Dentmas.id – Para pecinta gadget di China mendadak dikejutkan oleh pengumuman mengejutkan dari Vivo dan iQoo. Vendor smartphone asal China itu baru saja mengumumkan kenaikan harga ponsel mereka secara resmi! Bukan cuma isapan jempol belaka, kebijakan strategis ini sudah diumumkan perusahaan pada 16 Maret 2026 lalu.
Ternyata, Vivo dan iQoo tidak main-main dalam menerapkan kebijakan ini. Dalam pengumuman resmi yang beredar, kedua vendor tersebut menegaskan bahwa penyesuaian harga akan mulai berlaku hari ini, 18 Maret, tepat pada pukul 10.00 waktu China. Para konsumen pun diminta bersiap menghadapi perubahan harga yang mungkin saja terjadi secara mendadak.
Meski kebijakan ini secara spesifik ditujukan untuk produk perusahaan di pasar China, para analis menduga kuat bahwa efeknya akan terasa hingga ke pasar global. Jangan kaget jika dalam waktu dekat, harga HP Vivo dan iQoo di Indonesia juga ikut melambung tinggi!
Yang menarik, baik Vivo maupun iQoo masih terkesan misterius dalam pengumumannya. Keduanya belum merinci secara gamblang model mana saja yang bakal terkena imbas kenaikan harga. Dalam keterangan resmi yang mereka terbitkan, perusahaan hanya menyebutkan bahwa kebijakan ini akan memengaruhi “model tertentu”. Wah, jadi penasaran kan?
Lantas, apa sih yang melatarbelakangi kebijakan kurang mengenakkan ini? Ternyata, penyebab utamanya adalah melonjaknya biaya komponen memori dan semikonduktor. Ya, komponen vital yang menjadi jantung dari setiap smartphone modern ini harganya tengah merangkak naik secara signifikan.
“Karena terus meningkatnya biaya semikonduktor dan memori secara signifikan di seluruh dunia, setelah kami evaluasi dengan cermat, kami akan menyesuaikan harga jual retail untuk beberapa produk,” ungkap Vivo dan iQoo dalam keterangan berbahasa China yang dikutip dari GSM Arena. Kalimat ini sekaligus menjadi tamparan bagi konsumen bahwa kenaikan harga memang tak terhindarkan.
Harga di Indonesia sudah duluan Meroket!
Menariknya, Vivo Indonesia ternyata sudah lebih dulu mengambil langkah serupa. Sejak Januari 2026 lalu, mereka sudah mulai menerapkan kebijakan kenaikan harga pada beberapa produknya. Bahkan, lonjakan harganya cukup signifikan, mencapai hingga Rp 800.000!
Contohnya, Vivo Y21d yang saat ini dibanderol dengan harga antara Rp 2,6 juta hingga Rp 3,4 juta, tergantung varian yang dipilih. Sementara itu, Vivo Y04s juga ikut naik dari harga awal Rp 1,4 juta menjadi Rp 1,549 juta. Lumayan menguras kantong, bukan?
PR Manager Vivo Indonesia, Alexa Tiara, memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai kebijakan ini. Menurutnya, kenaikan harga dilakukan berdasarkan berbagai pertimbangan matang, termasuk pengelolaan biaya komponen, terutama RAM yang menjadi salah satu komponen krusial. Namun, ia menegaskan bahwa perusahaan tidak menaikkan semua harga ponsel secara membabi buta.
“Untuk kebijakan penyesuaian harga tidak kami lakukan secara seragam untuk semua product series. Setiap series punya spesifikasi dan struktur biaya yang berbeda, dengan karakteristik dan segmentasi pasar yang juga berbeda, jadi kebijakannya akan diterapkan secara bervariasi per produk,” jelas Tiara melalui pesan singkat yang diterima pada Rabu (14/1/2026). Artinya, ada produk yang naik, ada juga yang masih tetap di harga lama.
Menyusul Oppo dan OnePlus yang Lebih Dulu Terapkan Kebijakan Serupa
Ternyata, Vivo dan iQoo bukanlah satu-satunya vendor yang mengambil langkah berani ini. Sebelumnya, Oppo dan OnePlus juga telah mengumumkan kenaikan harga ponsel mereka di pasar China. Kebijakan ini mulai berlaku pada 16 Maret 2026, hanya berselang beberapa hari sebelum Vivo dan iQoo mengambil langkah serupa.
Dalam unggahan di toko online Oppo di China yang pertama kali ditemukan oleh media teknologi Gizmochina, Oppo secara blak-blakan menyatakan bahwa penyesuaian harga terjadi karena produsen smartphone sedang menghadapi kenaikan biaya komponen, terutama untuk memori dan penyimpanan. Kedua komponen ini memang tengah mengalami lonjakan harga di pasar global.
Perusahaan asal China ini memastikan bahwa kebijakan tersebut diambil setelah mereka melakukan evaluasi yang cermat terkait peningkatan biaya komponen. Jadi, ini bukan sekadar kebijakan mendadak tanpa perhitungan matang.
Menariknya, model yang terdampak kenaikan harga adalah ponsel entry-level hingga menengah, baik dari Oppo maupun OnePlus. Secara lebih spesifik, kebijakan ini akan memengaruhi harga Oppo A series hingga K series. Namun, sama seperti Vivo, Oppo juga tidak merinci daftar model secara detail. Mereka menegaskan bahwa tidak semua perangkat keluaran perusahaan mengalami kenaikan harga.
Ada kabar baik untuk para penggemar flagship! Model ponsel premium dari lini seri Find dan Reno dipastikan tidak mengalami kenaikan harga. Harganya tetap stabil dengan banderol saat ini. Begitu pula dengan harga tablet keluaran Oppo yang dipastikan tidak mengalami penyesuaian. Oppo mengklaim, penyesuaian harga ini diperlukan demi mempertahankan kualitas produk dan pengalaman pengguna secara menyeluruh.
Jadi, bagi Anda yang sedang mengincar HP entry-level atau mid-range dari Vivo, iQoo, Oppo, atau OnePlus, sebaiknya segera pertimbangkan untuk membeli sebelum harga resmi meroket. Karena dari tren yang ada, kenaikan harga tampaknya akan terus berlanjut seiring dengan melambungnya biaya komponen global!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










