Dentmas.id – Siapa sangka, aktor sekaligus sutradara Hollywood ternama, Ben Affleck, kini resmi “pindah kerja” ke Netflix. Bukan sebagai pemain atau pembuat film, melainkan lewat perusahaan teknologi yang ia dirikan. Ya, platform streaming raksasa itu baru saja mengakuisisi startup InterPositive, sebuah perusahaan teknologi perfilman yang mengandalkan kecerdasan buatan atau AI. Meski nilai akuisisinya masih dirahasiakan, kabar ini langsung menggegerkan industri hiburan dunia.
Dalam kesepakatan ini, Netflix langsung memboyong seluruh tim InterPositive yang berjumlah 16 orang. Mereka terdiri dari insinyur, peneliti, dan kreator berbakat. Sementara itu, Affleck sendiri tidak ikut duduk di kursi teknis. Ia justru mendapat peran baru sebagai penasihat senior, khususnya untuk mengarahkan pengembangan teknologi AI agar tetap sejalan dengan dunia kreatif.
Akuisisi ini terbilang langka bagi Netflix. Selama ini, raksasa streaming tersebut lebih suka mengembangkan teknologi sendiri daripada membeli perusahaan lain. Tapi kali ini, mereka membuat pengecualian besar.
Bukan Robot Pengganti Sutradara, Tapi Sahabat Kreatif
Netflix pun langsung buka suara soal alasan di balik akuisisi ini. Mereka menyebut teknologi InterPositive punya pendekatan yang berbeda dari kebanyakan platform AI generatif lainnya. Kalau biasanya AI bisa membuat video hanya dari perintah teks, InterPositive tidak bekerja seperti itu.
Menurut Netflix, alat AI besutan Affleck ini justru dirancang untuk mendukung proses kreatif para pembuat film, bukan menggantikan mereka. Jadi, jangan bayangkan robot akan mengambil alih kamera atau menulis skenario sendirian.
Bela Bajaria, Chief Content Officer Netflix, menegaskan komitmennya terhadap para seniman. Katanya, teknologi InterPositive akan memberikan lebih banyak kontrol kepada kreator selama proses produksi. Ia menjelaskan bahwa hubungan Netflix dengan para seniman selalu dibangun di atas kepercayaan. Pihaknya mendukung penuh kreativitas mereka dan memastikan mereka tetap memegang kendali atas cara pembuatan film dan serial.
Bajaria pun menambahkan, mereka percaya alat baru seharusnya memperluas kebebasan kreatif, bukan membatasinya atau menggantikan pekerjaan penulis, sutradara, aktor, dan kru. Teknologi InterPositive rencananya akan disediakan khusus untuk mitra kreatif Netflix. Namun perusahaan tidak berniat menjualnya secara komersial ke publik. Artinya, teknologi ini akan menjadi senjata rahasia eksklusif untuk konten-konten Netflix.
Jangan Salah Sangka, Ini Bukan AI Pembuat Film Instan
Affleck sendiri ikut angkat bicara untuk meluruskan persepsi publik. Ia menegaskan bahwa InterPositive sama sekali bukan alat untuk membuat film secara otomatis. Aktor peraih Oscar ini menyebut biasanya orang memahami AI sebagai sesuatu yang membuat dari nol. Misalnya, seseorang mengetik sesuatu di komputer lalu komputer langsung membuat film. Ia menegaskan bahwa itu bukan yang mereka lakukan.
Lantas, bagaimana cara kerja teknologi ini? InterPositive membangun model AI berdasarkan materi produksi yang sudah ada, seperti rekaman harian atau yang biasa disebut dailies dari proses syuting. Model tersebut kemudian masuk ke tahap pasca-produksi. Di sinilah keajaiban terjadi. Teknologi ini bisa membantu pencampuran warna, pencahayaan ulang adegan, hingga penambahan efek visual dengan lebih presisi.
Elizabeth Stone, Chief Product and Technology Officer Netflix, ikut memberikan pandangannya. Ia menilai teknologi AI video yang beredar saat ini umumnya tidak dirancang dari sudut pandang pembuat film. Menurutnya, pendekatan Netflix terhadap AI selalu berfokus pada kebutuhan nyata komunitas kreatif. Stone menambahkan, InterPositive bergabung dengan Netflix karena mereka memiliki keyakinan yang sama, bahwa inovasi harus memberdayakan para pencerita, bukan menggantikan mereka.
Stone pun menekankan bahwa teknologi ini tidak dibuat untuk mempercepat proses produksi atau memangkas biaya. Tujuan utamanya justru membantu pembuat film menghasilkan karya dengan kualitas yang lebih tinggi. Jadi, penonton bisa berharap konten Netflix ke depan akan semakin memukau secara visual.
Awal Mula Kekhawatiran Affleck yang Berbuah Manis
Ternyata, ide mendirikan InterPositive muncul dari keresahan Affleck sendiri. Ia mendirikan perusahaan ini pada tahun 2022 setelah mengamati perkembangan awal AI di industri film. Sebagai pembuat film, ia melihat banyak kekurangan dalam model AI pada masa itu. Ia merasa agar para seniman bisa menggunakan teknologi untuk bercerita, alat tersebut harus dirancang khusus. Alat itu harus mampu melindungi semua elemen yang membuat sebuah cerita menjadi hebat.
Affleck menegaskan bahwa teknologi harus tetap mempertahankan peran manusia dalam proses kreatif. Ia tidak ingin AI menjadi momok yang menakutkan bagi para sineas. Justru sebaliknya, teknologi harus menjadi sahabat yang memudahkan pekerjaan mereka.
Kini, Affleck merasa senang karena teknologi yang ia bangun bersama timnya akan terus berkembang di bawah naungan Netflix. Ia mengaku sangat senang pekerjaan ini bisa berlanjut bersama tim Netflix. Dengan begitu, komunitas kreatif yang lebih luas bisa mengakses teknologi yang mereka bangun.
Akuisisi InterPositive ini menjadi bukti nyata bahwa peran AI dalam industri film semakin besar, terutama di tahap produksi dan pasca-produksi. Netflix tidak hanya ingin dikenal sebagai platform streaming, tetapi juga sebagai rumah inovasi bagi para kreator. Dengan teknologi canggih di tangan, bukan tidak mungkin film dan serial Netflix akan semakin sulit ditandingi. Jadi, siap-siap terpukau dengan hasil karya para pembuat film yang kini punya “asisten super” bernama AI.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










