Dentmas.id – Halo, para pecinta Pokemon dan penggemar barang nostalgia! Kabar gembira datang langsung dari Nintendo. Mereka baru saja meluncurkan sebuah gadget unik yang langsung sukses membuat mata para penggemar game lawas berbinar. Perusahaan raksasa game asal Jepang ini secara resmi merilis perangkat pemutar musik portabel dengan bentuk yang sangat ikonik, yaitu meniru desain konsol Game Boy generasi pertama. Produk spesial ini mereka beri nama panjang: Pokemon Red & Pokemon Blue Game Music Collection: Game Boy Jukebox.
Jadi, apa yang membuat benda mungil ini begitu istimewa? Nintendo mendesain perangkat keren ini sebagai bagian dari perayaan besar-besaran ulang tahun ke-30 waralaba Pokemon. Ia hadir bukan sekadar barang mainan biasa, melainkan sebuah jembatan nostalgia yang membawa para penggemar kembali ke masa kejayaan Game Boy. Sebagai pemutar musik, Game Boy Jukebox ini sudah diisi dengan kompilasi trek-trek musik ikonik yang langsung berasal dari game legendaris Pokemon Red dan Blue. Dengan alat ini, penggemar tidak hanya melihat, tetapi juga bisa mendengarkan kembali alunan nada yang menemani petualangan mereka puluhan tahun lalu.
Namun, Nintendo memberikan satu kejutan besar. Meskipun bentuknya sangat mirip dengan konsol game genggam legendaris itu, mereka dengan tegas mengumumkan bahwa Pokemon Red & Pokemon Blue Game Music Collection: Game Boy Jukebox ini sama sekali bukan perangkat untuk bermain game. Wah, jangan sampai salah beli ya! Perusahaan itu menjelaskan bahwa produk ini murni berfungsi sebagai pemutar musik. Tujuan utamanya adalah untuk menghadirkan pengalaman nostalgia yang mendalam bagi para penggemar setia Pokemon. Lewat perangkat ini, Nintendo mengajak kita semua untuk kembali mengenang petualangan seru di wilayah Kanto, tentu saja dengan ditemani musik-musik ikonik dari seri Pokemon klasik yang melekat di hati.
Tombol-Tombol di Badannya Ternyata Hanya Hiasan, Lho!
Nah, inilah bagian yang paling menarik sekaligus sedikit mengecoh. Untuk mempertahankan tampilan lawas yang autentik, Nintendo mendesain pemutar musik ini dengan sangat detail. Ia dilengkapi dengan layar LCD monokrom dan sederet tombol khas Game Boy, seperti tombol arah (D-pad), tombol A, B, Start, dan Select. Sayangnya, jangan berharap bisa memencet tombol-tombol itu untuk mengontrol lagu ya! Nintendo dengan terus terang menjelaskan bahwa layar dan semua tombol pada Game Boy Jukebox ini hanya berperan sebagai elemen visual semata. Mereka tidak berfungsi untuk navigasi atau pengaturan pemutaran musik. Fungsinya murni hanya untuk memperkuat kesan estetika dan membangkitkan memori masa lalu.
Lalu, bagaimana cara mengoperasikannya jika tombolnya tidak berfungsi? Tenang, cara memutarnya justru terletak pada keunikannya. Sebagai gantinya, pemutaran musik dilakukan melalui sistem kartrid mini yang sangat imut, tanpa perlu menggunakan layar sentuh atau bantuan aplikasi digital dari ponsel. Cara kerjanya sederhana: pengguna tinggal mencolokkan salah satu kartrid mini ke slot yang tersedia, dan musik pun akan otomatis mengalun. Secara total, Nintendo menyediakan 45 buah kartrid mini dalam satu paket penjualan. Masing-masing kartrid tersebut mewakili dan membuka satu trek musik tertentu. Bayangkan serunya mengoleksi kartrid-kartrid mungil ini!
Bicara soal trek musik, isinya benar-benar membuat bulu kuduk merinding. Semua lagu yang disertakan berasal langsung dari game Pokemon Red & Pokemon Blue. Beberapa lagu ikonik yang wajib disebut antara lain adalah tema Lavender Town yang misterius dan sedikit mencekam, melodi kemenangan di Hall of Fame yang megah, serta musik pertarungan yang menegangkan saat melawan Gym Leader dan bertemu Pokemon Liar di rerumputan. Setiap kartrid adalah sebuah kapsul waktu yang siap membawa pendengarnya kembali ke masa kecil.
Satu lagi kejutan yang mungkin akan membuat sebagian orang mengernyitkan dahi. Nintendo memastikan bahwa perangkat music player mini ini tidak dilengkapi dengan jack headphone. Keputusan desain ini cukup berani. Dengan tidak adanya lubang audio 3.5mm, konsekuensinya adalah pemutaran musik hanya dapat dilakukan melalui speaker internal yang terpasang di bodi perangkat. Jadi, pengalaman mendengarkannya akan lebih bersifat personal dan vintage, mungkin sambil ditemani suara berisik khas speaker mini, persis seperti mendengarkan radio jadul.
Berapa Harga Tiket untuk Masuk ke Mesin Waktu Ini?
Untuk urusan tenaga, Game Boy Jukebox ini sangat sederhana. Ia menggunakan baterai kancing tipe LR44 yang mudah ditemukan. Kabar baiknya, Nintendo sudah menyertakan baterai tersebut dalam paket penjualannya, sehingga pembeli bisa langsung memainkannya begitu kotak dibuka. Adapun isi paketnya cukup komplet. Dalam satu kotak penjualan, konsumen akan mendapatkan satu unit Game Boy Jukebox, 45 buah kartrid mini yang lucu, serta sebuah kotak penyimpanan plastik keras yang didesain khusus untuk merapikan semua kartrid tersebut. Sangat cocok untuk dipajang di rak koleksi!
Lalu, bagaimana dengan ketersediaannya? Jangan harap bisa mudah mendapatkannya, karena Nintendo benar-benar membatasi penjualan produk nostalgia ini. Di Amerika Utara, mereka menjual perangkat ini secara eksklusif melalui situs resmi PokemonCenter.com. Sebagai bentuk antisipasi para pemburu barang langka, mereka pun memberlakukan batas pembelian, yaitu hanya satu unit per pelanggan. Hal ini dilakukan agar lebih banyak penggemar sejati yang kebagian.
Sementara itu, di China, proses pembeliannya dibuat lebih menegangkan lagi. Masyarakat di sana harus mengikuti sistem undian (lotre) yang telah mereka buka sejak tanggal 6 Maret 2026. Di kawasan Eropa, tepatnya di Inggris, produk ini juga sudah meluncur. Namun, laporan terbaru menyebutkan bahwa stok di sana langsung ludes terjual dalam hitungan menit. Antusiasme para kolektor dan penggemar memang luar biasa tinggi.
Terakhir, soal harga, tentu ada yang perlu dikeluarkan untuk memiliki mesin waktu mungil ini. Nintendo mematok harga Pokemon Red & Pokemon Blue Game Music Collection: Game Boy Jukebox sebesar 69,99 dolar AS. Jika kita konversikan secara kasar, angka tersebut berada di kisaran Rp 1,1 juta, sebagaimana dilaporkan oleh laman Gizmochina. Sebuah harga yang sepadan untuk sebuah perangkat yang tidak hanya memutar musik, tetapi juga menyimpan sejuta cerita dan kenangan indah masa lalu. Tertarik untuk memburunya?
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Desapenari.id










