Dentmas.id – Buat kalian yang lagi ngumpulin duit buat PC impian, dengerin ini! Kabar buruk datang dari pasar teknologi. Ternyata, harga komputer pribadi (PC) diprediksi bakal meroket tahun depan! International Data Corporation (IDC) secara tegas memperingatkan bahwa industri PC akan memasuki masa-masa sulit. Mereka bahkan menyebut kondisi ini sebagai sebuah “badai sempurna” yang siap mengguncang kantong kita semua.
Nah, biar kamu paham, IDC menjelaskan bahwa pasar saat ini tengah terjebak dalam fase “memory supercycle”. Intinya, permintaan untuk chip memori sedang melonjak sangat tinggi, sementara stok yang tersedia justru sangat terbatas! Kondisi ini secara langsung telah melambungkan harga komponen vital seperti RAM dan chip memori.
Kenaikan Harga Berantai: Dari RAM Sampai GPU Ikut Terimbas
Namun, masalahnya tidak berhenti di situ! Rantai efeknya ternyata juga menghantam produsen GPU. AMD dan Nvidia, misalnya, dikabarkan akan ikut-ikutan menaikkan harga produk andalan mereka. Kenapa? Tentu saja karena biaya DRAM yang jadi bahan baku utamanya ikut terdongkrak naik.
Menurut analisis IDC yang lebih mendalam, kenaikan harga memori ini ternyata tidak hanya dipicu oleh kelangkaan dan tingginya permintaan. Timing-nya yang sangat tidak tepat turut memperparah keadaan! Pasalnya, kelangkaan ini justru terjadi bersamaan dengan dua momen besar di dunia PC.
Apa saja momennya? Pertama, kita akan menghadapi akhir masa dukungan (End-of-Life) untuk Windows 10, yang pasti akan memicu gelombang besar upgrade PC. Kedua, tren AI PC yang sedang hype banget ternyata membutuhkan kapasitas RAM yang jauh lebih besar! “Waktu terjadinya kekurangan memori menciptakan ‘badai sempurna’ bagi industri PC,” tegas IDC.
IDC bahkan dengan gamblang menyebut situasi ini sebagai “mimpi buruk” bagi para konsumen, terutama buat kamu-kamu para gamer dan content creator yang berencana merakit PC sendiri tahun depan. Bayangkan, semua komponen utama harganya pada naik bersamaan!
Prediksi Mengerikan: PC Bisa Naik 20%, Pasar DIY Terancam Punah!
Lalu, seberapa dalam kenaikan harganya? Nah, ini yang bikin merinding! Masih dalam laporan yang sama, IDC mengungkapkan bahwa para raksasa produsen PC global sudah mulai memberi sinyal kenaikan harga yang super tajam. Mereka memperkirakan harga PC pada tahun 2026 bisa melonjak antara 15 sampai 20 persen!
Beberapa brand ternama seperti Lenovo, Dell, HP, Acer, dan Asus bahkan konon sudah mulai memperingatkan para klien mereka tentang kondisi pasar yang semakin sulit ini. Perusahaan-perusahaan tersebut secara resmi mengonfirmasi kenaikan harga dan bersiap melakukan penyesuaian kontrak sebagai respons atas kondisi pasar yang pelik.
Dampaknya apa? Tentu saja, angka pengiriman PC global diprediksi bakal anjlok! IDC memperkirakan pengiriman PC global di 2026 akan menyusut hingga 4,9 persen. Angka ini bahkan bisa lebih parah jika harga komponen terus merangkak naik dan pasokan memori semakin menipis.
Lebih lanjut, situasi ini diprediksi bakal menggeser peta persaingan industri secara drastis. Para pemain besar atau OEM (seperti brand-brand tadi) diperkirakan akan semakin mendominasi pasar. Sementara itu, vendor-vendor kecil dan tukang rakit lokal (DIY) bakal terdesak habis-habisan karena harga komponen satuan menjadi terlalu mahal.
Konsekuensinya, IDC memproyeksikan bahwa konsumen—khususnya para gamer—akhirnya akan lebih memilih untuk membeli PC rakitan pabrik (pre-built) yang sudah lengkap, ketimbang merakit sendiri dengan komponen yang harganya tak terkendali.
Tren AI PC Bisa Macet, Smartphone Juga Ikut Kena Getahnya
Bagaimana dengan tren AI PC yang sempat menggemparkan tahun 2024-2025? Sayangnya, IDC juga memprediksi tren ini akan melambat mulai tahun depan. Fitur AI on-device canggih seperti Copilot+ memang memerlukan konfigurasi RAM yang besar, sementara pasokannya sedang seret.
Akibatnya, produsen diproyeksi akan mengambil langkah “aman”. Mereka kemungkinan besar akan memangkas spesifikasi RAM atau malah menahan dulu pengembangan fitur AI mereka. Tujuannya satu: agar harga jual PC mereka tidak melambung terlalu tinggi dan tetap bisa dijual.
Nah, kalau kamu pikir hanya PC yang kena imbas, ternyata salah! Ponsel pintar kita tahun depan juga bernasib sama. Sebelumnya, laporan dari TrendForce sudah memprediksi bahwa harga ponsel akan ikut naik akibat lonjakan biaya komponen memori global yang sama.
TrendForce menilai biaya memori akan menyedot porsi anggaran (BoM) yang semakin besar sepanjang 2026. Situasi ini bukan hanya akan menghantam produsen ponsel Android kelas menengah ke bawah, tetapi juga brand premium sekelas Apple sekalipun!
Ramalan Suram untuk Ponsel: Spesifikasi RAM Dipotong, Kembali ke Zaman 4GB?
Namun, tekanan terbesar diperkirakan akan dirasakan oleh produsen ponsel Android yang mengandalkan RAM besar sebagai nilai jual utama di segmen menengah. Dengan kenaikan harga DRAM, spesifikasi gahar tersebut dipastikan akan sulit dipertahankan tanpa menaikkan harga jual.
Oleh karena itu, para produsen ponsel diprediksi akan memutar otak mencari akal. Mereka akan mengakali spesifikasi demi menjaga harga jual agar tidak naik signifikan. Opsi paling mungkin? Ya, memangkas kapasitas memori RAM!
Akibatnya, ponsel entry-level dan menengah kemungkinan besar akan paling terdampak. Ponsel kelas menengah yang sekarang biasa pakai RAM 12 GB, berpotensi kembali ke konfigurasi 8 GB atau bahkan 6 GB. Sementara itu, ponsel kelas bawah diprediksi akan kembali menggunakan RAM 4 GB pada 2026. Semua ini dilakukan demi menekan biaya produksi dan menjaga daya saing harga di pasaran.
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Indonesiaartnews.or.id










