JAKARTA, Dentmas.id – Siapa bilang bisnis infrastruktur digital itu membosankan? PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) atau MTEL, justru sedang bergerak agresif memperluas sayap bisnisnya. Perusahaan yang akrab disapa Mitratel ini kini tidak hanya fokus pada penyewaan menara telekomunikasi, tetapi juga terjun langsung mendukung pengembangan layanan Internet Rakyat. Langkah strategis ini mereka realisasikan melalui penyediaan infrastruktur menara (tower) dan jaringan fiber optik yang mumpuni.
Perseroan menyebut proyek ambisius ini sebagai salah satu sumber pertumbuhan baru di luar bisnis inti mereka, seiring dengan melonjaknya kebutuhan akses internet rumah di seluruh pelosok Indonesia. Bayangkan, dengan semakin banyaknya aktivitas digital masyarakat, mulai dari bekerja dari rumah, belajar daring, hingga hiburan streaming, maka kebutuhan akan koneksi internet yang cepat dan stabil pun menjadi prioritas utama. Mitratel pun dengan sigap menangkap peluang emas ini.
Mitratel Jadi Andalan Operator Internet Rakyat
Direktur Bisnis Mitratel, Agus Winarno, dengan penuh semangat mengungkapkan bahwa perusahaannya saat ini telah bertransformasi menjadi mitra strategis bagi para operator yang gencar mengembangkan layanan Internet Rakyat. “Sekarang ada dua operator yang bermain di internet rakyat. Mereka sedang agresif membangun infrastruktur untuk internet rakyat. Kami sebagai next generation tower company menjadi partner strategis bagi kedua operator tersebut,” ujar Agus di Jakarta, Selasa (30/6/2026). Dari pernyataan ini, terlihat jelas bahwa Mitratel tidak ingin sekadar menjadi penonton dalam geliat industri telekomunikasi tanah air.
Menurut Agus, dukungan yang diberikan Mitratel tidak hanya berupa penyediaan menara telekomunikasi, tetapi juga jaringan fiber optik yang menjadi kebutuhan utama layanan fixed broadband. “Yang sekarang berjalan adalah kami mendukung mereka dalam bentuk tower dan fiber. Kebutuhan mereka untuk akses harus didukung infrastruktur fiber,” ujar Agus dengan tegas. “Ini mulai berjalan bukan hanya di Jawa tetapi juga di luar Jawa. Dominasi aset kami di luar Jawa menjadi salah satu pusat pertumbuhan untuk akses tersebut,” lanjutnya. Dengan kata lain, Mitratel sedang memanfaatkan kekuatan asetnya yang tersebar luas di luar Pulau Jawa untuk mendorong pemerataan akses internet berkualitas ke seluruh penjuru nusantara.
Agus menjelaskan, skema kerja sama yang diterapkan sama seperti penyewaan infrastruktur kepada operator seluler, yakni menggunakan kontrak jangka panjang sehingga memberikan kepastian pendapatan bagi perseroan. “Skemanya sama seperti penyewaan kepada operator mobile, yaitu kontrak jangka panjang sekitar 10 tahun, baik untuk tower maupun fiber,” ucapnya. Dengan kontrak yang mengikat ini, pendapatan Mitratel pun menjadi lebih stabil dan terprediksi, sehingga kinerja keuangan perusahaan semakin kokoh.
Panel Surya di Menara BTS, Solusi Hemat Listrik yang Cerdas
Selain memperluas bisnis infrastruktur digital, Mitratel juga mengembangkan layanan solusi energi bagi operator telekomunikasi melalui pemasangan solar panel system di lokasi menara. Langkah ini ditujukan untuk membantu operator menekan biaya konsumsi listrik yang selama ini menjadi salah satu beban operasional terbesar. “Kami menangkap kebutuhan operator yang ingin menekan biaya listrik. Kami hadir dengan solusi berupa pembangunan solar panel system,” kata dia dengan percaya diri. “Kami sudah melakukan proof of concept di beberapa lokasi dan mampu menghasilkan efisiensi sekitar 22-25 persen, yang kemudian dibagi dengan operator,” lanjut Agus. Ini adalah langkah cerdas yang memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak.
Ia menilai, bisnis solusi energi memiliki prospek yang besar karena seluruh lokasi BTS membutuhkan pasokan listrik dengan biaya operasional yang efisien. “Kami melihat ini menjadi peluang besar karena setiap site membutuhkan listrik dan membutuhkan efisiensi. Secara teknis sudah berjalan, secara komersial juga sudah dibangun. Ini akan menjadi salah satu engine pertumbuhan baru Mitratel,” katanya. Energi terbarukan memang sedang menjadi tren global, dan Mitratel dengan cerdik mengadaptasinya ke dalam model bisnis mereka.
Sementara itu, Direktur Operasi dan Pembangunan Hastining B. Astuti menambahkan, Mitratel telah memiliki pengalaman mengelola sistem kelistrikan di lebih dari 1.200 lokasi menara, termasuk penggunaan panel surya di sejumlah titik. “Mitratel sudah memiliki power system untuk menyuplai kebutuhan energi di lebih dari 1.200 site dan di beberapa lokasi sudah menggunakan solar panel system,” kata Hastining. “Jadi kemampuan mengoperasikan energy system sudah dimiliki Mitratel. Dengan skala yang semakin besar, efektivitas dan efisiensinya juga akan semakin tinggi,” ujarnya. Pengalaman ini menjadi modal berharga bagi Mitratel untuk terus berinovasi.
AI dan Digitalisasi, Senjata Rahasia Efisiensi Mitratel
Selain itu, perseroan terus memperkuat efisiensi operasional melalui pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI). “Mitratel juga terus mengembangkan operation management berbasis digitalisasi dan AI. Teknologi tersebut sudah memberikan efisiensi sejak 2024 dan 2025, dan terus dikembangkan pada 2026 agar efisiensi yang diperoleh semakin besar dengan tetap menjaga kualitas layanan,” tegas Hastining. Dengan mengadopsi teknologi terkini, Mitratel memastikan bahwa setiap proses bisnis berjalan dengan optimal dan biaya operasional dapat ditekan secara signifikan.
Sebagai informasi, Internet Rakyat (IRA) adalah layanan internet rumah (fixed broadband) nirkabel berkecepatan hingga 100 Mbps dengan harga sangat terjangkau, yaitu Rp 100.000 per bulan. Bayangkan, hanya dengan seratus ribu rupiah, masyarakat sudah bisa menikmati koneksi internet super cepat tanpa perlu khawatir kehabisan kuota. Layanan ini ditujukan untuk mendukung berbagai aktivitas digital masyarakat tanpa perlu khawatir kehabisan kuota. Ini adalah terobosan yang sangat dinantikan oleh masyarakat luas, terutama di daerah-daerah yang selama ini masih kesulitan mengakses internet berkualitas.
Dengan seluruh langkah strategis ini, Mitratel menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya menjadi pemain utama di industri menara telekomunikasi, tetapi juga menjadi motor penggerak pemerataan akses digital di Indonesia. Dukungan penuh terhadap Internet Rakyat, pengembangan solusi energi ramah lingkungan, serta pemanfaatan teknologi digital dan AI, semuanya menjadi bagian dari visi besar Mitratel untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan. Indonesia pun semakin melangkah maju menuju era konektivitas yang lebih merata dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










