Dentmas.id – Chairman sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Lenovo, Yuanqing Yang, dengan tegas menempatkan Indonesia sebagai bintang utama dalam peta strategi global perusahaan mereka. Lebih menarik lagi, fokus utama mereka bukan sekadar jualan gadget, melainkan menancapkan kuku di bidang kecerdasan buatan (AI) berbasis hybrid. Kemudian, pendekatan hybrid AI ala Lenovo ini sebenarnya menggabungkan tiga kekuatan sekaligus: pemrosesan data di perangkat (edge), di pusat data, dan di cloud. Akibatnya, kombinasi canggih ini memungkinkan baik perusahaan maupun pengguna biasa mengolah data dengan tingkat fleksibilitas, keamanan, dan efisiensi yang jauh lebih tinggi. Selain itu, Yang juga menegaskan bahwa Lenovo tidak main-main dengan komitmen “melokal” di Indonesia; mereka bahkan sudah mengoperasikan fasilitas manufaktur sendiri di Tanah Air sebagai bukti nyata.

Pasar Raksasa yang Belum Tergarap
Dengan populasi hampir 300 juta jiwa dan sekitar 50 juta konsumen kelas menengah, Indonesia langsung disambut Lenovo sebagai potensi pasar raksasa yang belum sepenuhnya tergarap. Bahkan, posisi Indonesia dalam peta bisnis Lenovo sangat strategis: mereka menempatkannya sebagai pasar terbesar ketiga di Asia Pasifik, tepat setelah raksasa seperti China, India, dan Jepang. Tidak berhenti di situ, Lenovo juga menilai Indonesia sebagai pasar dengan pertumbuhan paling eksplosif; potensi penetrasi perangkat dianggap sangat luas. Sebagai contoh, Yang dengan lantang membeberkan peluang di pasar PC. “Ini fakta yang mengejutkan,” ujarnya, “dengan populasi 300 juta, pasar PC tahunan kita di Indonesia masih berkisar di angka 4 juta unit saja.” Jelas, kondisi ini justru membuka ruang pertumbuhan yang sangat lebar dan menggiurkan bagi Lenovo.
Dari PC Hingga Data Center: Bidik Semua Sektor
Namun, mereka tidak hanya berpuas diri dengan PC. Secara paralel, Lenovo juga mengincar peluang emas di segmen smartphone melalui Motorola yang mereka akuisisi pada 2014. Meskipun tingkat penetrasi smartphone di Indonesia sudah melampaui 60%, Yang dengan jujur mengakui bahwa pangsa pasar mereka di bidang ini masih terhitung kecil. “Justru di situlah peluangnya! Kami punya ruang yang sangat besar untuk mengembangkan pangsa pasar kami di sini,” ungkapnya penuh semangat.
Tunggu dulu, ternyata bidikan mereka lebih dalam lagi! Lenovo melihat bisnis infrastruktur, khususnya pusat data, sebagai lahan subur berikutnya di Indonesia. Yang bahkan menyebut dengan yakin bahwa pertumbuhan pasar data center di tanah air bisa bergerak dengan kecepatan yang fantastis. “Kami memprediksi potensi di sini jauh lebih tinggi. Pertumbuhannya bukan main, bisa berlipat ganda atau bahkan tiga kali lipat setiap tahunnya!” katanya meyakinkan.
Oleh karena itu, dengan melihat seluruh potensi raksasa yang terhampar ini, Lenovo secara resmi membuka opsi untuk investasi lanjutan di Indonesia. “Prinsip kami sederhana,” tegas Yang, “selama bisnis kami bisa terus berkembang pesat di sini, kami pasti akan menanamkan investasi yang lebih besar lagi.” Uniknya, investasi ini dirancang sangat komprehensif; cakupannya bisa merambah ke perluasan manufaktur, penguatan layanan, hingga yang paling menarik: riset dan pengembangan (R&D). Khusus untuk R&D, Yang secara khusus menyoroti peluang besar untuk mengembangkan model AI yang berbasis lokal.
“Model AI global saja tidak cukup untuk pasar seunik Indonesia,” paparnya. Menurut sang CEO yang bergelar master ilmu komputer ini, model AI lokal sangat krusial untuk memahami nuansa bahasa dan budaya Indonesia secara lebih akurat dan mendalam. “Jadi, jika Anda ingin membangun model lokal murni, maka Anda mutlak membutuhkan tim R&D lokal yang mumpuni,” tambahnya. Pada akhirnya, semua rencana ambisius ini akan diwujudkan dengan satu syarat utama. “Kesimpulannya, jika skala bisnis kami di Indonesia sudah cukup besar dan solid, maka tanpa ragu kami akan mempertimbangkan untuk mengeksekusi investasi besar-besaran di semua bidang tadi,” pungkas Yuanqing Yang, menutup wawancara dengan sebuah janji strategis yang siap menggetarkan pasar teknologi Indonesia.
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Indonesiaartnews.or.id










