Dentmas.id – Kabar mengejutkan datang dari dunia kecerdasan buatan! Anthropic, perusahaan teknologi yang menaungi chatbot AI Claude, akhirnya buka suara soal rencana besarnya. Mereka secara resmi mengonfirmasi sedang membangun tim khusus yang akan merancang chip semikonduktor kustom andalan sendiri.
Konfirmasi mengejutkan ini langsung disampaikan Anthropic bersamaan dengan pengumuman lowongan kerja prestisius. Mereka membuka posisi Silicon Engineer yang sudah terpampang di portal karier resmi perusahaan. Untuk pertama kalinya, Anthropic secara terang-terangan mengakui langkah strategisnya mengembangkan chip buatan sendiri.
“Kami bekerja dari tingkat chip bersama mitra silikon kami, dan kini menambah investasi dengan membangun tim silikon kustom,” demikian pernyataan resmi perusahaan dalam deskripsi lowongan tersebut.
Gaji Fantastis Menggiurkan, Siapa Berani Melamar?
Lowongan bergengsi ini mencari insinyur di berbagai bidang desain chip. Mulai dari front-end design, verifikasi pre-silicon, physical design, design-for-test, analog dan mixed-signal, teknologi dan foundry, infrastruktur desain, hingga packaging dengan integritas sinyal dan daya. Persyaratannya jelas: kandidat harus punya pengalaman langsung merancang dan menyelesaikan desain semikonduktor hingga tuntas.
Yang bikin heboh, kisaran gaji yang ditawarkan benar-benar selangit! Mencapai 320.000 hingga 485.000 dollar AS per tahun, atau setara dengan Rp 5,76 miliar hingga Rp 8,73 miliar. Bayangkan, penghasilan tahunan yang bisa membuat mata melek!
Juru bicara Anthropic menjelaskan perusahaan akan merancang perangkat keras dan model AI secara bersamaan. Tujuannya jelas: membuat Claude berjalan lebih cepat dan efisien pada skala yang dibutuhkan pelanggan. Namun demikian, perusahaan menegaskan akan tetap mempertahankan strategi multi-vendor untuk kebutuhan komputasinya ke depan.
Beda dengan OpenAI, Anthropic Punya Pendekatan Unik
Berbeda dengan chip kustom OpenAI yang dinamai Jalapeno dan dikembangkan bersama Broadcom sebagai satu komponen utuh, Anthropic mengambil jalan berbeda. Chip buatan mereka nanti akan menjadi bagian dari ekosistem multi-vendor, bukan menggantikan seluruh mitra chip yang sudah ada.
Anthropic sudah mengamankan jalur produksi eksternal dalam jumlah besar dari berbagai mitra. Sebelumnya, mereka mengumumkan perluasan kerja sama dengan Google Cloud dengan rencana memakai hingga 1 juta unit TPU. Bahkan lebih dari 1 gigawatt kapasitas akan mereka gunakan sepanjang 2026.
Yang menarik, Anthropic menjalankan strategi tiga platform sekaligus! Mereka memakai Google TPU, Amazon Trainium, dan GPU Nvidia secara bersamaan. AWS pun berperan sebagai mitra cloud utama untuk pelatihan model.
Investasi Ratusan Triliun, Siapa Sangka!
Pada April 2026, Anthropic kembali mengumumkan kesepakatan tambahan kapasitas hingga 5 gigawatt dengan AWS. Komitmen investasinya sungguh mencengangkan: lebih dari 100 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.800 triliun ke teknologi AWS selama 10 tahun ke depan.
Bahkan perusahaan berencana memakai sekitar 1 gigawatt kapasitas gabungan dari chip Trainium2 dan Trainium3 milik AWS hingga akhir 2026. Sungguh ambisi yang tak main-main!
Samsung dalam Radar, Kesepakatan Belum Jelas
Samsung dilaporkan sempat dijajaki sebagai calon mitra manufaktur untuk chip kustom Anthropic ini. Meski kesepakatan resminya belum dipastikan, sejumlah laporan bahkan menyebut kemungkinan kerja sama dengan Samsung bisa dirampungkan menjelang akhir 2026. Namun Anthropic sendiri belum mengonfirmasi kabar tersebut secara resmi.
Bukan Kabur dari Nvidia, Tapi Soal Efisiensi!
Langkah strategis Anthropic ini didorong oleh kebutuhan efisiensi biaya di tengah larisnya AI Claude. Bayangkan, mereka mencapai run-rate pendapatan sebesar 30 miliar dollar AS atau sekitar Rp 540 triliun per tahun! Tak hanya itu, Claude juga melayani miliaran token permintaan setiap harinya.
Anthropic menegaskan langkah ini bukan upaya “kabur” dari ketergantungan pada Nvidia. Mereka menekankan bahwa ini murni soal efisiensi biaya dalam ekosistem chip yang sudah ada. Sejumlah sumber industri memperkirakan biaya pengembangan satu desain chip AI tingkat lanjut bisa mencapai sekitar 500 juta dollar AS atau sekitar Rp 9 triliun. Jumlah ini termasuk kebutuhan rekayasa khusus dan proses produksinya.
OpenAI Lebih Cepat, Anthropic Belum Ungkap Target
Sebagai perbandingan, OpenAI disebut merampungkan chip Jalapeno-nya dalam waktu sekitar sembilan bulan sejak tahap desain hingga siap produksi. Mereka pun berencana menerapkan chip tersebut mulai akhir 2026.
Sayangnya, Anthropic belum mengungkap kapan chip kustom pertamanya akan rampung. Mereka juga belum menyebutkan apakah akan menangani sendiri proses manufakturnya atau tetap bergantung pada mitra pabrikasi eksternal, sebagaimana dihimpun dari Business Insider dan Forbes.
Yang jelas, persaingan di industri chip AI kian memanas. Anthropic kini resmi bergabung dalam perlombaan menciptakan perangkat keras sendiri untuk mendukung kecerdasan buatan masa depan. Siapa yang akan unggul? Kita tunggu saja!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










