Dentmas.id – Sebuah robot humanoid buatan perusahaan China dengan berani merobek rekor kecepatan manusia dalam ajang lari half-maraton yang digelar di Beijing, China, pada Minggu (19/4/2026). Bayangkan, makhluk logam ini benar-benar mempermalukan ribuan pasang kaki manusia!

SI LIGHTNING MELESAT, MANUSIA HANYA JADI PENONTON
Pabrikan Honor, yang notabene adalah vendor smartphone di bawah naungan Huawei, dengan percaya diri menerjunkan robot andalannya bernama Lightning. Sang robot dengan gagah berlaga di Beijing E-Town Humanoid Robot Half-Marathon—sebuah ajang unik yang dengan sengaja mempertemukan mesin dan manusia dalam lintasan yang sama. Wow, seru banget, kan?
Baca Juga: Canva Klaim Peringkat 3 Global untuk Jumlah Pengguna AI, Basis Pengguna Bulanan Capai 265 Juta
Nah, inilah bagian paling mencengangkan! Lightning dengan perkasa memenangi lomba lari sejauh 21,1 kilometer hanya dalam waktu 50 menit 26 detik. Coba bandingkan! Rekor dunia half-maraton milik atlet asal Uganda, Jacob Kiplimo, yang tercatat 57 menit, berhasil dihancurkan habis-habisan oleh robot ini. Gila, bukan?
ROBOT MERAH INI MEMPERMALUKAN 12.000 MANUSIA
Lebih dahsyat lagi, kemenangan gemilang itu diraih Lightning setelah dengan mudah menggilas 12.000 peserta manusia. Mereka hanya bisa gigit jari melihat punggung robot merah itu berlari menjauh. Namun, ada kejadian lucu sekaligus menegangkan menjelang garis finis. Tiba-tiba, Lightning dengan ceroboh menabrak pagar pembatas hanya beberapa meter dari garis akhir! Duh, hampir gagal total!
Baca Juga: Google Luncurkan Aplikasi Desktop Gemini untuk Mac, Kini Bisa Dipakai Tanpa Buka Browser
Untungnya, tim Lightning dengan sigap bertindak cepat. Mereka segera membantu robot kesayangan mereka untuk berdiri kembali. Setelah itu, sang robot dengan semangat melanjutkan lomba hingga akhirnya mencapai garis finish. Lega!
PESTA ROBOT RAKSASA: DARI 21 MENJADI 100+ PESERTA
Kompetisi seru ini digelar meriah di kawasan taman industri Beijing, China. Tahun ini, lebih dari 100 robot dengan bangga ikut ambil bagian. Jumlahnya melonjak drastis dibanding tahun lalu yang hanya diikuti sekitar 21 robot humanoid. Wah, perkembangannya cepat banget, ya!
Meski robot dan manusia berbagi arena, panitia dengan cerdik membuat jalur terpisah agar mereka tidak saling bertabrakan. Jadi, aman dan tertib.
MANUSIA TERCEPAT PUN MENGANGGUK KAGUM
Peserta manusia tercepat, yaitu Zhao Haije, hanya mampu mencatatkan waktu 1 jam 7 menit 47 detik. Setelah berlomba, dengan jujur ia mengakui kepada NBC News bahwa robot-robot itu bergerak sangat cepat. “Saya rasa robot itu bergerak cepat. Mereka melesat melampaui saya,” ujar Haije dengan nada kagum sekaligus pasrah.
40% ROBOT OTONOM, SISANYA DIKENDALIKAN DARI JAUH
Dari ratusan robot yang dengan gagah ikut kompetisi ini, nyaris 40 persen di antaranya beroperasi secara otonom. Mereka dengan lincah melewati tikungan tajam, medan yang kurang rata, dan berbagai rintangan lainnya tanpa bantuan manusia. Keren abis!
Sementara itu, 60 persen robot lainnya dioperasikan dari jarak jauh. Waktu finis mereka pun dengan sengaja disesuaikan untuk membedakannya dengan peserta lain. Jadi, fair play.
LIGHTNING JUARA, ROBOT LAIN BANYAK YANG NYUNGSEP
Dari sekian banyak peserta, Lightning yang berkelir mencolok merah itulah yang dengan gemilang menyelesaikan kompetisi dan dinobatkan sebagai juara. Sayangnya, robot lain tidak seberuntung dan sehebat robot Honor itu. Beberapa dari mereka dengan memalukan terjatuh tepat di garis start, sementara robot lainnya dengan konyol menabrak pagar penghalang. Ih, lucu sekaligus mengenaskan!
KONTRAK MENGUNTUNGKAN MENANTI SANG JUARA
Tahun lalu, situasinya bahkan lebih kacau. Sejumlah robot tersandung, kehilangan kendali, hingga akhirnya dengan pasrah berbaring di garis start. Hasilnya? Hanya enam dari 21 robot yang berhasil melewati garis finish. Gagal total!
Tapi jangan salah, robot pemenang Beijing E-Town Humanoid Robot Half-Marathon ini akan menerima pesanan bernilai fantastis. Pejabat penyelenggara dengan bangga mengungkapkan kepada NBC News pada Senin (20/4/2026) bahwa hadiahnya mencapai lebih dari satu juta yuan atau setara sekitar Rp 2,5 miliar! Wah, pantas saja mereka berlomba sekuat tenaga!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










