Dentmas.id – OpenAI baru saja bikin kejutan besar yang bikin banyak orang geleng-geleng kepala. Kali ini, perusahaan itu meningkatkan kemampuan ChatGPT Voice, dan pembaruannya bukan cuma soal model AI yang lebih pintar atau suara yang lebih natural. Bahkan, sederet fitur baru yang diumumkan membuat ChatGPT Voice mampu menjalankan berbagai tugas hanya lewat percakapan suara.
Akan tetapi, kejutan sesungguhnya baru mulai terasa saat kamu tahu apa saja yang bisa dilakukan. Cukup pakai perintah suara, pengguna bisa meminta model AI ini membuat dokumen, menulis email, hingga berinteraksi dengan aplikasi yang tersambung ke akun pengguna. Jadi, kamu tidak perlu lagi repot berpindah-pindah aplikasi hanya untuk menyelesaikan pekerjaan ringan.
Langkah tersebut menandai perubahan penting dalam strategi OpenAI. Jika sebelumnya fitur suara ChatGPT lebih banyak digunakan untuk berbicara dengan AI, kini OpenAI ingin pengguna dapat menyelesaikan pekerjaan hanya dengan berbicara kepada AI. Dengan begitu, suara bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan pintu masuk utama untuk produktivitas.
OpenAI Bawa Agentic AI ke ChatGPT Voice
Lewat update terbarunya, perusahaan menghadirkan tiga peningkatan utama untuk fitur voice AI OpenAI ini. Pertama, ChatGPT Voice kini sudah mendukung model GPT-6, termasuk GPT-6 Astra yang dirancang untuk menangani tugas lebih kompleks seperti riset, coding, dan masih banyak lagi. Tentu, ini kabar menarik bagi kamu yang sering mengerjakan proyek berat sambil mobile.
Fitur baru ChatGPT yang kedua adalah dukungan plugin. Dengan ini, pengguna bisa mengakses layanan dan aplikasi yang telah terhubung ke akun masing-masing tanpa harus meninggalkan mode percakapan suara. Praktis, bukan? Kamu cukup bilang apa yang kamu butuhkan, lalu AI membantu menjembatani tugas tersebut.
Ketiga, ChatGPT Voice kini tersedia di ChatGPT Work untuk web dan perangkat mobile. Ini semakin memperluas penggunaan suara AI ke beragam skenario. Jadi, pekerjaan kantor, kolaborasi tim, sampai tugas pribadi bisa kamu mulai hanya dengan modal suara.
Sekilas pembaruan tersebut mungkin terlihat seperti tambahan fitur biasa. Namun jika digabungkan, arah yang dituju OpenAI sebenarnya jauh lebih besar: mengubah mode suara ChatGPT menjadi antarmuka utama untuk bekerja dengan AI. Singkatnya, OpenAI ingin suara menjadi pusat kendali, bukan cuma alat ngobrol.
Bisa Buat Dokumen dan Nulis Email Lewat Suara
Salah satu perubahan paling menarik adalah hadirnya kemampuan agentic AI berbasis suara di aplikasi ChatGPT untuk perangkat mobile. Pengguna bisa langsung minta ChatGPT membuat dokumen, menulis email, merangkum percakapan Slack, hingga menjalankan berbagai tugas produktivitas lain hanya dengan instruksi suara. Bayangkan, kamu bisa menyelesaikan pekerjaan sambil berjalan atau bahkan sambil ngopi.
OpenAI juga memungkinkan pekerjaan yang dimulai lewat percakapan suara di smartphone dilanjutkan melalui desktop tanpa perlu mengulang konteks dari awal. Jadi, alur kerja kamu tetap nyambung, meski berpindah perangkat. Ini jelas membantu kamu yang mobilitasnya tinggi dan sering bekerja dari mana saja.
Pendekatan ini berbeda dari chatbot tradisional yang hanya memberikan jawaban. OpenAI ingin AI tidak hanya memahami perintah, tetapi juga membantu menyelesaikan pekerjaan yang diberikan pengguna. Maka dari itu, pengalaman memakai ChatGPT Voice kini terasa lebih seperti punya asisten pribadi yang siap mengeksekusi tugas.
ChatGPT Voice Kini Mendukung Plugin
Dukungan plugin menjadi salah satu pembaruan yang paling signifikan. Sebelumnya, banyak tugas lanjutan masih mengharuskan pengguna berpindah ke antarmuka chat biasa. Kini plugin dapat digunakan langsung saat berbicara dengan ChatGPT Voice. Tak hanya itu, kamu juga bisa mengatur alur kerja tanpa kehilangan fokus.
Artinya, pengguna dapat meminta AI berinteraksi dengan layanan yang telah terhubung, seperti email, kalender, maupun aplikasi kolaborasi kerja. Dengan begitu, ChatGPT Voice menjelma menjadi asisten yang benar-benar terhubung dengan rutinitas digital kamu.
Kemampuan ini membuat ChatGPT Voice tidak lagi berfungsi sebagai alat percakapan semata, melainkan sebagai pusat kendali berbagai layanan digital yang digunakan sehari-hari. Jadi, wajar jika banyak pengguna penasaran dan ingin segera mencobanya.
Gimana, sudah ada yang cobain fitur baru ChatGPT Voice ini?
OpenAI Rilis ChatGPT Images 2.5
Di sisi lain, OpenAI baru saja memperbarui ChatGPT Images 2.5, di mana kemampuan model AI untuk membuat dan mengedit gambar diklaim semakin meningkat ketimbang generasi sebelumnya. Tak hanya itu, ChatGPT Images 2.5 menyoroti satu masalah yang kerap muncul ketika mengedit gambar dengan AI.
Adapun masalah tersebut adalah menjaga bagian yang sebenarnya tidak ingin diubah. Raksasa kecerdasan buatan ini mengklaim, kemampuan ChatGPT Images 2.5 dalam mempertahankan subjek dari foto referensi meningkat. Tentu, ini kabar baik bagi kamu yang sering mengedit foto untuk konten atau kebutuhan bisnis.
Mengutip keterangan resmi OpenAI, Jumat (11/9/2026), Images 2.5 mampu menghasilkan pencahayaan lebih natural dan tekstur detail. Perusahaan juga mengklaim, latensi pembuatan gambar turun hingga 50 persen dibandingkan Images 2.0. Dengan begitu, proses kreatif jadi lebih cepat dan efisien.
Pembaruan Images 2.5 hadir ketika penggunaan fitur gambar OpenAI terus meluas. Menurut perusahaan, lebih dari 3 miliar gambar dibuat setiap minggu melalui ChatGPT Images dan model GPT-Image di API. Angka tersebut mencakup penggunaan di ChatGPT maupun layanan yang dibangun developer menggunakan API OpenAI. Jadi, skalanya memang sudah luar biasa besar.
Edit Gambar ChatGPT Images 2.5 Makin Presisi
Salah satu peningkatan utama Images 2.5 ada pada precision editing. OpenAI mengatakan, model baru ini lebih mampu mengubah elemen yang diminta pengguna tanpa ikut mengubah detail lain di sekitarnya. Praktisnya, kamu bisa mengedit lebih rapi tanpa takut hasilnya berantakan.
Dalam praktiknya, pengguna bisa meminta perubahan pada satu objek, latar belakang, atau elemen teks sambil mempertahankan subjek dan komposisi gambar yang sudah sesuai. Kemampuan seperti ini juga ditujukan untuk workflow produksi yang membutuhkan konsistensi visual, termasuk materi produk dan aset dengan identitas merek tertentu. Meski begitu, klaim tersebut tetap perlu diuji langsung oleh pengguna. Sebab, pengalaman setiap orang bisa berbeda, tergantung perangkat, akun, dan layanan yang terhubung.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










