SINGAPURA, Dentmas.id – Dunia diributkan oleh Boeing dan Airbus yang sibuk merancang pesawat baru dari nol. Tapi, tahukah kamu? Pabrikan legendaris ATR justru mengambil jalan pintas yang genius! Mereka fokus meng-upgrade pesawat turboprop mereka dengan fitur-fitur canggih yang bikin semua orang melongo. Jadi, alih-alih menghabiskan miliaran dolar, ATR memilih meningkatkan kemampuan pesawat yang sudah ada. Strategi ini ternyata jitu untuk memenangi pasar pesawat regional!
Strategi Upgrade: Dari Pesawat Kargo sampai Landasan Pendek
Pertama-tama, mari kita bahas peningkatan kemampuan pesawatnya. ATR dengan lihai merancang ulang pesawatnya untuk misi khusus. Contohnya, mereka mengubah seri ATR72-600 menjadi freighter atau pesawat kargo yang tangguh. Sementara itu, seri ATR42-600 mereka bekali kemampuan short takeoff-landing (STOL) yang luar biasa. Bayangkan saja, pesawat ini hanya butuh landasan sepanjang 800 meter untuk lepas landas dan mendarat! Kemampuan ini jelas membuka akses ke bandara-bandara terpencil yang sebelumnya tak terjangkau.
Namun, inovasi ATR tidak berhenti di situ. Mereka juga menyiapkan penambahan fitur secara komplit, mulai dari kokpit untuk sang pilot, hingga kabin untuk kenyamanan penumpang. Di bagian kokpit, ATR menghadirkan terobosan yang bakal mengubah cara pilot terbang selamanya. Mereka merancang kacamata canggih bernama Skylens yang memindahkan tampilan Primary Flight Display (PFD) dari dashboard ke lensa kacamata pilot.
Revolusi Kokpit: Kacamata Ajaib

Konsepnya sungguh revolusioner! Semua informasi penting seperti kecepatan, ketinggian, dan arah pesawat sekarang bisa langsung terpampang di kacamata, sementara pilot tetap fokus melihat ke depan melalui jendela kokpit. Teknologi ini pasti sangat membantu dalam kondisi kritis seperti saat takeoff atau landing. Pilot tidak perlu lagi repot menunduk melihat dashboard lalu mengalihkan pandangan ke luar jendela berulang kali. Selain itu, sistem ini juga diharapkan menjadi penyelamat saat terbang malam atau di cuaca buruk dengan jarak pandang yang sangat terbatas.
Lalu, apa bedanya dengan Head-Up Display (HUD) biasa? Perbedaannya sangat mencolok! Berbeda dengan HUD yang terpasang statis di jendela kokpit, Clearvision dari ATR justru terpasang pada kacamata pilot. Alhasil, semua informasi vital akan tetap mengikuti ke mana pun arah pandangan pilot menengok. “Inilah pembeda utamanya, dan menurut riset kami, sistem ini jauh lebih mempermudah kerja pilot dibandingkan HUD konvensional,” tegas Laurent Janitza, Sales Director ATR Aircraft, dalam pertemuan di Singapura akhir Agustus lalu.
ATR pun menawarkan empat paket solusi Clearvision yang semakin canggih. Paket pertama adalah kacamata Skylens dasar yang hanya menampilkan informasi PFD. Kemudian, ada paket Advanced yang menggabungkan Skylens dengan Synthetic Vision System (SVS). Sistem ini menampilkan database kontur tanah 3D berbasis GPS yang super akurat. Belum cukup, paket ini juga dilengkapi Enhanced Vision System (EVS) yang menggabungkan tampilan luar via kamera infra merah, serta Combined Vision System (CVS) sebagai gabungan sempurna SVS dan EVS.
Walaupun masih dalam tahap uji coba, paket upgrade ini sudah mulai ditawarkan kepada maskapai operator ATR72. Kabar baiknya, Clearvision diproyeksikan akan mendapatkan sertifikasi resmi pada kuartal II-2019 mendatang. Jadi, persiapkan diri untuk melihat pilot-pilot masa depan yang tampak seperti karakter di film sci-fi!
Hiburan di Kabin: Streaming Personal Tanpa Beban Pesawat
Sekarang, kita beralih dari kokpit yang futuristik ke kabin penumpang yang tak kalah inovatif. ATR memahami betul kebutuhan penumpang era digital. Oleh karena itu, mereka memperkenalkan konsep inflight entertainment yang super praktis: streaming dengan konsep bring your own device (BYOD). Solusi cerdas ini mereka beri nama Cabinstream.
“Pada intinya, Cabinstream adalah router Wi-Fi canggih yang memungkinkan penumpang mengalirkan berbagai konten langsung ke perangkat pribadi mereka,” jelas Pierre-Marie Putard dalam kesempatan yang sama. Menurut Putard, solusi ini sangat cocok untuk maskapai regional karena tidak membebani pesawat. Berbeda dengan sistem IFE biasa yang berat, Cabinstream hanya terdiri dari satu data storage box dan router WiFi dengan total berat enam kilogram saja!
Hebatnya lagi, server Cabinstream ini tidak perlu terhubung dengan kabel pesawat yang rumit. Server tersebut menggunakan baterai khusus yang diklaim tahan hingga 12 jam penerbangan, sehingga proses pemasangannya pun menjadi sangat mudah dan fleksibel. Konten-konten menarik seperti film, serial TV, dokumen, bahkan informasi penerbangan langsung dapat diakses penumpang melalui smartphone, tablet, atau laptop mereka.
Yang lebih cerdas, layanan IFE ini juga bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi maskapai. Maskapai dapat dengan mudah menerapkan tarif akses untuk konten premium tertentu. Layanan ini diperkirakan akan maksimal untuk rute-rute penerbangan regional dengan durasi sekitar 2 jam, di mana hiburan menjadi kebutuhan primer penumpang.
Desain Interior Masa Depan: Nyaman dan Luas
Terakhir, ATR juga tidak melupakan aspek kenyamanan fisik penumpang. Mereka sedang merancang desain interior kabin baru bernama ‘Armonia’ yang dirancang untuk memaksimalkan ruang. Interior baru ini menawarkan kursi penumpang yang lebih ergonomis dan ringan. Selain itu, overhead bin atau bagasi kabin juga didesain ulang secara cerdas sehingga diklaim mampu menambah volume penyimpanan hingga 10 persen lebih banyak. Jadi, penumpang bisa membawa lebih banyak barang tanpa rasa khawatir.
Jadi, itulah strategi brilian ATR. Daripada membangun pesawat baru dari nol dengan biaya dan risiko tinggi, mereka memilih menyuntikkan teknologi mutakhir ke platform pesawat yang sudah teruji. Pendekatan upgrade ini membuktikan bahwa inovasi tidak selalu tentang membuat yang baru, tetapi tentang membuat yang ada menjadi lebih hebat, lebih efisien, dan lebih disukai oleh pasar. Dengan kombinasi kokpit augmented reality dan kabin yang super connected, ATR siap memimpin revolusi penerbangan regional di masa depan!
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Desapenari.id










