dentmas.id — Halo, Pembaca! Kali ini, Dentmas ingin berbagi pengalaman seru menggunakan smartphone Android besutan langsung sang pembuat sistem operasinya, yaitu Google Pixel! Di Agustus 2025, Dentmas akhirnya memutuskan untuk membeli satu unit Google Pixel 6a. Sebenarnya, Dentmas sangat ingin langsung membeli Google Pixel 9 Pro XL, namun akhirnya menyadari diri bahwa hanya seorang blogger biasa, bukan pengusaha tambang beraset ratusan triliun yang hanya divonis 6 tahun seperti si onoh 😏. Akhirnya, hanya Google Pixel 6a yang sesuai dengan budget dan ternyata menjadi salah satu pembelian terbaik di tahun 2025!
Perlu diketahui, Google Pixel 6a bukanlah ponsel baru karena telah dirilis sejak pertengahan 2022. Alasan Dentmas membeli ponsel ini sebenarnya karena sedang terdesak. Dentmas membutuhkan smartphone dengan kamera yang bagus untuk menggantikan Xiaomi 12 yang hilang, tetapi budget yang tersedia hanya sekitar 3 jutaan 🤣. Memang, budget yang ada selalu berhasil membuat tertawa 😅. Maklum, di tahun 2025 ini, Dentmas Blog merasa seperti masuk ke dalam jurang wkwkwk… Akhirnya, Dentmas menemukan Google Pixel 6a dan sama sekali tidak menyesal telah membelinya 🤔.

Spesifikasi Google Pixel 6a:
- Sistem Operasi: Android 12 dengan antarmuka pure Android (Dapat ditingkatkan hingga Android 15)
- Chipset: Google Tensor (5nm) dengan prosesor octa-core 64-bit (dual-core ARM Cortex-X1 2,8GHz, dual-core ARM Cortex-A76 2,25GHz, quad-core ARM Cortex-A55 1,8GHz)
- Grafis: Mali-G78 MP20
- Kamera Belakang: Dual kamera (12MP utama, Sony IMX363, OIS, f/1.7; 12MP ultra wide, Sony IMX386, f/2.2)
- Kamera Depan: 8MP, fixed focus, f/2.0
- Layar: 6,1 inci OLED Full HD+, 60Hz, HDR10+, Gorilla Glass 3
- Memori: RAM 6GB, ROM 128GB (tanpa slot MicroSD)
- Konektivitas: WiFi, Bluetooth, USB Type-C, GPS, Single SIM, eSIM, NFC
- Fitur Tambahan: IP67, stereo speaker, fingerprint under display, face unlock
- Baterai: 4410mAh, fast charging 18W
- Dimensi: 155.7 x 74.5 x 7.9 mm, berat 177 gram
- Warna: Chalk, Charcoal, Sage
Harga Google Pixel 6a:
Awal Oktober 2024, Dentmas membeli Google Pixel 6a dari salah satu seller e-commerce. Saat itu, belum ada larangan penjualan Pixel/iPhone dari pemerintah, sehingga banyak seller yang menawarkan Google Pixel 6a. Dentmas mendapatkan unit varian RAM 6GB/128GB dalam kondisi mulus (hanya ada sedikit lecet) dengan harga Rp 2,3 juta.
kunjungi laman berita terbaru di Exposenews.id
Alasan Membeli Google Pixel 6a:
Sejak awal, Dentmas sebenarnya tidak membutuhkan ponsel baru karena sudah memiliki Xiaomi 12 dan Xiaomi Mi Note 10 Pro untuk penggunaan sehari-hari. Namun, pada bulan Juni, Xiaomi 12 hilang bersama tas slempang dan isinya 😭. Untungnya, Dentmas masih memiliki tabungan sehingga memutuskan untuk membeli Xiaomi 13T yang cukup mantap untuk membuat konten 😎.

Baru sebulan menggunakan Xiaomi 13T, Vivo V27 5G milik istri mengalami masalah dan sering restart secara acak. Kebetulan, ponsel tersebut sudah tidak bergaransi sehingga jika dibawa ke service center, Dentmas harus mengeluarkan biaya tambahan. Akhirnya, Dentmas menyerahkan Xiaomi 13T kepada istri dan kembali menggunakan Xiaomi Mi Note 10 Pro yang sudah berusia 5 tahun. Sayangnya, ponsel tersebut terasa lambat sehingga Dentmas membutuhkan ponsel lain dengan performa yang andal dan budget hanya 3 jutaan 😏.
Kemudian, Dentmas melihat promo 10.10 dan menemukan Google Pixel 6a dengan harga yang sangat sesuai. Meskipun merupakan barang tidak resmi dengan IMEI yang telah di-rewrite, Dentmas memutuskan untuk membelinya karena sedang membutuhkan 🤣. Selain itu, Dentmas juga belum pernah mencoba smartphone buatan Google sebelumnya 😏.
Dentmas langsung membeli Google Pixel 6a dengan berbagai promo sehingga hanya membayar Rp 2,3 juta. Hal ini merupakan keberuntungan karena saat ini harga Pixel telah naik akibat larangan penjualan oleh pemerintah. Kabar baiknya, Pixel 6 series akan mendapatkan update hingga Android 17 😎. Kini, teman Dentmas yang ingin membeli Pixel 6a harus merogoh kocek hingga Rp 3–3,4 juta tergantung kondisi 🤣.
Tiga hari setelah pemesanan, unit Google Pixel 6a tiba dengan selamat di Dentmas HQ. Sayangnya, Dentmas tidak bisa melakukan unboxing karena unit yang dibeli tidak dilengkapi dengan boks 😝. Ponsel hanya terbungkus plastik dan bubble wrap tanpa charger. Namun, hal ini wajar karena bahkan unit resmi pun tidak menyertakan charger 😏.
Setelah diperiksa, kondisi unit sesuai dengan klaim seller yaitu 97% mulus dengan sedikit dent di area dekorasi kamera dan cat frame yang terkelupas di dekat tombol volume. Meskipun memiliki sertifikat IP67, Dentmas tidak melakukan tes ketahanan air karena tidak tahu apakah unit pernah dibongkar atau tidak 🤣.
Dentmas kemudian menyalakan ponsel, melakukan reset, dan setup awal dengan memasukkan akun Google. Semua berjalan lancar, meskipun ponsel terasa panas selama proses setup. Setelah proses selesai, Dentmas langsung mengecek fungsi kamera, layar, fast charging, dan touchscreen. Hasilnya, semua fungsi bekerja dengan baik dan unit dalam kondisi aman. Seller yang dipilih ternyata jujur dan ramah 😊.
Risiko yang Dihadapi:
Tentu saja, membeli smartphone abu-abu seperti Google Pixel 6a memiliki risiko. Risiko pertama adalah kondisi unit yang mungkin tidak sesuai dengan klaim seller. Dentmas beruntung mendapatkan seller jujur dan unit yang berkualitas. Selama 2 bulan penggunaan, tidak ada masalah dan baterai masih awet 😏.
Risiko kedua adalah masalah IMEI. Unit yang dibeli Dentmas tidak membayar pajak melalui Bea Cukai sehingga IMEI-nya tidak terdaftar secara resmi. Distributor melakukan modifikasi dengan rewrite IMEI agar dapat sinyal. Solusi ini memang ampuh, tetapi tidak ada jaminan keamanan jangka panjang 😝.

Impresi Awal:
Selama 2 bulan menggunakan Google Pixel 6a, Dentmas sama sekali tidak menyesal! Meskipun merupakan ponsel bekas dan termasuk kategori “limbah” haram, build quality-nya tidak kalah dengan ponsel premium harga Rp 4–5 juta. Desainnya elegan dengan frame metal dan casing belakang plastik berfinish kaca. Dentmas memilih varian warna Chalk yang terlihat sangat cakep.
Ukuran ponsel ini ringkas dan nyaman untuk dioperasikan dengan satu tangan. Bobotnya juga ringan sehingga mudah dibawa ke mana saja. Layar OLED 6,1 inci menghasilkan warna yang hidup dan hitam yang pekat. Sayangnya, refresh rate masih 60Hz dan kecerahan maksimum kurang maksimal.
Dari segi performa, Google Pixel 6a ditenagai oleh chipset flagship Google Tensor generasi pertama. Skor benchmark AnTuTu mencapai 849 ribu, setara dengan MediaTek Dimensity 8300 atau Snapdragon 7 Gen 3. Performanya sangat nyaman untuk membuka aplikasi, multitasking, dan mengedit konten dengan CapCut. Namun, ponsel ini mudah panas dan tidak cocok untuk gaming berat seperti Genshin Impact 😝.
Software menjadi keunggulan utama Pixel 6a. Ponsel ini menggunakan Android pure tanpa bloatware atau iklan yang mengganggu. Dentmas sudah mengupgrade ke Android 15 dan akan mendapatkan update hingga Android 17! Sungguh pembelian terbaik di tahun 2024 😎.
Kamera Google Pixel 6a sangat memuaskan berkat optimasi software dari Google. Meskipun menggunakan sensor Sony IMX363 yang sudah lama, hasil fotonya memiliki warna natural, detail tinggi, dan dynamic range yang luas. Untuk video, stabilisasi gambarnya sangat smooth dan bebas guncangan. Masih mampu bersaing dengan ponsel harga Rp 5–6 juta 😏.
Demikianlah pengalaman Dentmas menggunakan Google Pixel 6a. Semoga artikel ini bermanfaat dan membantu Anda dalam memilih smartphone yang tepat!










