Dentmas.id – Berita yang beredar tentang pensiunnya HP Asus akhirnya terbukti! Chairman Asus, Jonney Shih, secara resmi mengonfirmasi bahwa mereka tidak akan meluncurkan ponsel baru lagi. Pernyataan mengejutkan ini ia sampaikan langsung dalam pertemuan akhir tahun dengan seluruh karyawan di Taipei Nangang Exhibition Centre.
Lebih lanjut, Shih menjelaskan bahwa Asus sama sekali tidak akan memperluas lini ponselnya. Artinya, kita tidak akan melihat model atau kategori smartphone baru dari perusahaan ini di masa depan. Namun, salah satu bos Asus tersebut menegaskan bahwa dukungan untuk pengguna setia tetap berjalan. Layanan purna jual mereka pertahankan agar pemilik ponsel Asus tetap terlindungi.
Meski begitu, harus dicatat bahwa fokus utama Asus bukan lagi untuk meningkatkan volume penjualan ponsel atau mencoba masuk ke segmen pasar baru. Secara gamblang, Shih belum membeberkan alasan pasti di balik keputusan strategis ini. Banyak analis menduga, tren kelangkaan hingga kenaikan harga chip memori menjadi pemicu utamanya. Belum lagi, biaya komponen yang melambung, tarif impor, dan perlambatan penjualan smartphone global turut mendorong Asus untuk mengevaluasi ulang bisnis ponselnya.
Masa Depan Asus: Fokus Total ke AI dan Robot Canggih
Sebagai gantinya, Asus justru mengalihkan seluruh perhatiannya ke pengembangan perangkat berbasis kecerdasan buatan (AI). Mereka berencana untuk fokus pada server AI, sistem AI untuk bisnis, hingga platform terintegrasi yang menyatukan hardware dengan software AI. Bahkan, perusahaan asal Taiwan ini bersiap menggelontorkan investasi lebih besar ke sistem berpusat AI, termasuk robotika, mesin pintar, dan perangkat komputasi edge yang hampir bekerja otomatis tanpa campur tangan manusia signifikan. Mereka sangat yakin, langkah visioner ini akan memberikan pertumbuhan jangka panjang yang jauh lebih menjanjikan dibandingkan bertahan di pasar smartphone yang sudah jenuh.
Rumor Menjadi Kenyataan: Sinyal Pengunduran Diri yang Sudah Tampak
Rumor tentang vakumnya Asus dari dunia smartphone sebenarnya sudah beredar sejak akhir 2025 lalu. Kabar ini kian panas setelah situs berita Taiwan, DigiTimes, mengabarkan bahwa Asus telah menyebarkan pemberitahuan penghentian operasi divisi smartphone kepada mitra distributornya. Menurut laporan tersebut, divisi smartphone Asus hanya akan beroperasi hingga 31 Desember 2025. Pemberitahuan itu mereka keluarkan setelah para distributor mengeluhkan kesulitan mendapatkan stok ponsel Asus dalam beberapa waktu.
Tidak berhenti di situ, Asus juga disebut telah menghubungi mitra operator telekomunikasi untuk membicarakan rencana penghentian ini. Dengan kata lain, kita pasti tidak akan melihat ponsel baru Asus di tahun 2026. Baik lini andalan Zenfone maupun seri gaming ROG Phone seperti Zenfone 13 Ultra dan ROG Phone 10 yang seharusnya rilis tahun ini, resmi dibatalkan.
Perjalanan Inovatif yang Berakhir: Dari Zenfone hingga ROG Phone
Saat kabar angin ini pertama kali beredar, banyak pengamat yang langsung yakin bahwa ini adalah sinyal halus bahwa Asus akan mundur dari pasar smartphone. Perlu diakui, Asus sebenarnya termasuk vendor yang inovatif. Mereka meluncurkan seri Zenfone pertama kali pada 2014 dengan berbagai desain menarik, termasuk kamera flip yang ikonik. Kemudian, mulai tahun 2021, mereka mencoba meniru kesuksesan Apple dengan menghadirkan ponsel compact melalui Zenfone 8 berlayar 5,9 inci. Sayangnya, strategi ini kurang sukses di pasaran, sehingga akhirnya mereka kembali ke ukuran layar mainstream lewat Zenfone 11 Ultra berlayar 6,78 inci.
Inovasi lain yang patut diacungi jempol adalah kehadiran ROG Phone pada 2018. Ponsel gaming ini berhasil menempatkan Asus sebagai salah satu pionir di segmen smartphone gaming yang niche. Akan tetapi, sejak meluncurkan ROG Phone 9 Pro di akhir 2024, Asus tidak lagi merilis penerusnya sepanjang tahun 2025. Kekosongan ini semakin menguatkan spekulasi yang akhirnya terbukti benar hari ini.
Jadi, apa artinya ini bagi konsumen? Masa depan ponsel Asus memang telah diputuskan. Perusahaan memilih untuk berlayar menuju lautan AI dan robotika yang dianggap lebih luas. Sementara divisi smartphone lama mereka akan secara bertahap ditutup, layanan purna jual tetap menjadi prioritas untuk menjaga kepercayaan pelanggan. Dunia teknologi pasti akan menyaksikan transformasi radikal Asus dari raksasa hardware menjadi pemain kunci di bidang kecerdasan buatan. Keputusan berani ini tentu akan diawasi ketat oleh para kompetitor dan pengamat industri untuk melihat apakah fokus baru mereka mampu membawa angin segar bagi pertumbuhan perusahaan.
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Desapenari.id










