dentmas.id
Selasa, Oktober 27, 2026
  • Login
  • Home
  • Tutorial
  • News
  • Aplikasi
  • Game
No Result
View All Result
  • Home
  • Tutorial
  • News
  • Aplikasi
  • Game
No Result
View All Result
dentmas.id
No Result
View All Result
Home News

Google Rancang Pusat Data Orbital Lewat Proyek Suncatcher

felixhendy555@gmail.com by [email protected]
November 10, 2025
in News
0
Google Rancang Pusat Data Orbital Lewat Proyek Suncatcher
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dentmas.id – Bayangkan, dalam beberapa tahun ke depan, Google tidak hanya mengandalkan server di Bumi, tetapi justru meluncurkan pusat data canggihnya ke orbit! Memang, Google baru saja mengumumkan proyek gila-gilaan mereka yang bernama Project Suncatcher. Hebatnya, CEO Google Sundar Pichai sendiri yang secara resmi membongkar rahasia ambisi kolosal ini melalui unggahan di akun X-nya. Sebagai langkah awal, Google akan berkolaborasi dengan Planet Labs untuk meluncurkan dua satelit perdana pada tahun 2027. Tujuan utama mereka sungguh futuristik: meneliti potensi pembangunan kluster pusat data berskala besar di ruang angkasa yang bakal bikin tercengang.

Lantas, dari mana Google mendapatkan inspirasi gila ini? Ternyata, Pichai mengaku bahwa Project Suncatcher terinspirasi langsung dari portofolio proyek moonshot legendaris di Moonshot Factory atau Google X. Namun, dia juga dengan jujur mengingatkan, “Sebagaimana proyek moonshot lainnya, ini akan menuntut kami untuk memecahkan banyak tantangan rekayasa yang sangat kompleks.” Jadi, bisa dibilang ini adalah tantangan teknologi terbesar yang pernah mereka coba.

RELATED POSTS

Table of Contents

Toggle
  • Kelangkaan Server AWS: Amazon Sebut Slot Komputasi 2026 dan 2027 Habis Dipesan
  • Microsoft Beri Tenggat Arkane Lyon Cari Pembeli Demi Hindari Penutupan Studio
      • Uji Ketahanan Teknologi di Lingkungan Ekstrem
      • Mengapa Tidak Dibangun Sekaligus Besar?
      • Tantangan Teknis yang Harus Ditaklukkan Google

Kelangkaan Server AWS: Amazon Sebut Slot Komputasi 2026 dan 2027 Habis Dipesan

Microsoft Beri Tenggat Arkane Lyon Cari Pembeli Demi Hindari Penutupan Studio

Uji Ketahanan Teknologi di Lingkungan Ekstrem

Nah, Anda mungkin penasaran, komponen apa yang akan mereka gunakan? Google sudah memulai dengan menguji ketangguhan chip andalannya. Mereka dengan percaya diri melaporkan bahwa chip TPU generasi Trilium, prosesor khusus AI buatan mereka, berhasil bertahan tanpa kerusakan setelah dihajar di akselerator partikel yang mensimulasikan radiasi orbit Bumi. Meskipun demikian, mereka masih harus menghadapi tantangan besar lainnya, seperti masalah pengelolaan panas di ruang hampa dan kemampuan sistem saat sudah mengorbit nanti.

Untuk lebih meyakinkan dunia, Google bahkan menerbitkan makalah penelitian resmi tentang Project Suncatcher. Dalam makalah tersebut, mereka menguraikan visi yang sangat detail untuk membangun sistem komputasi di angkasa yang bisa ditingkatkan skalanya untuk machine learning. Rencananya, mereka akan memanfaatkan armada satelit yang dilengkapi panel surya, koneksi antar-satelit super cepat berbasis free-space optics, serta tentu saja, chip akselerator TPU mereka. Sebagai gambaran, Google bahkan sudah menyiapkan rancangan dasar untuk kluster berisi 81 satelit yang akan beroperasi dalam formasi rapat dengan radius hanya 1 kilometer. Akan tetapi, mereka menegaskan bahwa masih banyak tantangan teknis dan logistik besar yang harus diatasi, sehingga desain akhirnya masih bisa berubah.

Mengapa Tidak Dibangun Sekaligus Besar?

Sebenarnya, ide membangun pusat data di luar angkasa bukanlah hal yang baru. Sebelum Google, seperti yang diungkapkan Pichai, sudah ada beberapa proposal untuk membangun pusat data monolitik raksasa di orbit. Konsep monolitik ini berarti membangun satu struktur tunggal dan utuh yang ukurannya jauh melebihi roket peluncur terbesar saat ini. Sayangnya, konsep raksasa seperti ini menyimpan risiko yang sangat besar. Struktur raksasa itu harus dirakit di luar angkasa oleh manusia atau robot, sehingga berisiko tinggi menimbulkan tabrakan yang rumit dan membutuhkan struktur penopang yang sangat kompleks.

Oleh karena itu, Google justru mencetuskan pendekatan yang jauh lebih cerdik dan modular. Mereka berencana meluncurkan banyak satelit kecil yang saling berdekatan di orbit rendah, seperti kawanan burung yang terbang rapat. Formasi cerdas ini memungkinkan sistem diperluas hingga menghasilkan daya komputasi setara terra-watt (TW), dengan memanfaatkan orbit sinkron matahari yang terus mendapat cahaya. Namun, formasi ini bukannya tanpa masalah; justru menciptakan tantangan besar baru dalam jaringan komunikasi antar-satelit.

Tantangan Teknis yang Harus Ditaklukkan Google

Mari kita bandingkan dengan pusat data di Bumi. Di Bumi, Google dengan mudah menggunakan koneksi supercepat antar-pod dan sistem Inter-Chip Interconnect (ICI) khusus yang mampu mentransfer data ratusan gigabit per detik per chip. Sayangnya, koneksi antar-satelit saat ini hanya mampu mencapai 1 Gbps-100 Gbps, yang sangat lambat untuk standar mereka. Berdasarkan analisis mendalam, Google menyimpulkan bahwa mereka membutuhkan bandwidth hingga 10 terabit per detik (Tbps) per sambungan agar setara dengan pusat data AI di Bumi. Secara teori, mereka bisa mencapainya dengan teknologi Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM) komersial yang sudah ada, tetapi teknologi itu membutuhkan daya optik yang jauh lebih tinggi dari standar satelit saat ini.

Lalu, bagaimana solusi mengatasi masalah bandwidth ini? Jawabannya adalah dengan mempertemukan satelit-satelit tersebut dalam jarak yang sangat rapat, yaitu 1 kilometer atau bahkan kurang! Dengan demikian, kebutuhan daya bisa ditekan secara signifikan. Sebagai bonus, jarak yang dekat ini juga memungkinkan penggunaan berkas cahaya yang lebih kecil dan presisi, sehingga beberapa data DWDM bisa dijalankan secara bersamaan antar-satelit. Alhasil, Google memperkirakan satelit harus beroperasi dalam formasi yang jauh lebih rapat dari konstelasi mana pun yang pernah ada, yaitu di ketinggian sekitar 650 km dari Bumi.

Selain komunikasi, masalah klasik lain yang harus mereka hadapi adalah radiasi luar angkasa yang ganas. Google telah dengan cermat menguji chip TPU dan CPU AMD dalam server menggunakan sinar proton 67 MeV yang mensimulasikan kondisi orbit rendah. Kabar baiknya, chip-chip itu berhasil bertahan selama simulasi lima tahun dari paparan radiasi kosmik tanpa kerusakan permanen, berkat perlindungan khusus yang disesuaikan untuk ruang angkasa. Akan tetapi, sistem High Bandwidth Memory (HBM) menunjukkan kerentanan paling tinggi dan mengalami sejumlah kesalahan yang tidak bisa diperbaiki. Meski begitu, Google menilai tingkat kesalahannya masih dapat diterima untuk proses inferensi AI.

Terakhir, kita pasti bertanya-tanya, berapa sih biaya fantastis untuk proyek semegah ini? Biaya peluncuran satelit saat ini diestimasikan sekitar 1.500 dollar AS hingga 2.900 dollar AS per kilogram. Namun, agar Project Suncatcher menjadi ekonomis, biaya itu harus jauh lebih rendah. Google memperkirakan, biaya peluncuran ke orbit rendah bisa turun drastis hingga 200 dollar per kg. Mereka memprediksi, total biaya peluncuran yang disebar selama masa pakai satelit akhirnya akan hampir setara dengan biaya energi pusat data di Bumi, yakni sekitar 570 dollar AS hingga 3.000 dollar AS per kilowatt per tahun. Sayangnya, target biaya yang terjangkau ini baru bisa tercapai sekitar tahun 2035.

Yang paling seru, ide gila ini ternyata bukan hanya mimpi Google! Elon Musk dengan SpaceX-nya dan Jeff Bezos dengan Amazon-nya juga dikabarkan memiliki gagasan serupa untuk membangun pusat data di antariksa. Jadi, bersiaplah menyaksikan perlombaan teknologi paling epik abad ini terjadi di atas langit kita!

Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Exposenews.id

Tags: google
ShareTweetPin
felixhendy555@gmail.com

[email protected]

Related Posts

Kelangkaan Server AWS: Amazon Sebut Slot Komputasi 2026 dan 2027 Habis Dipesan

Kelangkaan Server AWS: Amazon Sebut Slot Komputasi 2026 dan 2027 Habis Dipesan

by [email protected]
Oktober 26, 2026
0

Dentmas.id - Amazon Web Services (AWS) baru saja melempar kabar gempak yang sukses membuat seluruh panggung industri teknologi global gempar,...

Microsoft Beri Tenggat Arkane Lyon Cari Pembeli Demi Hindari Penutupan Studio

Microsoft Beri Tenggat Arkane Lyon Cari Pembeli Demi Hindari Penutupan Studio

by [email protected]
Oktober 26, 2026
0

Dentmas.id - Studio legendaris pengembang gim mahakarya Dishonored dan Deathloop, Arkane Lyon, ternyata sedang berada di ujung tanduk krisis finansial...

Data 11,77 Juta Akun Capcom Bocor, Pengguna Diminta Waspada Email Penipuan

Data 11,77 Juta Akun Capcom Bocor, Pengguna Diminta Waspada Email Penipuan

by [email protected]
Oktober 24, 2026
0

Dentmas.id - Dunia gaming mendadak gempar setelah raksasa game asal Jepang, Capcom, secara mengejutkan mengonfirmasi insiden keamanan siber masif yang...

EA Resmi Tutup Studio BioWare dan Hentikan Proyek Mass Effect Terbaru

EA Resmi Tutup Studio BioWare dan Hentikan Proyek Mass Effect Terbaru

by [email protected]
Oktober 23, 2026
0

Dentmas.id - Kabar duka yang sangat mengejutkan baru saja mengguncang industri game global secara mendadak. Pasalnya, raksasa penerbit Electronic Arts...

BSSN Rilis Peringatan Darurat PHP2Shell: Ini Daftar Versi PHP Rentan dan Langkah Mencegahnya

BSSN Rilis Peringatan Darurat PHP2Shell: Ini Daftar Versi PHP Rentan dan Langkah Mencegahnya

by [email protected]
Oktober 23, 2026
0

Dentmas.id - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) baru aja ngeluarin peringatan super darurat buat seluruh pemilik dan pengelola situs...

Next Post
Mitos Usang! Fakta Kemampuan Kamera HP Lipat yang Kini Siap Menyaingi

Mitos Usang! Fakta Kemampuan Kamera HP Lipat yang Kini Siap Menyaingi

Ini Dilema Terbesar Dunia AI Menurut Microsoft, dan Bukan Soal Chip

Ini Dilema Terbesar Dunia AI Menurut Microsoft, dan Bukan Soal Chip

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED

Terbang ke Luar Angkasa 90 Menit, China Pasang Tarif Rp 13,6 Miliar per Orang

Terbang ke Luar Angkasa 90 Menit, China Pasang Tarif Rp 13,6 Miliar per Orang

Oktober 26, 2026
Kelangkaan Server AWS: Amazon Sebut Slot Komputasi 2026 dan 2027 Habis Dipesan

Kelangkaan Server AWS: Amazon Sebut Slot Komputasi 2026 dan 2027 Habis Dipesan

Oktober 26, 2026
  • 595 Followers
  • 24k Followers

MOST VIEWED

  • Ini Cara akses mikrotik routerOS (selain winbox)

    Ini Cara akses mikrotik routerOS (selain winbox)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Snapshot Data: Solusi Keren untuk Jaga Data Kamu!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Simbol 5G, LTE, 4G, H+, 3G, G di Sinyal HP, Ini Maknanya untuk Pengalaman Internet Anda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Strategi Kemkomdigi 2026: Fokus pada Tiga Pilar Digital untuk Wujudkan Kedaulatan Digital Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tutorial reset mikrotik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
slot777 BALI19 BALI19 BALI19 aatoto arena39 jagobet19 mposakti motoslot bali19 Mengenal Jam Gacor Pragmatic Play Antara Mitos dan Fakta Ilmiah Bocoran Jam Gacor MPO Slot Jadwal Lengkap Pragmatic Play dan PGSoft Pola Gacor Mahjong Ways 2 Rahasia Maxwin di Jam Jam Tertentu Gates of Olympus Jam Hoki dan Pola Spin untuk Raih Kemenangan Besar Studi Terbaru Jam Gacor Pragmatic Play dan Lonjakan RTP di Atas Panduan Jam Gacor PGSoft Kapan Waktu Terbaik untuk Main Slot Misteri Jam Gacor Mengapa Banyak Pemain Percaya Waktu Tertentu Lebih Royal Daftar Slot Gacor Hari Ini Rekomendasi Game Pragmatic Strategi Jeda Meningkatkan Peluang Menang di Slot Pragmatic Antara Mitos dan Realita Benarkah Jam Gacor Bisa Diprediksi Mengapa Otak Mudah Percaya Jam Hoki Psikologi di Balik Mitos Slot RTP Volatilitas dan Pola Spin Apa yang Bisa dan Tidak Bisa Diprediksi Jam Gacor Itu Nyata atau Ilusi Bedah Klaim RTP dengan Logika Data Dari Mahjong Ways 2 sampai Gates of Olympus Membongkar Narasi Maxwin di Jam Tertentu Jam Sibuk vs Jam Sepi Apakah Strategi Jeda Benar Benar Mengubah Peluang Mitos Royal Slot Kenapa Cerita Kemenangan Viral Lebih Kuat dari Data Pragmatic Play vs PGSoft Benarkah Ada Jadwal Gacor yang Bisa Dipetakan Literasi Digital untuk Pemain Slot Membedakan Analisis Kebetulan dan Klaim Bocoran Efek Survivorship Bias Mengapa Banyak Bocoran Jam Gacor Terlihat Berhasil Sebelum Percaya Jadwal Gacor 5 Pertanyaan Kritis yang Perlu Diajukan terobosan OpenAI Q industri hiburan simulasi pola multiplier integrasi generative diffusion model anthropic mentransformasi mekanisme studi komparasi gemini 1.5 pro menelaah pergeseran penerapan arsitektur meta llama 3 mengurai fluktuasi riset algoritma sora ai menginspirasi sistem rekognisi model peramalan temporal deepmind menguak dinamika volatilitas implementasi neuro symbolic ai terkini menakar kecepatan evolusi transformer multimodal nvidia menghubungkan tren komputasi analisis predictive maintenance berbasis mistral large memetakan eksplorasi algoritma self play alphazero membuka wawasan aplikasi edge ai generasi baru meningkatkan deteksi riset komputasi probabilitas kuantum mit memetakan fluktuasi teknologi reinforcement learning terbaru menakar efisiensi strategi pemanfaatan explainable ai xai dalam audit sistem implementasi autoencoder dinamis google brain menemukan anomali sistem inferensi kausal perplexity ai mengungkap rasio pemanfaatan vision transformers terkini mengidentifikasi ritme putaran integrasi liquid neural networks mengurangi variansi hasil model probabilistik markov chain yang disempurnakan ai uji stres enkripsi ai end to end memastikan aplikasi edge ai generasi baru meningkatkan deteksi riset komputasi probabilitas kuantum mit memetakan fluktuasi teknologi reinforcement learning terbaru menakar efisiensi strategi pemanfaatan explainable ai xai dalam audit sistem implementasi autoencoder dinamis google brain menemukan anomali sistem inferensi kausal perplexity ai mengungkap rasio pemanfaatan vision transformers terkini mengidentifikasi ritme putaran integrasi liquid neural networks mengurangi variansi hasil model probabilistik markov chain yang disempurnakan ai uji stres enkripsi ai end to end memastikan Jam Gacor atau Jam Marketing Anatomi Klaim yang Viral di Grup Telegram Volatilitas Itu Bukan Jadwal Kenapa Spin Cepat vs Lambat Tak Mengubah Peluang Maxwin di Jam Sepi Ilusi Pola dari Data yang Dipilih pilih Bocoran Pola Slot Antara Analisis Statistik Kebetulan dan Confirmation Bias Survivorship Bias di Dunia Slot Kenapa Screenshot Menang Lebih Berisik daripada Kalah Demo Slot dan RTP Apa yang Bisa Dipelajari Apa yang Cuma Ilusi Dari Mahjong Ways ke Gates of Olympus Kenapa Nama Game Tak Menjamin Pola Tertentu Jeda Spin Ganti Mesin Ganti Jam Mana yang Mitos Mana yang Matematis 5 Tanda Jadwal Gacor Cuma Jualan Harapan Panduan Literasi Digital untuk Pemain RTP Bukan Janji Cara Membaca Angka Pengembalian Slot Tanpa Tertipu Angka RTP di Balik Layar Apa yang Diukur Apa yang Sering Disalahartikan Telegram Gacor Anatomi Broadcast yang Menjual Jam Bukan Data Mesin Panas vs Dingin Mitos Suhu Slot yang Tak Punya Alat Ukur Ritual Spin Cepat Lambat Kenapa Tubuh Bisa Merasa Punya Kontrol Screenshot Maxwin dan Kekalahan yang Hilang Cara Data Dipilih Pilih Demo Slot Latihan Membaca Probabilitas atau Panggung Ilusi Kendali Nama Game Beda Matematika Bisa Sama Kenapa Tema Tak Menjamin Pola Ganti Mesin Ganti Jam Ganti Nasib Variabel yang Tidak Pernah Dikontrol RTP Live Bergerak Kenapa Angka Real Time Tak Sama dengan Peluang Anda Lima Pertanyaan Sebelum Percaya Bocoran Uji Klaim Sebelum Uji Keberuntungan riset ai multimodal google deepmind menginspirasi pembacaan dinamika implementasi penalaran ai generatif openai o3 menyingkap kompleksitas arsitektur model bahasa meta llama 4 menjadi landasan baru terobosan chip ai blackwell nvidia mentransformasi cara komunitas penerapan algoritma q star pada sektor komputasi membuka integrasi ai agen otonom microsoft copilot memicu diskusi studi komputasi kuantum terintegrasi ai ibm menakar stabilitas efisiensi algoritma penglihatan komputer claude 3 7 sonnet adopsi machine learning prediktif aws membantu pemodelan pola lonjakan kapasitas neuro simbolik ai apple intelligence mendorong eksplorasi jaringan saraf tiruan deepseek v3 menjelaskan fenomena riset penyesuaian bobot ai perplexity memicu sudut pandang skema pembelajaran penguatan tanpa model mit ai lab pemanfaatan kerangka kerja transformer hugging face mengungkap terobosan ai berkecepatan tinggi groq lpus memberi gambaran analisis data deret waktu menggunakan gemini flash memperjelas perkembangan ai berbasis graf stanford university menguak sistem simulasi stokastik anthropic ai mendorong kajian baru evolusi jaringan adversarial generatif nvidia omniverse membuka metode inferensi probabilistik berbasis ai cambridge university membedah
dentmas

Dentmas.id adalah portal informasi digital yang menyajikan berbagai konten edukatif, informatif, dan menghibur. Kami hadir untuk memenuhi kebutuhan pembaca akan berita terkini, panduan praktis, serta ulasan teknologi dan hiburan yang relevan dengan perkembangan zaman.

CATEGORY

  • ai
  • Aplikasi
  • Esports
  • Game
  • News
  • rekomendasi
  • Review
  • Technologi
  • Tutorial
  • Uncategorized

SITE LINKS

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org

Partner Kita

aatoto
Mposakti
MOTOSLOT
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service

© 2025 Dentmas.id

No Result
View All Result
  • Homepages
  • Tutorial
  • News
  • Aplikasi
  • Game

© 2025 Dentmas.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In