Fortnite (11%). Semua varian Mali G1 juga mendukung 1–24 shader core dan teknologi Accuracy Super Resolution (ASR), mirip DLSS milik Nvidia, yang mampu meningkatkan resolusi gambar secara instan.
Segera Hadir di Smartphone Impianmu!
Menurut laporan GSMArena (13/9/2025), ARM memastikan perangkat dengan kombinasi CPU C1 dan GPU Mali G1 bakal segera mendarat di pasaran. Meski belum ada tanggal pasti, yang jelas, penamaan baru ini jauh lebih simpel dan gampang diingat ketimbang kode-kode Cortex sebelumnya.
Oh iya, CPU ARM C1 dan GPU Mali G1 akan jadi bagian dari ARM Lumex Compute Subsystem (CSS), subsistem komputasi baru khusus untuk perangkat mobile. Sementara itu, ARM juga punya desain chip lain: Niva untuk PC dan Zena untuk otomotif. Jadi, ARM nggak cuma main di smartphone, tapi juga merambah ke segmen lain!
Dengan ARM C1 dan Mali G1, masa depan smartphone terlihat makin cemerlang. Performa lebih kencang, daya lebih hemat, grafis lebih memukau, dan AI yang makin cerdas—semuanya siap bikin pengalamanmu main game, streaming, atau pakai fitur AI jadi jauh lebih seru. Jadi, tunggu apa lagi? Siap-siap sambut smartphone dengan teknologi ARM terbaru yang bakal bikin kamu takjub!
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Indonesiaartnews










