Dentmas.id – Peta persaingan bisnis teknologi dunia secara mengejutkan mendadak geger setelah raksasa manufaktur komputer dan printer ternama, HP Inc., secara resmi memboyong sosok tak terduga, Emma Walmsley, untuk menduduki posisi puncak sebagai Chief Executive Officer (CEO) baru perusahaan tersebut.
Pengumuman spektakuler ini pertama kali disampaikan oleh pihak manajemen Hewlett-Packard (HP) pada hari Rabu (4/11/2026) waktu Amerika Serikat, di mana Walmsley dipastikan bakal secara efektif menahkodai kepemimpinan HP mulai tanggal 4 Januari 2027 mendatang.
Langkah berani tersebut otomatis akan menempatkan Walmsley untuk menggantikan posisi Bruce Broussard, sosok veteran bisnis yang sebelumnya telah mengemban tugas sebagai CEO interim HP sejak bulan Februari 2026 lalu.
Begitu Walmsley resmi memegang kendali penuh sebagai nahkoda utama, Broussard secara otomatis akan ditransisikan untuk menjabat posisi strategis sebagai Chairman of the Board HP per 4 Januari 2027, di mana ia bakal menggeser kedudukan Chip Bergh yang telah setia menduduki posisi Chairman HP sejak tahun 2017.
Bukan Cuma Ganti Nahkoda, HP Siap Dobrak Era Baru Komputasi AI
“HP sebenarnya menyimpan potensi yang luar biasa besar di tengah titik balik perubahan teknologi yang sangat krusial ini, sehingga kami jelas membutuhkan sosok pemimpin yang sanggup merawat warisan inovasi sekaligus menguatkan daya saing kami demi merancang masa depan korporasi,” tegas Broussard sewaktu memberikan keterangan resminya kepada media.
Oleh sebab itu, Broussard menambahkan bahwa rekam jejak emas Walmsley dalam mengemudikan korporasi raksasa berskala global serta ketangguhannya dalam mengarungi badai transformasi besar menjadi salah satu pertimbangan paling utama bagi HP saat akhirnya menjatuhkan pilihan kepadanya.
Bahkan, jajaran eksekutif HP juga sangat mencermati pesatnya laju integrasi kecerdasan buatan (AI), terutama ketika proses komputasi cerdas tersebut kini mulai bergeser secara masif dari server awan (cloud) menuju ke perangkat keras pengguna langsung atau yang populer dengan istilah edge computing.
“Emma terbukti memiliki kapasitas kepemimpinan serta pengalaman mumpuni untuk menyatukan seluruh lini bisnis, kapabilitas teknis, hingga sumber daya manusia di HP demi menangkap peluang emas saat teknologi AI merambah ke perangkat edge dan mengubah total gaya hidup serta cara kerja masyarakat modern di dunia yang saling terhubung ini,” puji Broussard dengan nada sangat optimistis.
Sementara itu, Walmsley sendiri menegaskan keyakinannya bahwa HP memegang peranan yang sangat vital serta strategis dalam menentukan arah perkembangan dunia kerja di masa depan.
“Saya merasa sangat antusias untuk segera bergabung dengan tim hebat ini dan melangkah maju bersama dengan kejelasan visi serta rasa percaya diri yang tinggi, di mana fokus utama kami adalah mengeksploitasi potensi era AI sekaligus memanfaatkan kreativitas tanpa batas serta sejarah inovasi HP demi membuka sumber-sumber pertumbuhan baru,” ungkap Walmsley dengan penuh semangat.
Portofolio Mentereng Emma Walmsley: Jam Terbang Tinggi di L’Oréal, GSK, hingga Microsoft
Sebelum akhirnya dipinang menjadi orang nomor satu di perusahaan komputer HP, Emma Walmsley memang sudah sangat disegani di panggung bisnis internasional sebagai mantan CEO legendaris dari perusahaan farmasi raksasa dunia, GlaxoSmithKline (GSK).
Secara historis, ia berhasil menahkodai kapal besar GSK sejak bulan April 2017 hingga resmi melepaskan jabatannya pada Desember 2025, yang berarti ia telah mendedikasikan kepemimpinannya di raksasa farmasi tersebut selama hampir sembilan tahun penuh.
Sepanjang masa bakti fantastis tersebut, Walmsley terbukti sukses memimpin transformasi radikal perusahaan dengan mempertajam fokus korporasi pada pengembangan obat-obatan spesialis dan vaksin, merevitalisasi kembali alur riset dan pengembangan (R&D), serta secara signifikan menyehatkan neraca keuangan korporasi pasca tindakan pemisahan bisnis consumer healthcare.
Jika menilik rekam jejak kariernya, Walmsley awal mulanya bergabung dengan GSK pada tahun 2010, lalu dipercaya menduduki posisi puncak sebagai CEO GSK Consumer Healthcare pada 2015, hingga akhirnya secara gemilang diangkat menjadi Group CEO GSK pada tahun 2017.
Namun yang lebih mengejutkan, jauh sebelum ia menggebrak industri farmasi bersama GSK, Walmsley ternyata telah menghabiskan waktu sekitar 17 tahun mengukir karier cemerlang di perusahaan raksasa kosmetik dunia, L’Oréal, dengan memimpin berbagai divisi bisnis konsumen global.
Tak berhenti di situ, pengalaman kepemimpinannya di sektor teknologi sebenarnya bukanlah hal baru, karena ia juga telah dipercaya menjadi anggota Dewan Direksi (Board of Directors) di korporasi teknologi global Microsoft selama tujuh tahun berturut-turut.
Hasil Perburuan Ketat Berskala Global dan Awal Babak Baru HP
Oleh karena itu, Chairman HP, Chip Bergh, membeberkan fakta bahwa keputusan penunjukan Walmsley bukanlah pilihan kebetulan belaka, melainkan hasil matang dari proses perburuan CEO berskala global yang dijalankan perusahaan secara sangat ketat.
Menurut penuturan Bergh, kombinasi langka antara pengalaman kepemimpinan lintas industri, keahlian menyusun strategi jangka panjang, serta kemampuannya dalam menerjemahkan kebutuhan konsumen menjadi peluang pertumbuhan bisnis yang nyata merupakan sederet alasan utama di balik terpilihnya Walmsley.
Meskipun demikian, Bergh dipastikan bakal tetap memegang posisi sebagai Chairman HP secara profesional sampai Bruce Broussard siap mengambil alih estafet kepemimpinan puncak tersebut pada 4 Januari 2027 mendatang.
Alhasil, melalui gebrakan penunjukan Walmsley ini, HP kini resmi memasuki babak kepemimpinan baru yang krusial di saat perusahaan tengah berjuang menghadapi pusaran arus perubahan industri PC dan perangkat kerja modern yang makin diwarnai oleh teknologi AI.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.








