Dentmas.id – Pengembang game asal Tangerang, GameChanger Studio, baru saja meluncurkan salah satu karya terbaru mereka yang paling dinantikan, yaitu 1998: The Toll Keeper Story, dan kini game tersebut telah hadir untuk platform PlayStation 5 (PS5). Sebelumnya, para gamer hanya bisa menikmati game ini di PC melalui Steam dan Epic Games Store pada Oktober 2025 lalu, namun kini pengguna konsol generasi terbaru juga bisa merasakan pengalaman serunya.
Kisah Haru Ibu Hamil di Tengah Badai Krisis

Game Director GameChanger Studio, Riris Marpaung, mengungkapkan bahwa game ini mengisahkan tentang seorang ibu hamil yang berjuang mati-matian untuk bertahan hidup di tengah situasi yang semakin memburuk dan tidak menentu. Pemain akan diajak untuk merasakan sendiri bagaimana rasanya menjadi Dewi, seorang perempuan pekerja keras yang bertugas sebagai penjaga pintu tol di negara fiktif Asia Tenggara yang bernama Janapa.
Yang membuat game ini begitu istimewa adalah latar belakang ceritanya yang sangat dekat dengan sejarah bangsa Indonesia. Game ini terinspirasi dari peristiwa krisis 1998 yang mengguncang Indonesia, dan tim pengembang dengan cerdik mencoba mengangkat tragedi tersebut dari sudut pandang masyarakat biasa yang seringkali terlupakan. Alih-alih menampilkan adegan peperangan atau aksi heroik yang bombastis, game ini justru menyuguhkan perspektif yang lebih manusiawi dan menyentuh hati.
Riris Marpaung dengan penuh semangat menjelaskan bahwa pemain tidak akan diajak untuk melawan gelombang besar yang berada di luar kendali Dewi. Sebaliknya, pemain akan menyaksikan secara langsung perjuangan manusia untuk bertahan hidup dari dalam gardu tol yang sempit, sambil berusaha sekuat tenaga menjaga bayinya tetap aman dari segala ancaman. Pendekatan naratif ini jelas memberikan warna baru dalam industri game yang seringkali terlalu fokus pada aksi dan kekerasan.
Mekanisme ala Papers, Please yang Bikin Deg-degan
Menariknya, mekanisme bermain atau gameplay yang ditawarkan oleh game buatan anak bangsa ini ternyata terinspirasi dari game indie populer yang dirilis pada tahun 2013 lalu, yaitu Papers, Please. Tentu saja, para penggemar game indie pasti sudah tidak asing lagi dengan judul tersebut yang terkenal dengan mekanisme pemeriksaan dokumen yang menegangkan.
Dalam permainan, pemain akan bertugas memeriksa kendaraan dan dokumen yang melintas di pintu tol dengan teliti dan cermat. Namun, situasi di luar gardu tol semakin hari semakin kacau dan tidak terkendali, sehingga pekerjaan Dewi yang awalnya sederhana itu berubah menjadi dilema moral yang berat dan menguras emosi.
Pada titik inilah, pemain akan dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit yang menentukan arah cerita. Pemain harus memutuskan apakah akan tetap mengikuti aturan yang berlaku dengan kaku, atau justru membantu warga yang berada dalam kondisi sulit dan membutuhkan pertolongan. Setiap keputusan yang diambil oleh pemain akan memengaruhi jalan cerita secara signifikan dan pada akhirnya menentukan nasib Dewi serta bayinya yang belum lahir.
Untuk mode permainan, 1998: The Toll Keeper Story tidak hanya menyuguhkan mode cerita yang mendalam, tetapi juga menghadirkan mode “Endless” dengan dua pilihan menarik yaitu “Timed” dan “Perfection”. Mode Timed akan menantang pemain dengan batas waktu untuk menyelesaikan tugas sebanyak mungkin, sementara mode Perfection akan menilai pemain berdasarkan tingkat akurasi dan ketelitian ketika menyelesaikan setiap misi yang diberikan.
Fitur Haptic Feedback Bikin Main Makin Nendang!
Salah satu fitur paling menarik yang membuat game ini terasa lebih hidup adalah dukungan haptic feedback pada controller DualSense PS5. Dengan fitur canggih ini, getaran pada controller akan menyesuaikan secara dinamis dengan jenis kendaraan yang melewati gardu tol. Bayangkan sensasi getaran yang berbeda ketika truk berat melintas dibandingkan dengan mobil kecil atau sepeda motor! Pengalaman ini pastinya akan membuat pemain semakin terhanyut dalam suasana permainan.
Bagi para gamer di Indonesia, kabar baiknya adalah 1998: The Toll Keeper Story sudah bisa dibeli di PlayStation Store dengan harga yang sangat terjangkau, yaitu Rp 84.000 saja. Sementara itu, untuk versi PC, game ini dibanderol dengan harga Rp 98.000 di platform distribusi game Steam. Dengan harga segitu, pengalaman bermain yang mendalam dan emosional ini tentu sangat worth it untuk dicoba!
GameChanger Studio patut diapresiasi karena berhasil menghadirkan game dengan kualitas internasional yang mengangkat cerita lokal. Mereka tidak hanya menciptakan hiburan, tetapi juga menyuguhkan pengalaman reflektif tentang sejarah bangsa. Melalui perspektif Dewi, pemain diajak untuk merenungkan bagaimana krisis ekonomi dan politik berdampak pada kehidupan masyarakat kecil yang seringkali menjadi korban situasi.
Kehadiran game ini di PS5 juga menandakan bahwa industri game Indonesia semakin diakui di kancah global. Dengan dukungan fitur-fitur eksklusif konsol seperti haptic feedback, pengalaman bermain menjadi semakin imersif dan realistis. Para pengembang benar-benar memperhatikan detail kecil yang membuat perbedaan besar dalam pengalaman bermain.
Tidak hanya itu, cerita yang diangkat dalam game ini juga sangat relevan dengan kondisi saat ini. Meskipun berlatar belakang peristiwa 1998, pesan tentang solidaritas, empati, dan perjuangan hidup di tengah keterbatasan tetap terasa aktual hingga kini. Setiap keputusan yang diambil pemain dalam game mengajarkan tentang beratnya tanggung jawab moral di situasi krisis.
Bagi yang sudah memainkan versi PC, kehadiran di PS5 dengan fitur tambahan tentu menjadi alasan kuat untuk kembali merasakan pengalaman berbeda. Sementara bagi yang belum pernah mencoba, ini adalah kesempatan emas untuk menikmati karya game Indonesia berkualitas yang sarat akan nilai-nilai kemanusiaan. Jangan lewatkan kesempatan untuk merasakan sendiri bagaimana rasanya menjadi Dewi yang harus bertahan di tengah badai krisis!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










