Dentmas.id – Satu sisi membuat investor tersenyum lebar, namun sisi lainnya benar-benar bikin para gamer gigit jari. Laporan keuangan kuartal pertama tahun 2026 baru saja rilis, dan kabar baik mengalir deras untuk para pemegang saham AMD. Akan tetapi, di balik euforia itu, tersembunyi sinyal bahaya yang sangat serius bagi kantong para konsumen, terutama para pecinta game.
Peringatan keras ini langsung dilontarkan oleh CEO AMD, Lisa Su. Yang membuat situasi ini makin menarik, Lisa Su bukanlah orang asing bagi rival utamanya di industri chip. Ternyata, ia memiliki ikatan keluarga dengan CEO Nvidia, Jensen Huang. Mereka berdua masih terhitung sebagai sepupu jauh dari garis keturunan ibu. Secara silsilah yang lebih spesifik, ibu kandung Jensen Huang adalah adik perempuan dari kakek Lisa Su. Jadi, secara biologis, bos Nvidia itu sebenarnya adalah paman jauh dari bos AMD.
Kini, sang keponakan dari Jensen Huang tersebut justru membawa kabar yang tak kalah mencekam. Ia memperingatkan ancaman lonjakan harga komponen PC dan kartu grafis (GPU) dalam waktu dekat. Jadi, jangan kaget kalau dompet Anda harus menjerit lebih keras lagi!
Ledakan AI Bikin Pendapatan Melonjak, Tapi Konsumen Terlupakan
Di satu sisi, Lisa Su memaparkan dengan bangga bahwa pendapatan divisi data center AMD mencetak rekor tertinggi. Tren AI yang sedang naik daun menjadi biang keladi lonjakan drastis tersebut. Namun jangan buru-buru senang, karena di sisi lain, sang CEO justru memprediksi masa suram untuk sektor bisnis korporasi dan gaming. Pada dasarnya, ranah konsumen inilah yang akan mengalami kelesuan paling parah di paruh kedua tahun 2026.
Lantas, apa penyebab utamanya? Jangan salah, biaya produksi yang membengkak akibat mahalnya harga memori dan komponen menjadi biang keroknya. Akibatnya, beban berat itu perlahan mulai menggunung dan siap menimpa para konsumen akhir.
Siap-siap! Pendapatan Gaming AMD Bisa Ambrol Lebih dari 20 Persen
Ancaman kenaikan harga komponen ini diprediksi bakal menghantam sektor gaming dengan kekuatan yang sangat besar. Konfirmasi mengejutkan ini langsung diucapkan secara blak-blakan oleh Chief Financial Officer (CFO) AMD, Jean Hu. Tanpa tedeng aling-aling, ia membeberkan kondisi yang cukup mengkhawatirkan.
“Kami memperkirakan permintaan di paruh kedua (tahun 2026) pada sektor gaming akan terdampak oleh tingginya biaya komponen dan memori. Saat ini, kami memproyeksikan pendapatan gaming di paruh kedua akan anjlok lebih dari 20 persen dibandingkan paruh pertama,” ungkap Hu dengan terus terang.
Jangan anggap remeh penurunan “lebih dari 20 persen” ini. Angka itu bukanlah sesuatu yang bisa Anda pandang sebelah mata. Prediksi tersebut mengindikasikan dengan jelas bahwa AMD bersiap kehilangan seperempat hingga 30 persen pendapatannya di sektor gaming. Artinya, ketika kita memasuki kuartal ketiga (Q3) dan kuartal keempat (Q4) tahun 2026, pasokan kartu grafis AMD Radeon kemungkinan besar akan semakin langka di pasaran. Pada akhirnya, kelangkaan ini memicu potensi kenaikan harga yang tak terhindarkan untuk model-model kartu grafis, termasuk jajaran seri RX 9000 yang paling anyar.
PS5 dan Xbox Ikut Terancam, Siapa Selanjutnya?
Namun, jangan berpikir dampaknya hanya berhenti pada kartu grafis Radeon untuk PC saja. Masih ingatkah Anda bahwa “Kubu Merah” (julukan AMD) juga merupakan pabrikan pembuat chip GPU semi-kustom? Ya, chip inilah yang menjadi otak di balik konsol PlayStation 5 (PS5) dan Xbox.
Memang, penjualan kedua konsol tersebut sedang mengalami tren perlambatan karena siklusnya yang sudah memasuki tahap akhir. Akibatnya, pasar pembeli pun mulai mencapai titik jenuh. Namun, krisis komponen ini bisa memperparah kondisi pasar yang sudah lesu. Tingginya biaya produksi dapat memicu vendor untuk menaikkan harga perangkat keras konsol itu sendiri di paruh kedua tahun ini. Pada gilirannya, kenaikan harga akan semakin membuat calon pembeli enggan mengeluarkan uang mereka. Siapa yang mau beli barang mahal di tengah ketidakpastian?
Krisis RAM Berlanjut, Gamer Makin Terjepit
Peringatan dari Lisa Su ini seakan mengamini dan mengonfirmasi rentetan laporan pesimistis tentang krisis komponen, khususnya memori (RAM), yang belakangan ini terus membombardir industri teknologi. Seolah belum cukup buruk, produsen chip memori Micron sebelumnya telah membunyikan alarm peringatan sekeras-kerasnya. Mereka menyatakan bahwa tingginya permintaan untuk menopang pusat data AI telah memberikan tekanan yang luar biasa besar pada pasokan RAM global.
Senada dengan Micron, Samsung juga telah memprediksi bahwa “kelangkaan signifikan” di sektor memori akan terus menghantui industri setidaknya hingga tahun 2027. Menyedihkannya, prediksi tersebut bahkan diklaim sebagai skenario yang paling optimal. Jadi, jangan berharap situasi akan membaik dalam waktu dekat.
Dampak krisis ini perlahan tapi pasti mulai terasa merayap ke produk konsumen dari pabrikan lain. Apple dan Framework juga telah mengeluarkan peringatan serupa mengenai potensi lonjakan harga RAM. Di pasar ritel, kabar buruk terus berdatangan. Kartu grafis seperti Asus RX 9070 XT kini dilaporkan sudah mulai dibanderol dengan harga yang semakin mahal akibat kelangkaan situasi ini.
Gamer Mulai Pasrah, Masa Indah Tak Akan Kembali?
Melihat situasi industri chip yang semakin tak menentu dan sepenuhnya didikte oleh kebutuhan AI, komunitas pengguna PC dan gamer tampaknya mulai pasrah. Mereka perlahan kehilangan harapan bahwa harga RAM dan GPU akan kembali normal. Masa-masa indah di tahun lalu, sebelum badai kenaikan harga ini datang bertubi-tubi, dinilai tidak akan pernah terulang kembali. Rasanya seperti mimpi yang sirna begitu saja.
Sebuah komentar dari pengguna forum Reddit dengan sempurna mencerminkan keputusasaan kolektif yang tengah melanda para konsumen akar rumput. Menanggapi kabar kelesuan gaming dari AMD, warganet tersebut memberikan prediksi yang cukup suram namun terasa sangat realistis.
Dengan nada getir, ia menulis, “Prediksi saya, sepanjang tahun 2027 harga akan turun dari kenaikan 400 persen, yang tidak masuk akal, menjadi kenaikan yang sedikit lebih ramah di 200 persen. Namun, harganya tidak akan pernah turun lebih rendah dari batas itu lagi. Ekonomi RAM akan berubah secara permanen, dan data center akan jadi gangguan selamanya.” Jadi, siapkan diri Anda, karena jalan menuju upgrade PC masih panjang dan berliku!
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com










