Dentmas.id – Menjelang akhir tahun 2025, dunia teknologi justru diterpa badai PHK masif yang mengguncang industri! Inovasi memang terus melesat, tetapi sayangnya, gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) masih menjadi warna suram di tahun ini. Perusahaan-perusahaan teknologi besar ternyata memilih untuk melakukan efisiensi dengan cara yang cukup mengejutkan.

Alasan mereka beragam, mulai dari penghematan anggaran, restrukturisasi, hingga peralihan massal ke sistem Kecerdasan Buatan atau AI. Bahkan, Meta, sang konglomerat media sosial pemilik Facebook, Instagram, dan WhatsApp, membuka tahun dengan aksi keras: memangkas sekitar 3.600 karyawan secara global karena dinilai kurang kompeten! Yang lebih mencengangkan, Apple yang terkenal enggan melakukan PHK pun akhirnya mengambil langkah serupa. Nah, berikut tujuh perusahaan teknologi yang membuat gebrakan pahit di 2025 beserta detail jumlah karyawan yang menjadi korban!
1. Apple: Akhirnya Menyerah pada Tekanan Pasar
Pertama, Apple yang terkenal jarang melakukan PHK akhirnya mengambil opsi terakhir itu pada November 2025. Raksasa asal Cupertino ini secara resmi mengonfirmasi pemangkasan karyawan di divisi penjualan (sales). Meski jumlah pastinya dirahasiakan, puluhan pekerja diduga kuat terkena imbasnya. Menurut sejumlah mantan karyawan, Apple secara agresif mengalihkan lebih banyak saluran penjualan ke pihak ketiga. Perlu diingat, perusahaan sebenarnya telah memberi informasi lebih dulu kepada karyawan yang terdampak. Bahkan, mereka diberikan kesempatan untuk melamar posisi baru dalam tenggat waktu satu bulan sebelum benar-benar diberhentikan.
2. IBM: Efisiensi Diam-diam Tapi Signifikan
Tak mau ketinggalan, International Business Machines (IBM) juga mengumumkan pemangkasan pada November 2025. Walaupun perusahaan asal AS ini tidak merinci angka pastinya, mereka mengungkapkan bahwa kurang dari 1% total pekerja yang terdampak. Nah, kalau kita telusuri laporan tahunan IBM akhir 2024, tercatat sekitar 270.000 orang dipekerjakan. Dengan demikian, kita bisa memperkirakan bahwa sekitar 2.700 karyawan akhirnya harus kehilangan pekerjaan pada triwulan akhir 2025 ini.
3. Amazon: Gelombang PHK Terbesar Sejak 2022
Selanjutnya, Amazon membuat kejutan dengan gelombang PHK yang sangat masif. Raksasa e-commerce ini memangkas hingga 30.000 karyawan secara bertahap, dimulai sejak 28 Oktober 2025! Menurut sumber dalam, langkah drastis ini ditempuh untuk memotong pengeluaran dan merampingkan operasi, sebagai koreksi atas perekrutan berlebihan semasa pandemi. Jumlah ini setara dengan 10% dari total pekerja korporat Amazon yang berkisar 350.000 orang. Bagi Amazon, aksi ini tercatat sebagai PHK terbesar sejak 2022, di mana saat itu mereka memangkas sekitar 27.000 pekerja.
4. Panasonic: Restrukturisasi Global Pasca Penurunan Laba
Beralih ke perusahaan elektronik legendaris, Panasonic Holdings Corporation mengumumkan rencana pengurangan tenaga kerja globalnya pada Mei 2025. Perusahaan asal Jepang ini akan memangkas sekitar 10.000 karyawan, atau setara 4% dari total staf globalnya. Tindakan ini merupakan bagian dari inisiatif restrukturisasi besar-besaran untuk mendongkrak efisiensi operasional dan profitabilitas. Pasalnya, Panasonic tercatat mengalami penurunan laba bersih yang cukup tajam, yaitu sebesar 17.5% untuk tahun fiskal yang berakhir Maret 2025. Proses PHK ini rencananya baru akan dilaksanakan mulai Maret 2026, dengan tetap mematuhi hukum ketenagakerjaan di setiap negara.
5. Microsoft: Fokus pada Pemangkasan Posisi Manajerial
Sementara itu, Microsoft untuk kesekian kalinya menunjukkan “taring” efisiensinya. Pada tahun 2025 ini, tepatnya 2 Juli 2025, perusahaan software raksasa ini memangkas sekitar 9.000 karyawan. Menurut laporan CNBC, Microsoft sengaja berfokus memangkas karyawan di level posisi manajer. Pola ini sebenarnya sudah terlihat sejak Mei 2025, di mana mereka mem-PHK 6.000 orang, disusul 300 orang sebulan setelahnya. PHK di Juli lalu sendiri berdampak luas, menyentuh karyawan dari berbagai regional, tingkat pengalaman, dan bahkan divisi game mereka turut terkena imbasnya.
6. Meta: FAIR Tim AI Andalan Justru Dihantam PHK
Yang cukup ironis, Meta sebagai induk Facebook dan Instagram justru melakukan PHK pada tim kecerdasan buatan (AI) andalannya, yaitu Fundamental AI Research (FAIR). Sekitar 600 pekerja, termasuk tim riset dan infrastruktur AI, harus pergi pada tahun 2025. Melalui memo internal, bos AI Meta, Alexandr Wang, menjelaskan bahwa pemangkasan ini justru bertujuan untuk membuat operasional tim menjadi lebih gesit dan lincah. Artinya, tim yang menjadi ujung tombak inovasi masa depan pun tak luput dari sabetan pedang efisiensi.
7. Salesforce: AI Secara Terang-terangan Gantikan Peran Manusia
Terakhir, perusahaan perangkat lunak cloud Salesforce mengambil langkah paling transparan sekaligus kontroversial. Mereka mem-PHK 4.000 karyawan di divisi layanan pelanggan, sehingga staf dukungan pelanggannya menyusut hampir 50%! CEO Marc Benioff dengan terang-terangan menyatakan bahwa posisi yang ditinggalkan akan digantikan oleh teknologi kecerdasan buatan (AI). Ia meyakinkan bahwa agentic AI akan mengambil alih sebagian besar interaksi dengan pelanggan dan telah terbukti meningkatkan produktivitas perusahaan secara signifikan.
Era Baru dengan Biaya Sosial yang Tinggi
Akhirnya, tahun 2025 menjadi saksi transisi pahit menuju era otomatisasi dan efisiensi ekstrem. Perusahaan-perusahaan teknologi terbesar di dunia tanpa ragu melakukan restrukturisasi masif, dengan AI seringkali menjadi alasan utama di balik keputusan tersebut. Meski tujuannya adalah untuk meningkatkan profitabilitas dan kelincahan bisnis, gelombang PHK ini tentu meninggalkan luka dan ketidakpastian yang dalam bagi ratusan ribu pekerja di seluruh dunia. Kita hanya bisa berharap bahwa inovasi yang lahir dari keputusan keras ini benar-benar membawa kemanfaatan yang lebih luas, tidak hanya bagi korporasi, tetapi juga bagi masa depan tenaga kerja secara global.
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Indonesiaartnews.or.id










