Dentmas.id – Microsoft kembali mengejutkan para gamer dengan mengumumkan kenaikan harga konsol Xbox Series X/S di seluruh dunia untuk ketiga kalinya dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Keputusan mengejutkan ini jelas akan menguras kantong para penggemar setia Xbox!
Kenaikan harga yang cukup fantastis ini berkisar antara 100 dollar AS (sekitar Rp 1,7 juta) hingga 150 dollar AS (sekitar Rp 2,7 juta) dari harga sebelumnya. Bayangkan, dalam waktu singkat, konsol favoritmu kini harus dibayar jauh lebih mahal!
Mulai 1 Agustus 2026, kebijakan baru ini akan resmi berlaku dan membuat harga Xbox Series S 512 GB melonjak menjadi 500 dollar AS atau sekitar Rp 8,9 juta. Sungguh mencengangkan karena angka tersebut setara dengan harga peluncuran Xbox Series X 1 TB pada tahun 2020 lalu.
Coba ingat kembali, ketika pertama kali dirilis di tahun yang sama, Xbox Series S hanya dijual dengan banderol 300 dollar AS atau sekitar Rp 5,3 juta. Sebelum mengalami kenaikan bertahap, konsol ini sendiri sudah dipatok di angka 400 dollar AS atau sekitar Rp 7,1 juta. Kini, harganya benar-benar meroket!
Untuk varian Xbox Series X 1 TB versi digital, konsol ini sekarang harus ditebus dengan harga 750 dollar AS atau sekitar Rp 13,4 juta. Angka ini melonjak cukup signifikan dari harga sebelumnya yang “hanya” 600 dollar AS atau sekitar Rp 10,7 juta. Fantastis, bukan?
Tak hanya itu, Microsoft juga mengumumkan kabar lain yang tak kalah mengejutkan, yaitu penghentian penjualan atau discontinuation untuk Xbox Series X varian penyimpanan 2 TB. Artinya, stok yang masih tersisa di toko-toko akan segera ludes karena pihak Microsoft memutuskan untuk tidak memproduksinya lagi.
Daftar Harga Baru Xbox Series X/S Mulai 1 Agustus 2026
Mari kita lihat rincian harga terbaru yang akan memberlakukan mulai awal Agustus nanti:
- Xbox Series S Digital 512 GB: Kini dibanderol 500 dollar AS atau Rp 8,9 juta, naik drastis dari harga sebelumnya 400 dollar AS atau Rp 7,1 juta. Kenaikan ini tentu membuat konsol entry-level menjadi semakin sulit dijangkau!
- Xbox Series S Digital 1 TB: Harganya melonjak menjadi 600 dollar AS atau Rp 10,7 juta, naik dari 450 dollar AS atau sekitar Rp 8 juta. Lumayan menguras isi dompet, bukan?
- Xbox Series X Digital 1 TB: Kini dijual dengan harga 750 dollar AS atau Rp 13,4 juta, naik cukup tinggi dari harga sebelumnya 600 dollar AS atau Rp 10,7 juta.
- Xbox Series X Disc Drive 1 TB: Varian dengan disk drive ini menjadi yang paling mahal dengan banderol 800 dollar AS atau Rp 14,3 juta, naik dari 650 dollar AS atau Rp 11,6 juta. Benar-benar menguras kantong para gamer!
Tiga Kali Kenaikan dalam Dua Tahun: Apa yang Terjadi?
Inilah fakta yang sungguh mencengangkan, ini merupakan kenaikan harga ketiga yang dilakukan Microsoft untuk konsol Xbox Series dalam kurun waktu sekitar dua tahun saja! Bisa dibayangkan betapa beratnya beban yang harus ditanggung oleh para penggemar setia Xbox.
Kenaikan pertama terjadi pada Juni 2024 di sejumlah negara dengan alasan penyesuaian kondisi pasar dan meningkatnya biaya pengembangan game. Saat itu, Microsoft beralasan bahwa industri gaming sedang menghadapi tantangan ekonomi yang cukup berat.
Gelombang kenaikan kedua terjadi pada Mei 2025 dan terasa lebih menyakitkan. Saat itu, harga Xbox Series X di AS meroket dari 500 dollar AS (sekitar Rp 8,9 juta) menjadi 600 dollar AS (sekitar Rp 10,7 juta). Tak tanggung-tanggung, Microsoft juga menaikkan harga Xbox Series S, sejumlah aksesori Xbox, dan bahkan mengumumkan bahwa sebagian game first-party akan dijual seharga 80 dollar AS (sekitar Rp 1,4 juta) mulai musim liburan 2025.
Kini mulai 1 Agustus 2026, Microsoft kembali menaikkan harga seluruh lini Xbox Series untuk ketiga kalinya. Ini benar-benar pukulan telak bagi para gamer yang sudah setia mendukung ekosistem Xbox!
Jika dihitung secara total, harga Xbox Series X standar telah naik 300 dollar AS dibanding harga peluncurannya pada 2020 yang sebesar 499,99 dollar AS. Artinya, konsol ini mengalami peningkatan harga sekitar 60 persen dalam enam tahun! Sungguh angka yang mencengangkan!
Sementara itu, harga Xbox Series S mengalami kenaikan yang lebih parah lagi, yaitu sekitar 67 persen dibanding harga peluncurannya pada 2020. Konsol yang semula dibanderol hanya 300 dollar AS (sekitar Rp 5,3 juta) itu kini melonjak menjadi 500 dollar AS (sekitar Rp 8,9 juta), atau naik sekitar 200 dollar AS (Rp 3,6 juta) dari peluncurannya. Patut disesali, bukan?
Mengapa Harga Xbox Naik Terus?
Tentu kita semua bertanya-tanya, apa sebenarnya yang mendasari kenaikan harga yang terus menerus ini? Dalam pernyataan resminya, Microsoft mengungkapkan bahwa kenaikan harga kali ini tidak dapat dihindari karena biaya komponen, khususnya media penyimpanan atau storage dan memori, mengalami peningkatan tajam dalam beberapa waktu terakhir.
Perusahaan raksasa teknologi ini mengungkapkan bahwa harga komponen storage dan memori telah melonjak lebih dari 2,5 kali lipat dibanding sebelumnya. Bayangkan betapa dahsyatnya lonjakan biaya produksi yang harus mereka tanggung!
Lebih parahnya lagi, Microsoft bahkan memperkirakan bahwa harga komponen ini akan kembali naik hingga dua kali lipat pada musim gugur atau pertengahan 2027. Jika ini terjadi, bukan tidak mungkin kita akan kembali mendengar kabar kenaikan harga konsol di masa mendatang!
“Seluruh industri elektronik konsumen sedang menghadapi krisis komponen saat ini, tetapi dampaknya terasa lebih besar pada konsol game,” tulis Microsoft dalam pernyataan resminya. Hal ini menunjukkan bahwa industri gaming benar-benar sedang terpukul oleh krisis komponen global.
Menurut penjelasan Microsoft, berbeda dengan smartphone, komputer, atau perangkat elektronik lainnya, konsol game umumnya dijual dengan margin keuntungan yang sangat tipis, bahkan sering kali dijual di bawah biaya produksinya. Perusahaan kemudian memperoleh keuntungan dari penjualan game, langganan, dan layanan digital di ekosistem Xbox. Inilah yang membuat mereka sangat rentan terhadap fluktuasi harga komponen.
Microsoft mengungkapkan bahwa mereka telah berupaya selama beberapa bulan terakhir untuk menghindari kenaikan harga dengan bernegosiasi bersama para pemasok. Namun, lonjakan harga komponen yang begitu drastis membuat penyesuaian harga akhirnya tidak dapat dihindari, sebagaimana dirangkum dari Microsoft.
Dampak bagi Para Gamer dan Industri Gaming
Kenaikan harga ini tentu akan berdampak luas bagi para gamer di seluruh dunia, terutama mereka yang tinggal di negara dengan nilai tukar mata uang yang lemah seperti Indonesia. Dengan harga yang terus meroket, impian untuk memiliki konsol Xbox Series X/S menjadi semakin sulit terwujud bagi banyak kalangan.
Di sisi lain, keputusan Microsoft untuk menghentikan produksi Xbox Series X 2 TB juga cukup mengecewakan bagi mereka yang menginginkan kapasitas penyimpanan lebih besar. Stok yang tersisa di toko diperkirakan akan segera habis dan menjadi barang langka yang mungkin diburu para kolektor.
Meskipun kenaikan harga ini cukup menyakitkan, Microsoft tampaknya tetap berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman gaming terbaik bagi para penggunanya. Dengan ekosistem Xbox yang terus berkembang, termasuk layanan Game Pass yang semakin populer, para gamer masih memiliki banyak alasan untuk tetap setia pada platform ini.
Bagaimana menurutmu, apakah kenaikan harga ini masih masuk akal atau justru terlalu berlebihan? Sampaikan pendapatmu di kolom komentar!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










