Dentmas.id – Meski hadir bukan sebagai perangkat medis resmi, Apple Watch sekali lagi membuktikan kemampuannya dalam menyelamatkan nyawa penggunanya. Kisah menakjubkan ini dialami oleh Sam Adams (57), seorang wanita tangguh asal Brighton, Inggris. Kemudian, arloji pintarnya itu secara konsisten mengirimkan notifikasi yang pada akhirnya membawanya kepada penemuan diagnosis kritis.
Awalnya, Sam Adams hanya mengira gejala yang dirasakannya adalah hal biasa. Setelah melakukan perjalanan jauh ke Kosta Rika, ia merasakan sakit kepala yang tak kunjung reda. Selain itu, ia juga tengah berjuang melawan stres emosional yang sangat berat akibat kehilangan kedua orang tuanya, kepergian anjing kesayangannya, serta perceraian yang menghancurkan rumah tangganya. Oleh karena itu, wajar jika ia mengaitkan sakit kepalanya dengan kombinasi jet lag dan kesedihan mendalam.
Namun, yang mengejutkan, Apple Watch-nya justru memberikan sinyal lain yang sama sekali tidak terduga. Secara terus-menerus, arloji tersebut memunculkan peringatan “detak jantung rendah” di layarnya. Peringatan inilah yang akhirnya memicu naluri Sam untuk tidak menyepelekan kondisinya. Akhirnya, ia memutuskan untuk segera memeriksakan diri ke klinik terdekat.
Selanjutnya, pada pemeriksaan awal, dokter langsung menemukan sesuatu yang tidak normal. Mereka mendiagnosis irama jantung Sam yang tidak teratur. Kondisi ini, meskipun sering dikaitkan dengan faktor kelelahan atau stres, berpotensi menjadi tanda masalah kesehatan yang jauh lebih serius. Alhasil, dokter pun merujuk Sam untuk menjalani serangkaian pemeriksaan medis yang lebih mendetail.
Pada saat menjalani pemeriksaan lanjutan, Sam dengan aktif menyampaikan semua keluhannya, termasuk sakit kepala berkepanjangan yang kerap ia alami. Informasi ini membuat tim medis waspada dan segera menganjurkannya untuk melakukan CT scan. Sungguh di luar dugaan, hasil pemindaian tersebut mengungkap keberadaan sebuah tumor yang bersembunyi di dalam otaknya.
“Saya benar-benar bersyukur pada Apple Watch. Saya tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi andai kata tidak ada peringatan itu,” ungkap Sam Adams kepada The Sun, seperti yang dikutip Apple Insider pada Selasa (26/8/2025). Rasa syukur yang mendalam itu ia sampaikan tanpa ragu.
Tumor yang teridentifikasi tersebut diduga bersifat jinak. Akan tetapi, karena lokasinya berada di area yang sangat sensitif dan berbahaya, para dokter memutuskan untuk tidak melakukan tindakan operasi pengangkatan. Sebagai gantinya, Sam diwajibkan untuk menjalani pemantauan medis secara rutin dan berkala untuk memastikan kondisinya tetap stabil.
“Saya menjalani hidup dengan tumor ini di kepala, tapi saya baik-baik saja. Saya menerimanya dan sangat bersyukur bahwa teknologi modern bisa memberikan peringatan yang bahkan tidak saya sadari sangat saya butuhkan,” tutur Sam dengan penuh ketabahan. Kisahnya memberikan inspirasi dan harapan bagi banyak orang.
Selanjutnya, kasus Sam Adams ini pun langsung menambah daftar panjang pengguna Apple Watch yang merasakan langsung manfaat dari fitur kesehatan canggih yang tertanam di dalamnya. Tidak dapat dipungkiri, jam tangan pintar ini telah menjadi lifesaver bagi banyak nyawa.
Selain itu, Apple Watch memang sengaja dilengkapi dengan berbagai sensor mutakhir dan fitur inovatif seperti pemantau detak jantung terus-menerus, electrocardiogram (ECG) yang mampu mendeteksi irama jantung abnormal, fall detection (pendeteksi jatuh) yang sangat berguna bagi lansia, serta sleep tracking untuk memantau kualitas tidur penggunanya.
Meskipun Apple selalu menyatakan dengan jelas bahwa produk mereka bukanlah alat medis, faktanya Apple Watch telah berkali-kali membantu penggunanya mendeteksi kondisi kesehatan yang serius secara lebih dini. Dengan demikian, pengguna bisa segera mencari pertolongan medis profesional sebelum kondisi bertambah parah. Pada akhirnya, kisah Sam Adams menjadi bukti nyata bahwa teknologi, ketika digunakan dengan tepat, bisa menjadi penyelamat hidup yang sangat berharga.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com










